Menjadi Kuat Seorang Diri

Menjadi Kuat Seorang Diri
Chapter 62 : Melawan Naga Air


__ADS_3

Semua orang telah berkumpul untuk melakukan rapat, Irena menjelaskan apa saja yang mereka telah temukan.


Kastil undead king berada di sebuah kastil di daratan yang menyerupai pulau, untuk bisa menyebrang mereka harus mengalahkan naga air berkepala dua yang mendiami danau itu sendiri.


Itulah bagian tersulit untuk mencapai titik pertarungan akhir.


Irena menambahkan bahwa mereka sudah memancing naga itu keluar air, sayangnya dia benar-benar tak ingin keluar dan terus berdiam diri di sana untuk menyergap siapapun yang mendekat.


"Jika kita tidak bisa melakukan itu, biar aku yang membekukan seluruh danau dengan sihir esku, paling tidak itu bisa kita jadikan sebagai pijakan," atas usulan Arina membuat semua orang terkagum-kagum.


Arina seorang penyihir kuat dia jelas mampu melakukannya, setelah penyusunan strategi semua orang akan siap bergerak siang hari untuk menjalankan rencana tersebut.


Grey membaringkan dirinya di bawah pohon dengan Via yang duduk di badannya selagi mengemil.


"Nah Via, apa dunia akan damai jika undead king dapat dikalahkan?"


"Aku pikir akan damai tuan, tapi mempertahankan kedamaian itu sendiri yang sulit dilakukan, terkadang setelah puluhan tahun atau ratusan tahun selalu muncul-muncul hal seperti penerus undead king atau sebagainya."


Grey pikir itu memang perkataan yang benar, kejahatan tidak akan musnah karena satu orang dikalahkan, selalu ada kejahatan setelahnya meski begitu asalkan manusia bisa mengatasinya maka itu sudah cukup.

__ADS_1


Tak lama kemudian Arina muncul dan berbaring di samping Grey.


"Bosan sekali, apa kita tidak bisa menyerangnya sekarang?"


"Para pasukan perlu persiapan, bersabarlah sedikit."


"Hmm aku tahu."


Saat Grey mengalihkan pandangannya pada Arina dia benar-benar sudah tertidur pulas.


"Sebenarnya dia datang ke sini untuk apa?" pernyataan Grey tidak dibalas siapapun. Saat matahari telah tinggi dia membangunkan Arina hingga dia terkejut.


"Tak masalah, kau benar-benar terlihat pulas."


"Whoaa."


Dia segera mengusap mulutnya lalu merapikan rambutnya sebelum mengikuti Grey yang sudah berjalan lebih dulu.


Mereka berkumpul dengan pasukan yang lainnya, tepatnya di danau yang dimaksud Irena sebelumnya, danau ini begitu besar serta memantulkan cahaya biru langit yang indah. Arina berjalan untuk meletakan tangannya di permukaan air dan tampak tubuhnya mengeluarkan mana yang luar biasa.

__ADS_1


"Ice Circle."


Tepat diakhir perkataannya es menyembur ke atas kemudian mulai merambat mengikuti danau hingga akhirnya sepenuhnya membeku.


"Aku sudah selesai, kita bisa lewat sekarang."


"Kalau begitu semuanya maju," atas pernyataan Irena semua orang bergerak.


Dibandingkan Grey, Irena lebih memberikan semangat pada semua pejuang. Irena maupun anggota partynya memberikan tanda untuk semua orang berhenti. Ada semacam bayangan di bawah kaki mereka dan selanjutnya bayangan itu menghancurkan es dan menyeruak ke luar.


"Dia muncul, semuanya bentuk formasi penyerangan," ucap Sartina memotong.


"Baik."


Bayangan itu berasal dari naga biru dengan dua kepala yang masing-masing menyemburkan api. Walau di dalam air naga ini punya kemampuan membakar.


"Terus serang."


Bersama ucapan Irena semua orang bergerak maju. Masing-masing dari mereka menyerang secara langsung dan sebagian lagi merapalkan sihir penyerangan ataupun sihir pertahanan. Grey memegang pedang Via dengan kedua tangannya untuk mengoyak bagian samping naga tersebut setelah serangan Sartina, Irena juga mengambil sisi yang berbeda, disusul Winy dan juga Angel yang dibantu petualang lainnya.

__ADS_1


Naga itu mulai mengamuk dan kemudian melemparkan semuanya untuk mundur ke belakang dengan cara mengibaskan tubuhnya.


__ADS_2