
Pagi itu.
di keluarga Pak Beni.
Pak Beni dan Bu Amber sedang duduk sarapan pagi.
"Pagi Ma, Pa."Ucap Bima. Pak Beni mengangguk.
"Pagi sayang."Balas Bu Amber.
"Kamu sudah ketemu dengan sekertaris mu?." Tanya Pak Beni.
"Sudah Pa."Ucap Bima.
"Papa ingin dia betah dengan kamu, jangan membuat nya tidak betah, atau kamu akan tahu apa akibat nya kan."Ucap pak Beni.
"Apa Papa bisa tidak mengancam ku?." Tanya Bima kesal.
"Ini mengingatkan, bukan ancaman." Ucap Pak Beni.
"Papa sudah lah pa, ini masih pagi."Ucap Bu Amber.
Bima lalu berdiri dengan kesal. ia berjalan pergi meninggalkan meja makan tanpa mengatakan apa pun.
__ADS_1
•••
di tempat lain.
Farah dan Kedua sahabat nya datang ke kantor tempat mereka bekerja di hari pertama ini.
Saat masuk, Windi dan Sisil lansung di sambut para staf Lain yang akan mengarahkan. sementara Farah di bawa ke ruangan Bima untuk menunggu bos nya itu datang.
Farah msuk ke ruangan Bima dan melihat-lihat hingga mata nya tertuju pada sebuah bingkai foto.
Tiba-tiba sebuah tangan dengan kasar menarik foto itu. membuat Farah terkejut dan menoleh itu juga.
"Jangan berani-berani menyentuh batang-barang ku, ingat kerjaan mu disini hanya fokus pada berkas-berkas bukan yang lain."Ucap Bima dengan nada yang aga meninggi.
"Baik Pak."Kata Farah.
Bima lalu duduk di kursi kerja nya, memberikan berkas yang harus ia kerjakan, melihat Berkas yang begitu banyak tentu saja membuat Farah bertanya-tanya.
"Ini semua yang harus di kerjakan?, Tapi kan saya masih baru pak."Kata Farah.
"Kau sudah bekerja lama kan di perusahaan di Jakarta, lalu dimana letak masalah nya, semua sistem di semua kepala cabang perusahaan semua Sama. cepat keluar!." Kata Bima.
Dengan perasaan kesal yang di tutupi, ia berjalan keluar dari ruangan itu. namun Farah malah menabrak seseorang dan membuat nya hampir jatuh, namun sial nya berkas yang begitu banyak terjatuh dan sebagian berserakan di lantai.
__ADS_1
"Astaga, kau buta ya, kenapa menabrak ku begini."Ucap Wanita yang adalah Rossa kekasih nya Bima.
"Maaf."Balas Farah padahal ia tak merasa salah.
"Sayang siapa dia?." Tanya Rossa.
"Sekertaris baru." jawab Bima.
Mendengar kalau Farah adalah sekertaris baru Bima, Rossa pun menatap Farah yang sedang merapikan kembali berkas sembari duduk dengan terjn tidak senang.
"Aku tidak suka kalau dia menjadi sekertaris mu, aku gak mau kamu selingkuh "Ucap Dewi.
"Aku tak akan selingkuh, aku sudah mencintai mu selama nya."Balas Bima.
"Tetap saja aku tidak suka, aku saja yang Carikan kamu sekertaris baru."ucap Rossa.
"Aku akan cari cara agar dia segera pergi, ini yang cari Papa, aku tak bisa sembarangan memecat nya."Balas Bima. mendengar hal itu Rossa pun cemberut.
"Kalau gitu, aku iya kita jalan-jalan dan pergi nonton."Ajak Rossa, Bima mengangguk keinginan kekasihnya.
"Kau keluar lah ke mobil lebih dulu, aku akan menyusul."Kata Bima dan Rossa mengangguk.
Rossa lalu berjalan keluar dan berhenti tepat di depan meja Farah. Farah yang melihat Rossa berhenti di depan meja nya pura-pura tidak melihat, Rossa lalu berjalan pergi dengan gaya tidak suka.
__ADS_1
"Dia dan kekasihnya sama saja, sama-sama menyebalkan."Kata Farah saat Rossa sudah berlalu pergi.