Menjadi Kuat Seorang Diri

Menjadi Kuat Seorang Diri
Chapter 20 : Yang Tersembunyi


__ADS_3

Setelah menyeduh teh untuk Grey dan Anabeth, Arina meletakan topi runcing di atas kepalanya selanjutnya memakai jubah dan membiarkan dirinya terlihat apa adanya.


"Silahkan diminum, ini teh yang cukup langka di tempat lain.... ngomong-ngomong aku tidak keberatan jika kau menunjukkan wajahmu, dua vampir bukan sesuatu yang sulit kuatasi."


Grey melepaskan helmnya.


Keduanya meminum teh tersebut dan segera merasakan rasa pahit menjalar ke dalam mulut mereka.


"Pahit sekali," teriak Anabeth.


"Benarkah, padahal aku sudah membuatnya dengan baik."


"Apa kau punya gula?"


"Hal-hal seperti itu tidak ada, aku di sini hidup menyendiri tanpa pergi kemanapun."


Grey pikir dia lebih tertutup dari yang dipikirkannya.


"Awalnya aku kira kalian dari Vardes, namun kupikir salah."


"Kami dari kerajaan Neira."


"Ah jadi dari sana... kalian pasti memiliki nasib buruk karena tinggal di tempat seperti itu."


Mendengar pernyataan Arina keduanya tampak penasaran, dia jelas mengetahui sesuatu hingga bisa berkata demikian, melihat reaksi keduanya Arina akhirnya bisa menyimpulkan satu hal.

__ADS_1


"Kalian belum tahu, ah pasti orang-orang terdahulu di sana menyembunyikan kebenaran dari generasi sekarang."


"Tolong jangan berbelit-belit, bisa kamu jelaskan semuanya," tuntut Anabeth yang membuat Arina menutup matanya sesaat kemudian melanjutkan.


"Kerajaan Neira adalah kerajaan yang dijadikan tumbal untuk menyelamatkan kerajaan lain."


Pernyataan itu membuat waktu berhenti di antara keduanya, Arina terus melanjutkan sebagaimana mestinya.


Dahulu kala ada tiga kerajaan yang bertarung dengan Undead King, setiap raja dari ketiganya bertarung dengan gagah berani hingga mampu memenggal kepala Undead King sayangnya meski kepalanya terpenggal Undead King tetaplah hidup.


Dia bangkit dan kemudian mengalahkan ketiga raja itu hingga mereka terjatuh di tanah, jika mereka menyerah maka seluruh umat manusia akan binasa, karena itulah dua diantara ketiganya mengobarkan dirinya untuk mendorong Undead King jatuh ke bawah jurang sebelum dia mengambil kepalanya kembali.


Satu raja yang tersisa melihat bagaimana ketiganya terbawa arus deras namun dia yakin bahwa suatu hari Undead King akan kembali untuk mengambil kepalanya, tanpa diketahui semua orang dia membawa kepala itu ke kerajaan dan menyimpannya di ibukota dan saat itu juga raja mulai membangun wilayah perbatasan untuk melindungi ibukota, paling tidak dia berfikir ini adalah tanggung jawab baginya karena hanya dirinya yang masih hidup saat melawan Undead King.


Saat Undead King mendapatkan kepalanya maka itu adalah akhir dari seluruh umat manusia.


"Raja itu adalah raja Neira?" tanya Anabeth.


"Benar, dua kerajaan itu tidak memiliki pemimpin sementara waktu karena itulah dia mengambil tanggung jawab tersebut dan sepertinya dia menyebarkan rumor bahwa hanya kerajaan kalian yang masih tersisa termasuk manusia di dalamnya," atas pernyataan Arina, keduanya mengangguk mengiyakan.


Anabeth memiliki wajah sulit sekarang.


"Dia mengorbankan kerajaan miliknya untuk melindungi dua kerajaan lain, sungguh konyol."


"Itu pilihannya, jika dia tidak melakukannya akhirnya akan sama.. Undead King akan menghancurkan dua kerajaan tersebut lalu menghancurkan Neira, paling tidak sejauh ini dia berhasil menyelamatkan banyak nyawa."

__ADS_1


Grey bisa mengerti hal itu, walau caranya sedikit ektrim raja Neira telah melakukan tugasnya dengan baik. Akan tetapi yang membuatnya penasaran hanyalah satu hal.


"Bagaimana kau tahu semua itu?"


"Saat kejadian itu terjadi aku berada di bawah air jurang tersebut, saat itu aku terlalu muda untuk terlibat hal seperti itu."


"Dan Vardes?"


"Itu nama salah satu kerajaan yang tersisa dan satu lagi Asteria. Setelah kau tahu semua ini apa kau marah dengan rajamu?"


"Aku hanya marah pada orang-orang ibukota yang sama sekali tidak membantu kami yang berjuang di perbatasan."


Arina memiringkan kepalanya dan Grey melanjutkan.


"Yang terjadi biarlah terjadi, sekarang yang kami ingin lakukan adalah bagaimana cara mengatasinya termasuk bulan merah itu."


"Aku sudah menunggu seseorang datang menemuiku sejak lama, saat aku tahu para undead mulai menyerang, aku terus mencoba bereksperimen untuk sedikit membantu, tak kusangka penantianku tidak sia-sia."


"Kenapa dia melakukannya sejauh itu Grey?"


"Dia menyesal, saat dua raja itu jatuh ke dalam air dia bisa saja menyelamatkan keduanya namun saat itu mungkin dia terlalu takut, karena itulah dia ingin menembus semuanya dengan cara seperti ini."


"Arina, kau?"


"Yang dikatakan Grey benar, jika saat itu aku bisa menyelamatkan keduanya mungkin akan banyak nyawa yang terselamatkan di masa sekarang," pernyataannya diselimuti kesedihan mendalam.

__ADS_1


__ADS_2