
Malam itu.
Farah di harus kan lembur karena begitu banyak kerjaan yang harus ia selesaikan menjelang akhir bulan.
Rasa lelah tentu saja menghampiri gadis itu, saat waktu nya ia akan pulang tiba, ia berjalan keluar sembari memijit leher nya. berjalan sampai di trotoar untuk menghentikan Taxi.
Saat mata nya sedang menunggu Taxi yang lewat, tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depan Farah, melihat hal itu, ia Teheran namun tetap waspada karena barang kali itu adalah orang jahat.
Saat seseorang itu turun dan menghampiri Farah, ia terkejut saat kembali melihat laki-laki yang sempat ia tabrak di kantor nya tadi siang. perasaan Farah pun semakin tidak enak di buat nya. merasa ini kebetulan yang tak biasa.
"Farah, kamu mau pulang?." Tanya Pria tua itu. Farah hanya tersenyum kecil dan mengangguk.
"Jangan takut Farah saya bukan orang jahat kok, perkenalkan Nama saya Beni."Kata Pria itu saat melihat Farah tampak waspada pada nya.
"Ada yang ingin saya bicarakan sama kamu Farah, mari sekalian saya antar pulang!." Ajak Pak Beni dengan sopan.
"Bicara apa ya?, maaf kalau tidak sopan pak, saya tidak naik mobil orang yang baru saya kenal." Balas Farah.
Pak Beni tersenyum dan mengangguk. "Baiklah saya mengerti, mungkin saya yang terlalu buru-buru mau mengajak mu bicara." Kata Pak Beni.
__ADS_1
"Apa kamu kenal siapa nama pemilik perusahaan tempat kamu bekerja?" Tanya Pak Beni.
Farah sejenak terdiam, ia benar-benar tidak tahu akan hal ini. Melihat Farah yang terdiam pak Beni pun tertawa.
"Iya, iya, sudah lah, saya sudah tahu jawaban nya, setelah pertemua Kita ketiga kali, saya berharap kamu mau saya ajak bicarakan sesuatu yang penting."Ucap Pak Beni.
Pak Beni lalu menatap supir nya yang berdiri di samping mobil, segera sopir itu seolah mengerti kode laki-laki itu, ia melambaikan tangan saat sebuah Taxi lewat. "Silakan Farah, supir saya sudah panggil kan taxi untuk mu."Ucap Pak Beni.
Farah mengangguk ragu. "Maaf sekali lagi pak, saya pulang dulu."Ucap Farah.
"Kamu tidak ada salah , jangan minta maaf, hati-hati di jalan."Balas Pak Beni.
Pak Beni lalu melihat Farah yang masuk ke dalam mobil Taxi itu hingga Farah tak terjangkau lagi di hadapan nya.
Malam itu.
Malam yang di tunggu-tunggu para staf pun tiba dan karyawan lain nya pun tiba, Hari dimana mereka akan datang ke acara ulang tahun bos mereka yang sebagian dari mereka masih belum kenal termaksud Farah dan kedua sahabat nya.
Pit
__ADS_1
Pit
Terdengar suara klakson mobil dari luar pagar lekas mengalihkan pandangan Farah saat berada di depan cermin.
"Farah, Windi udah datang tuh sayang."Ucap Bu Ayu.
"Iya Bu."Balas Farah dan lekas berdiri mengambil tas nya.
Tidak ada yang wow dari penampilan Farah, ia hanya memakai dress di bawah lutut berwarna Putih dengan lengan Sabrina membuat nya tampak anggun.
"Cantik banget sih."Ucap Windi saat Farah masuk ke dalam mobil.
"Kayak nya biasa saja dech."Balas Farah.
"Farah pake baju apa pun akan selalu cantik."saut Sisil.
Farah hanya tersenyum, malah ia merasa minder saat melihat penampilan kedua sahabat nya dengan dress yang mewah mengkilap, berbeda dengan diri nya, karena ia merasa tidak begitu selera untuk datang, hanya sekedar menghormati atasan nya, ia pun menghadiri acara itu.
Dari jendela Rumah, Brams melihat sang adik yang senyum nya sudah kembali, membuat nya merasa senang akan hal ini.
__ADS_1
"Farah kayak nya sudah bisa mulai melupakan Bayu."Ucap Pak Broto dari belakang.
"Iya Pak, tapi bagus lah, perlahan dia bisa kembali seperti dulu, Farah yang ceria."Jawab Brams.