
Di jalan tak ada percakapan di antara Rangga dan Farah, Farah hanya diam dan mengamati jalan dalam diam nya, suasana begitu sunyi, sesunyi perasaan nya saat ini.
"Farah, ini milik mu, pakailah saat kamu memerlukan nya."Ucap Rangga memecah kesunyian.
Rangga memberikan sebuah kartu ATM untuk Farah, membuat Farah sejenak melihat tapi tak mengambil kartu itu dari tangan laki-laki itu.
"Apa ini Rangga?, Maaf aku tak bisa menerima nya."Ucap Farah menolak.
"Ini kartu milik Mas Bayu, dia menitipkan pada ku untuk rencana bulan madu kalian, ambilah, pin nya hari ulang tahun mu."Ucap Rangga.
Mendengar kalau Ini adalah peninggalan Bayu, Wajah Farah pun kembali tertekuk, ia seperti kembali merasakan kesedihan di hari bahagia waktu itu. perlahan dengan sedikit bergetar tangan Farah meraih kartu itu dari tangan Adik suami nya itu.
"Terima kasih."Ucap Farah.
"Aku berharap setelah ini, kau bisa kembali memulai hidup baru, kembali bangkit lagi dari kesedihan ini Farah, Aku nyakin Mas Bayu tidak akan bahagia melihat kamu seperti ini terus."Ucap Rangga.
Farah melihat Rangga yang mencoba memberikan pengertian kalau ia harus bangkit lalu ia mengangguk.
Saat sampai di rumah.
__ADS_1
Farah di sambut oleh Ibu dan ayah nya yang memang sudah di beri tahu Farah kalau ia akan kembali ke rumah hari ini.
Farah lalu memeluk Ibu nya dan kembali dengan kesedihan nya, menangis di pelukan Ibu nya, seorang ibu yang melihat kesedihan Anak nya pun ikut sedih.
"Sudah lah nak, sampai kapan kamu mau sedih terus seperti ini."Ucap Bu Ayu.
Rangga lalu menaruh koper di depan mereka. "Singgah dulu Rangga."Ajak Pak Broto.
"Maaf Om, saya harus lansung jalan, lain kali saja saya akan mampir."Balas Rangga dengan sopan.
Pak Broto dan Bu Ayu mengangguk.
"Iya, makasih Rangga."Balas Farah dan Rangga mengangguk, ia lalu pamit pada pak Broto dan Bu ayu sebelum melangkah kembali ke dalam mobil.
•••
Malam Itu.
Semua keluarga inti pak Broto tampak berkumpul di meja makan menikmati makan malam bersama.
__ADS_1
"Sebenarnya Rangga itu anak yang baik dan sayang orang tua, kenapa tidak kamu setujui aja menikah dengan Rangga."Ucap Pak Broto. pertanyaan pak broto membuat yang ada di meja makan melihat pak Broto.
Farah yang mendengar pun hanya diam saja.
"Dengan begitu bukan kah hubungan keluarga kita dengan Keluarga pak Ramli akan terus bersambung."Ucap Pak Broto.
"Sudah lah pak."Ucap Bu Ayu pada suami nya, merasa tidak tepat saja membicarakan itu di meja makan pikirnya.
"Farah belum siap pak untuk nikah lagi, Farah mau kerja saja."Ucap Farah.
"Yah kalau kamu mau kerja, silakan, tidak mau nikah dengan Rangga juga tidak ada yang memaksa kamu, tapi berhenti lah sedih seperti ini, sudah berapa hari kamu kembali ke sini, tapi masih saja Tampak murung, seharian dikamar, ingat Farah kamu masih muda, jangan sia-siakan hidup kamu seperti ini."Ucap Pak Broto.
Perkataan yang awal nya terdengar menjengkelkan dari pak Broto Lekas berubah membuat senyum di wajah Istri nya dan Brams putra nya.
Farah melihat ayah nya.
"Sudah cukup sedih nya nak, Kamu masih muda, siapa pun akan merasakan kehilangan, tapi jangan terlalu terpuruk, ingat lah kita msh memiliki orang-orang di sekeliling kita yang menyayangi kita dan sedih saat melihat kita sedih."Tutur Pak Broto.
Farah pun tersenyum mendengar ucapan ayah dan mengangguk.
__ADS_1