Menjadi Kuat Seorang Diri

Menjadi Kuat Seorang Diri
Chapter 26 : Para Pasukan Tengkorak


__ADS_3

Setelah membulatkan tekad semua orang mengikuti perintah Grey untuk maju. Mereka menarik pedang mereka bahkan Sartina sendiri menyerahkan seluruh komando padanya.


Mereka berlari seolah hendak menyerang secara membabi buta namun pada kenyataannya mereka segera berhenti.


Tepat saat para tengkorak semakin mendekat, mereka diledakkan dengan ranjau. Januar yang merupakan sosok serigala besar dan juga pemimpin mengerenyitkan alisnya.


"Mereka telah membuat jebakan, jelas sekali mereka semua menembakan anak panah agar pasukan pertamaku tidak bisa mengaktifkan jebakannya dan mengambil kesempatan diserangan ke dua, haha... kurasa ada orang yang terbiasa dalam perang di sana, ini semakin menarik."


Januar meminta seluruh pasukannya untuk menyerang dan hanya menyisakan dirinya di garis belakang, bertepatan saat asap debu menghilang tertiup angin. Sebuah pertempuran telah tumpah, Grey menghabisi dua di depannya sebelum menghabisi di kiri dan kanannya.


Mereka meremehkan kita? Hanya dengan pasukan tengkorak ini mereka mencoba menghancurkan kerajaan ini.


Grey menerobos maju kemudian diikuti Sartina dan juga dua orang wanita dari kesatria, mereka membentuk sebuah posisi seperti sebuah mata tombak dengan Grey sebagai pusatnya ini memungkinkan bahwa setiap orang akan saling berjaga jika ada salah satu dari mereka lengah, selain Grey mereka manusia terkadang karena kelelahan mereka akan mudah membuat kesalahan. Terlebih, untuk sebagian orang ini adalah pertempuran pertama mereka.


Para pasukan yang lain pun mulai meniru gerakan tersebut dan bersama-sama terus menerjang maju.

__ADS_1


Bunyi dentuman logam bercampur teriakan semangat terdengar dari segala arah, saat gelombang satu dan dua, Grey melihat banyak monster-monster tinggi bahkan menyerupai raksasa setinggi 8-10 meter namun dipertarungan ini mereka tidak menyerang secara penuh.


Ini jelas kesempatan kami, ucap Grey dalam hati.


Jika dia bisa membunuh pemimpinnya saat ini juga maka dia tidak akan bisa kembali menyerang dengan pasukan yang lebih kuat. Ini adalah kesempatan emas yang paling tidak memberikan waktu banyak untuk mereka mempersiapkan pertarungan berikutnya.


Ada kemungkinan bahwa akan ada pemimpin baru yang menggantikannya namun hal itu bisa dipikirkan nanti, satu hal yang harus dilakukan Grey adalah memenangkan semua ini.


Para pasukan yang tadinya berada di belakang pasukan utama yang dipimpin Grey dan Sartina kini berlari ke depan mendahului, mereka menjadikan diri mereka sebagai sebuah tameng untuk menahan semua tengkorak tersebut, karena beberapa membawa perisai jadi itu dengan mudah dimanfaatkan dengan baik.


"Maju!"


Pasukan utama mulai berlari ke kiri, singkatnya mereka mengambil jalan memutar.


Dua di antaranya memisahkan diri untuk membantu pasukan yang lain sementara Grey dan Sartina telah mendekat ke arah Januar yang menyeringai senang.

__ADS_1


"Jadi begitu, kalian dari awal memang berniat langsung mengincarku, datanglah kalian berdua dan akan kutunjukkan seberapa lemahnya diri kalian yang hidup sebagai manusia."


Grey membungkukan setengah badannya sambil berlari dengan pedang miliknya yang diseret di permukaan tanah. Serangan Grey ditahan dengan baik menghasilkan suara benturan logam, keduanya terpental setengah meter yang selanjutnya disambung dengan ayunan pedang Sartina.


Mereka secara bergiliran menyerangnya.


Gerakan mereka cepat dan itu cukup membuat Januar kerepotan sebelum akhirnya menjaga jarak, dia membacok dan Grey menangkisnya ke samping.


Sebelum Januar menarik pedangnya kembali sosok Sartina telah mengayunkan pedangnya, itu melukai bagian tangan kirinya.


Dia mengerang kesakitan dan tepat saat itu Grey sudah meluncurkan tebasan berikutnya.


"Sial."


Dentrang.

__ADS_1


Tubuh Januar terpental kembali.


__ADS_2