
Di dalam ruangan cukup samar, sesosok tubuh tanpa kepala tampak duduk di singgasananya, dia hanya menggerakkan jari-jarinya yang mengerucut tanpa bisa bicara ataupun melakukan hal lain, itu karena dia tidak memiliki kepala meski demikian dia masih hidup adalah hal yang bisa disimpulkan bagaimana orang melihatnya. Tubuhnya yang tertutup armor berat menunjukan betapa kuat dirinya bahkan dari fisiknya.
Seorang wanita yang memiliki penggabungan antara manusia dan burung mulai memberikan laporan untuknya, dia adalah Harpy, bagaimana dia masih berkomunikasi dengannya juga masih dipertanyakan.
"Gelombang ke dua cukup berdampak pada kerajaan Neira, jika hanya menyerang mereka kita bisa menerobos wilayah perbatasan mereka."
Menanggapi perkataan Harpy, sosok tanpa kepala itu mengibaskan secara perlahan tangannya.
"Anda akan membiarkannya disapu bersih oleh gelombang? Aku mengerti, dan sebagai gantinya kita akan lebih dulu menyerang Vardes."
"...."
Alih-alih menyerang tempat yang akan hancur dengan mudah, sosok itu memilih sesuatu yang berbeda, itu karena dia baru menyadari satu hal dimana dia terlalu fokus untuk mengambil kepalanya di kerajaan Neira, akan jauh lebih mudah jika dia membunuh dua kerajaan yang kemungkinan besar akan menggangu di masa depan nanti.
Harpy tersebut memberikan hormat sebelum memanggil seekor manusia serigala yang mengenakan armor hitam dengan palu raksasa yang dia pikul di bahunya.
__ADS_1
"Haha apa tugasku sekarang telah datang?"
"Tuan Undead King ingin kau menghancurkan Vardes, kau bisa membawa pasukan sebanyak yang kau inginkan."
"Dimengerti aku akan menghancurkan seluruh umat manusia di sana, jika tidak berhasil namaku bukan Januar."
Dia pergi setelah memberikan hormat rendah.
Sementara itu di tempat lain, Grey dan Anabeth memprotes tetang bagaimana mereka harus tidur bersama di dalam satu kamar. Sementara Arina hanya menyilangkan tangannya selagi berada di depan pintu.
"Maaf saja tapi di sini hanya ada dua kamar, satu dapur dan kamar mandi. Bukannya kalian ini pasangan suami istri."
Memang benar Anabeth sering sesekali menggoda Grey tapi jika hal seperti ini, bahkan baginya itu terlalu berlebihan.
"Aku akan tidur di ruang tamu saja," ucapan Grey menyelamatkan situasi tersebut.
__ADS_1
Dia pria normal jadi tidak mungkin hal seperti itu tidak terjadi saat dia bersama seorang wanita seperti Anabeth, Arina memilih membiarkan situasi berjalan seperti itu saja lagipula melihat pasangan yang canggung memiliki daya tariknya sendiri.
Arina seorang penyihir yang berwawasan tinggi namun dia juga memiliki kecenderungan untuk melihat banyak ekpresi orang lain, selama ini dia hanya hidup sebagai penggemar buku dan di sana dia tidak bisa melihat seperti apa yang ditunjukkan di depan matanya.
Yap, itu adalah bagaimana seseorang mengapresiasi perasaan cinta mereka, dengan kata lain Arina hanya seorang maniak novel percintaan.
"Kalian seharusnya berciuman, dorong Anabeth ke dinding dan mulai raba-raba dia."
Keduanya berteriak bersamaan.
"Kenapa kami harus melakukannya?"
"Di buku ini kebanyakan pasangan seperti itu."
Anabeth menutup matanya spontan saat dia diperlihatkan buku mencurigakan.
__ADS_1
Itu bukan buku yang pantas untuk dilihat ataupun dibaca anak dibawah umur.
Pada akhirnya Grey tidur seperti yang dia rencanakan dan semua orang memiliki waktu tidurnya yang nyenyak dan damai.