Menjadi Kuat Seorang Diri

Menjadi Kuat Seorang Diri
Chapter 48 : Serangan Bagian Satu


__ADS_3

Setelah hujan berhenti mereka mulai kembali bergerak keesokan paginya, karena hujan turun semalam langkah mereka sedikit terhambat lumpur meski demikian mereka tetap terus maju.


Ibukota terlihat dari tempat mereka bersembunyi, menyerang secara langsung bukanlah sebuah strategi maka mereka terpaksa menyelinap di bawah gorong-gorong saluran air dan naik ke atas melalui tangga dan keluar dari lubang di dalam gang sunyi.


Seperti inilah bagaimana Alexia bisa melarikan diri juga, dari sini letak istana lebih dekat, setelah menyampaikan strategi yang mereka buat... mereka menyebar ke jalanan trotoar sementara itu Grey dan Alexia mengambil jalan berbeda.


Irena menjulurkan tinju padanya.


"Kita pasti berhasil."


"Aah."


Segeranya tak satupun penjaga bisa mengetahui keberadaan mereka, di tempat ini ada beberapa pos penjaga karena itulah semua orang akan secara diam-diam melumpuhkan mereka tanpa membuat keributan yang membuat semua penduduk takut.


Dua penjaga berusaha menghentikan sosok Grey dan Alexia yang segera berjalan masuk ke dalam gang, ketika mereka mengikuti, Grey memukul keduanya sampai tumbang.


Kota ini dikelilingi tembok tinggi dengan meriam ditempatkan di atasnya, semua pertahanan ini adalah hal yang paling kuat untuk mencegah gelombang, Grey sedikit kecewa karena sebelumnya hal seperti ini tidak diterapkan di kota perbatasan. Namun dia memilih mengesampingkan hal itu. Ia kini memiliki tugas yang jauh lebih penting dari itu. Yaitu mengembalikan sosok Alexia menjadi pewaris kerajaan.


Grey dan Alexia saling mengangguk kemudian berjalan ke jalanan umum untuk berbaur dengan para pejalan kaki. Bersamaan itu ledakan menggema di tempat lain.

__ADS_1


"Kita ketahuan dengan cepat, sekarang apa?" tanya Alexia yang dijawab tenang.


"Kita lari saja ke istana."


"Baik."


Para prajurit di luar kota pasti akan segera masuk ke dalam kota, rencana mereka untuk menyelesaikan semuanya tanpa keributan jelas telah gagal.


Para penjaga istana telah bersiaga di gerbang, Grey menggunakan pedang Via yang sejak tadi berada di punggungnya, dengan sekali tebasan di udara mereka terlempar jauh ke belakang, merobohkan gerbang hingga mereka bisa masuk melalui perkarangan istana.


Dengan mengirimkan seluruh prajurit ke luar, maka istana jelas tempat yang paling sedikit penjagaannya, dan tepat saat keduanya memasuki area singgasana seorang menyambut mereka.


"Sesuai yang kuduga kalian benar-benar akan datang ke tempatku."


"Jika kau tahu seperti itu, kenapa tidak memperkuat pertahanan di sini," balas Grey demikian.


"Tentu saja karena aku tidak memerlukannya, aku sendiri sudah cukup mengalahkan kalian... lagipula aku ingin membunuh anggota kerajaan dengan tanganku sendiri seperti mana aku membunuh sang raja."


Alexia hendak melangkah maju setelah mengeluarkan belatinya namun Grey segera menghentikannya.

__ADS_1


"Tenangkan dirimu."


Mendengar perkataan itu sang putri kembali mundur dan melihat perdana menteri telah berdiri di tempat duduknya. Dia melebarkan tangannya dengan angkuh.


"Terima saja bahwa ini akhir dari umat manusia, dengan mengikuti permintaan Undead King, maka kita bisa mempertahankan keberlangsungan kita semua."


"Singkatnya kau ingin mengorbankan puluhan orang demi menyelamatkan dirimu sendiri."


"Itulah tujuanku, paling tidak manusia bisa bertahan."


"Dibandingkan menuruti keinginanmu lebih baik kami bertarung untuk masa depan dan mati bersama-sama, jika manusia mati itu lebih baik daripada diperbudak oleh mereka," jawab Grey dengan sedikit intonasi marah di dalamnya.


"Terserah kau saja mau mengatakan apa karena hasilnya akan tetap sama."


Perdana menteri mengambil sesuatu di tangannya, itu menyerupai sebuah gumpalan daging merah yang dia makan dengan lahap.


Bersamaan itu tubuhnya kini berubah menjadi semacam iblis, dengan tambahan dua mata lain di pipinya.


"Ah, kekuatan ini luar biasa."

__ADS_1


Dia terlihat lebih muda dari umurnya.


__ADS_2