Menjadi Kuat Seorang Diri

Menjadi Kuat Seorang Diri
Chapter 22 : Pengurung Diri


__ADS_3

Teori bulan merah adalah sebuah tragedi dimana seluruh wilayah tiga kerajaan tertutup oleh sebuah dinding pelindung tak terlihat yang mana menyebabkan bulan terlihat berwarna demikian. Pelindung itu jelas dibuat oleh Undead King dan juga memiliki kutukan yang disebut sebagai wabah zombie ataupun kutukan kematian.


Sejak kemunculannya tidak ada yang menguburkan seseorang di dalam tanah, mereka cenderung dibakar sampai berubah jadi debu dan jika mereka mengalahkan makhluk seperti undead mereka juga harus menggunakan sihir suci untuk menyucikannya.


Itulah gambaran besar yang dikatakan oleh Arina saat mereka selesai sarapan pagi.


"Jadi di atas kita ada semacam pelindung," Grey menegaskan sekali lagi dan Arina mengangguk mengiyakan.


"Aku telah mencoba pergi semakin jauh dari tiga kerajaan tepatnya di daerah dingin dan melihat hal itu sebaik mungkin, di sana bulan berwarna putih seperti apa yang kita kenal, sejak dari sana aku memutuskan tinggal di sini."


Sulit untuk melihat perubahan bulan itu selain jika seseorang pergi ke tempat yang sangat jauh dan Arina telah melakukan hal itu seorang diri.


Anabeth menimpali.


"Kita sudah tahu bagaimana bulan merah tercipta dan kutukan yang diberikannya tapi kenapa bulan merah tidak muncul setiap malam, dan bagaimana cara kita menghancurkannya?"

__ADS_1


"Alasan kenapa bulan merah tidak muncul setiap saat kemungkinan besar karena energi kutukannya belum terkumpul sepenuhnya, sama seperti terjadinya hujan, pelindung itu memiliki asupan untuk mengaktifkan kutukannya. Aku yakin bahwa energi itu didapatkan saat kalian membunuh para undead."


Grey akhirnya menyadari sesuatu.


"Jadi begitu, pantas saja gelombang kedua lebih cepat dari gelombang pertama, kami banyak membunuh undead di dalam dungeon."


"Jika kau bilang begitu maka begitulah kejadiannya, jika energi kutukannya semakin besar maka pengaruhnya juga makin besar."


Grey bisa membayangkan bagaimana seluruh petualang yang ikut bersamanya untuk melindungi kota mati karena tanpa disadari kekuatan monster semakin kuat, dia akhirnya yakin bahwa apa yang dikatakan Arina memang hal yang sebenarnya.


Mereka mencoba berniat untuk mengurangi jumlah monster di dalam dungeon namun efek yang malah diterima semua orang malah sebaliknya.


"Di kerajaan Vardes ada sebuah senjata kuno yang bisa ditembakan ke langit, dengan sedikit modifikasi aku bisa membuatnya menyerap sihir suci untuk menetralisir kutukan, namun sayangnya aku tidak tahu dengan tepat keberadaannya, jika kita bisa mendapatkannya maka kita bisa menghilangkan bulan merah tersebut termasuk wabahnya, paling tidak sampai Undead King mati benda itu akan selalu berguna."


Mengetahui tentang hal itu bagi Grey adalah sebuah harapan, dia ingin menyelematkan semua orang termasuk wanita yang berada di sebelahnya.

__ADS_1


"Ada satu hal yang ingin kutanyakan, kenapa bulan merah berpengaruh pada Anabeth juga sedangkan aku tidak padahal kami sama-sama vampir."


"Analisisku mungkin karena Anabeth memiliki kutukan kuat ditubuhnya sedangkan kau Grey, sebagian darimu tetaplah manusia."


"Yah itu mungkin saja, aku telah dikutuk sejak lahir karena itulah aku jadi seperti ini sekarang, namun aku tidak menyesalinya bahwa aku terlahir di dunia ini, aku bisa bertemu Grey dan kami bisa bersama-sama sampai sekarang."


"Aku sarankan kau untuk membaca buku ini."


"Jangan sodorkan buku yang mencurigakan itu padaku."


Anabeth kembali mendorong buku yang diberikan padanya.


"Aku sangat senang melihat percintaan dengan mataku sendiri."


"Apa kita akan segera pergi ke Vardes?" sela Grey.

__ADS_1


"Soal itu, berikan aku waktu untuk mempersiapkan mentalku."


Entah Anabeth atau Arina keduanya seorang pengurung diri.


__ADS_2