Menjadi Kuat Seorang Diri

Menjadi Kuat Seorang Diri
Chapter 71 : Dua Komandan Dari Dua Kerajaan


__ADS_3

"Biar aku menggosok punggungmu Irena."


"Apa harus?"


"Ketika dua gadis mandi bersama, hal itu sudah biasa dilakukan."


Irena merasa itu mungkin hanya keinginannya saja sebagai sesama gadis, membiarkan Sartina melakukannya Irena hanya mengembungkan pipinya merasa malu. Ia akan terbiasa melakukan seperti ini bersama rekannya sesama petualang jika itu seorang yang asing itu masihlah membuatnya canggung.


"Sudah selesai."


"Aku merasa aneh saat dimanjakan, biar aku juga menggosok punggungmu."


"Kalau begitu tolong yah."


Ketika mereka selesai mereka bersama-sama berendam di bak yang cukup besar untuk dua orang, ini kediaman Sartina dan ia sangat senang ketika seseorang datang berkunjung.


"Itu, kediamanmu cukup sederhana, apa kau tidak mencoba merekrut pelayan atau sebagainya?"


"Hmm.. itu sesuatu yang sama yang dikatakan yang mulia, aku rasa aku akan melakukannya jika aku benar-benar membutuhkannya nanti, untuk sekarang aku lebih suka seperti ini."


"Begitu."


"Ini merupakan rumah peninggalan satu-satunya kedua orang tuaku, di sini tersimpan berbagai banyak kenangan indah... lalu bagaimana dengan Irena, apa kamu memiliki kediaman tertentu?"


"Saat jadi petualang aku hanya tidur di penginapan tapi sekarang aku membangun mansion dan memperkejakan beberapa pelayan di dalamnya."


"Owh, itu pasti menakjubkan."

__ADS_1


"Kamu bisa mampir loh, nanti aku yang akan memanjakanmu."


"Kedengarannya menyenangkan."


Keduanya tertawa kecil, dari obrolan ringan mereka terus memperdalam ikatan dan mulai mengenal satu sama lain lebih jauh.


Pagi berikutnya di atas bukit itu, Irena berdiri di belakang Sartina yang berdoa di nisan kedua orang tuanya, tempatnya sendiri dipenuhi lahan hijau serta pohon besar di belakangnya yang mana itu merupakan pemandangan indah.


Setelah selesai mereka menggelar tikar sedikit jauh kemudian meresmikan acara piknik keduanya.


"Apa kamu suka piknik di tempat seperti ini?"


"Haha begitulah tapi ini pertama kalinya aku bersama seseorang, rasanya sangat menyenangkan."


"Begitu."


"Ngomong-ngomong kemarin aku tidak sengaja mendengar pembicaraanmu dengan yang mulia, apa kamu akan melakukan semacam ekspedisi?"


"Aah, kami ingin mencari keberadaan para Elf, temanku ada yang berasal dari ras elf, aku sebenarnya ingin bisa membantunya, dia sering disebut sebagai elf terakhir tapi jika aku berhasil menemukannya maka aku yakin ia akan senang."


"Ah begitu, kuharap kamu berhasil."


"Terima kasih."


"Untuk sekarang mari makan roti lapis ini aku punya banyak loh."


Irena hanya diam tersenyum ragu, bagaimanapun Sartina membuat roti lapis cukup tinggi hingga itu mungkin bukan sesuatu yang bisa dimakan satu orang.

__ADS_1


***


Grey duduk di kursinya selagi mengerjakan pekerjaannya yang biasa, dia sedang memikirkan untuk membuat festival yang sama yang dilihatnya di kerajaan Asteria saat perkerjaan utamanya selesai karena tidak membuahkan hasil maka ia meminta bantuan ke dua istrinya Flarisa dan Anabeth di ruang keluarga.


"Owh, itu menarik... aku akan menjadi orang yang bertanggung jawab," ucap Anabeth disusul Flarisa.


"Aku juga."


"Kalau begitu ini adalah data festival yang dibuat Asteria, kalian bisa menambahkan hal baru atau menguranginya."


Keduanya menunjukkan tatapan mata bersemangat.


"Mari buat kontes kecantikan."


"Benar."


"Ugh, sudah kukatakan jangan ada kontes seperti itu... buat semacam kontes makan atau berdansa saja."


"Heh, padahal itu acara yang paling ditunggu banyak orang."


"Kurasa suamiku tidak ingin melihat kita."


"Yah, aku sudah melihat keseluruhan dari kalian apa lagi yang ingin kalian tunjukan."


Entah Anabeth atau Flarisa keduanya segera menyembunyikan tubuh mereka dengan tangan mereka, dan berkata jahil secara bersamaan dengan imut.


"Dasar mesum."

__ADS_1


Mereka benar-benar berusaha menggoda Grey sekarang.


__ADS_2