
Sekembalinya ke istana, Olivier sedikit memarahi mereka.
"Kalian melakukan hal seenaknya, bahkan mengatasnamakan aku yang mengirim kalian... aku berterima kasih."
Tidak ada ucapan yang bisa disebutkan Olivier selain ucapan seperti itu.
Arina dan Grey hanya tersenyum kecil lalu berpamitan untuk kembali.
"Ini sudah hampir petang, kalian bisa menginap satu malam lagi di istanaku."
"Tidak, kami sudah terlalu lama di sini entah kenapa aku mulai merindukan istri dan anakku."
"Begitu, aku tidak bisa memaksa lagi kalau begitu... kalian semua selalu diterima di sini, tak apa untuk datang walaupun tidak ada keperluan tertentu."
"Itu juga berlaku untukmu Olivier," tambah Grey sebelum saling berjabat tangan hangat dengannya.
Arina menggunakan tongkatnya untuk mengaktifkan sihir teleportasinya hingga mereka muncul di istana mereka sendiri bersama tong yang berisi banyak ikan.
"Ah, lebih baik aku segera memindahkan semua ikan ini ke kolam."
Grey dan Via hanya mengawasinya dari kejauhan.
"Kita masuk."
"Aku ingin makan sesuatu yang manis."
"Baik, mari minta mereka membuatnya cukup banyak."
"Itu bagus."
Beberapa hari kemudian Irena berkunjung ke kerajaan Grey. Dia kini adalah seorang komandan kerajaan sekaligus petualang juga.
__ADS_1
"Jangan bilang kau datang untuk menantangku lagi?" tanya Grey sedikit panik.
"Tidak, aku hanya datang untuk berlibur.. sebenarnya ratu juga ingin datang kemari sayangnya ia memiliki pekerjaan yang tidak bisa diabaikan."
"Aku bisa mengerti soal itu."
Terkadang Grey juga memiliki kejadian yang sama sepertinya.
"Aku sudah mendengarnya, apa kelima iblis yang dibuat oleh undead king telah dikalahkan?"
"Benar, aku dan Arina yang melakukannya sendiri."
"Itu melegakan, kukira iblis-iblis itu sangatlah kuat hingga sulit diatasi namun sepertinya Grey jauh lebih kuat dari sebelumnya."
Dia hanya tersenyum masam sebagai balasan.
Irena berdeham sesaat sebelum melanjutkan.
"Hal menarik."
"Ah iya, dia sebenarnya manusia seperti kita sayangnya dia jatuh dalam sihir kegelapan dan akhirnya jadi seperti itu."
"Dia berubah jadi iblis."
"Iya, awalnya dia adalah seorang raja di kerajaan tertentu, akibat kesalahannya seluruh kerajaannya hancur dan menyisakan dirinya sendiri.. bagaimana mengatakannya, dia berusaha untuk mencapai sebuah keabadian namun keabadian itu malah membuatnya seperti itu."
"Jika demikian maka makhluk tengkorak, dan juga makhluk yang kita lawan adalah penduduknya sendiri."
"Benar, dia merubah mereka seperti itu... aku menemukan reruntuhan dari penelitian miliknya, sepertinya dia mencoba mengambil darah dari setiap vampir dengan membentuk sebuah perburuan vampir besar-besaran, dari semua pemburu hanya satu yang masih selamat... dia adalah."
Grey memotong.
__ADS_1
"Ayah Anabeth."
"Benar, Anabeth berasal dari negara tersebut dan juga di sana juga memiliki penduduk ras elf."
"Jadi begitu, apa menurutmu ras elf masih ada di luar sana."
"Aku juga tidak tahu, tapi kuharap ada beberapa yang selamat bahkan jika jumlahnya sangat sedikit, karena itulah dalam waktu dekat aku ingin membuat tim khusus untuk mencarinya."
Grey mengangguk mengiyakan sebelum Sartina masuk ke dalam ruangan.
"Yang mulia, aku membawa data dari kesatria baru yang akan ditempatkan di setiap desa dan kota yang kita buat, mereka tinggal di sana jadi mereka tidak keberatan untuk menerimanya."
"Terima kasih atas kerja kerasnya."
"Kalau begitu saya permisi."
"Tunggu sebentar Sartina, besok kamu mengambil libur bukan.. apa ada acara tertentu?"
"Tidak ada, aku hanya ingin pergi ke makam kedua orang tuaku saja."
"Kalau begitu bisa ajak Irena juga."
"Tidak, tidak, itu pasti merepotkan... aku akan mengganggu hari liburmu," potong Irena sedikit malu.
"Tak apa, aku malah senang jika ada seseorang mau menemaniku."
"Kalau begitu terima kasih banyak."
"Kamu menginap saja di rumahku, mari pergi."
"Baik."
__ADS_1
Grey melihat kepergian keduanya dari balik pintu dan berharap mereka bisa berteman akrab ke depannya.