Menjadi Kuat Seorang Diri

Menjadi Kuat Seorang Diri
Chapter 66 : Kunjungan


__ADS_3

Bagaimanpun keluarga kerajaan tidak bisa begitu saja meninggalkan wilayahnya begitu saja, karena itulah hanya Grey dan Arina saja yang diizinkan pergi serta seekor roh bernama Via turut menemani.


"Aku tadinya ingin mengajak anak dan istriku, sekarang aku merasa bersalah karena bersenang-senang sendirian."


Arina yang mengendalikan kereta membalas.


"Hal itu mudah, kita hanya harus membuat festival yang serupa aku yakin banyak orang yang menyukainya."


"Ah, benar juga... anggap saja kita melihat bagaimana cara mereka mengadakan festival."


"Yey, festival, aku suka festival," potong Via bersemangat sebelum kereta mereka melanjutkan perjalanan kembali.


Awalnya setiap negara hanya memiliki satu kota namun sekarang seiring waktu kota-kota lain telah bermunculan. Bagi makhluk hidup 10 tahun adalah waktu yang cukup cepat untuk mereka menambahkan populasi.


Walau setiap kota masih berjumlah sedikit itu akan lebih baik untuk ke depannya. Seperti mengirim 20 orang untuk mendirikan kota baru ataupun desa dan selama itu mereka akan mulai berkembang dengan sendirinya.


Grey memetik dua apel dalam perjalanan yang diberikannya pada Via salah satunya ketika mereka beristirahat.


"Ini sangat manis tuan."


"Benar."


Untuk Arina dia sedang berenang di sebuah danau yang indah.

__ADS_1


"Airnya terasa segar."


Dia keluar dari air dengan telanjang sebelum kembali mengenakan pakaiannya lalu duduk di samping Grey untuk merasakan embusan angin yang menerpanya.


Itu jelas pemandangan yang begitu damai.


Setelah beristirahat mereka melanjutkan perjalanan kembali dan ketika sampai yang menyambut mereka adalah Olivier sendiri selaku pemimpin dari ras putri duyung dan juga ratu dari kerajaan ini.


"Terima kasih tuan Grey sudah datang kemari, pasti melelahkan silahkan ikuti aku, aku akan menjamu semuanya dengan makanan mewah di istana ini."


"Kedengarannya bagus, sebaiknya rasanya tidak mengecewakan."


"Tentu saja ini yang paling terbaik."


Grey mengingat kembali kota ini, banyak ornamen dari festival yang sudah terpasang dan ia yakin acaranya akan meriah. Penduduk kota di sini juga terlihat bersemangat.


Grey cukup terkejut karena hidangan yang mereka siapkan benar-benar sangat banyak, itu terdiri dari berbagai olahan seperti daging, sayuran, sup dan juga bahkan ketersediaan makanan laut yang berlimpah.


"Silahkan, jangan menahan diri... makan semuanya."


Meski Olivier mengatakan itu, jumlah yang bisa mereka makan tetap saja terbatas.


Grey mencoba sebuah udang raksasa dan ia langsung menyukainya, di tempatnya ia belum benar-benar mengolah hasil laut dengan baik.

__ADS_1


"Bagaimana?"


"Semua ini terasa enak."


"Syukurlah jika kalian menyukainya, kalau masih kurang aku akan menyiapkan hal lainnya."


Ini jelas malah lebih disebut terlalu berlebihan, meski begitu semua orang sangat puas dengan jamuan tersebut.


Mereka diberikan kamar untuk beristirahat, di balkon Grey yang sudah meninggalkan helm untuk menutupi wajahnya kini melihat pemandangan kota luas di depan matanya.


"Benar-benar sangat berbeda, senang bahwa kota ini terasa benar-benar hidup."


"Aku juga berpikiran demikian, kulihat ras putri duyung juga bisa akur dengan ras lainnya, aku senang melihatnya," balas Arina yang tidur di atas ranjang.


"Kenapa kau berada di sini? Bukannya kau punya kamar sendiri."


"Ayolah Grey, kau tega membiarkan gadis secantikku tidur sendirian di tempat asing, aku perlu teman juga."


Via yang menjawabnya.


"Paling dia merasa kesepian saat melihat rasnya sendiri."


"Benar sekali."

__ADS_1


__ADS_2