Menjanda Di Malam Pertama

Menjanda Di Malam Pertama
11 - Acara Ulang Tahun


__ADS_3

Memasuki gedung tempat acara, para tamu tampak sedang menikmati hidangan yang disajikan sembari berbincang satu sama lain. Mata Farah dan kedua sahabat nya pun melihat indah dan mewah nya dekorasi acara ulang tahun pernikahan pemilik perusahaan yang untuk pertama kali nya di rayakan di kota ini.


"Ini Pertama kali nya aku ke acara semewah ini."Ucap Windi.


"Iya, ini sangat mewah."Balas Farah tersenyum.


Di tengah percakapan mereka, Suara pembaca acara yang akan segera memulai acara malam ini pun mengalihkan pandangan ketiga wanita itu.


Rasa penasaran Ketiga wanita itu akan bos mereka yang memang tak pernah mereka kenal pun lekas membuat fokus mereka ke atas panggung.


Hingga saat mendengar Nama Pak Beni Wijaya dan Bu Amber Wijaya untuk naik keatas panggung serta melihat siapa sosok pemilik acara malam ini, Mata Farah di buat terbelalak saat melihat Pak Beni yang sempat datang menghampiri nya waktu itu dan ia tolak untuk di ajak berbicara ternyata adalah pemilik perusahaan tempat ia bekerja.


"Oh, itu pak Beni dan istri nya "Ucap Sisil.

__ADS_1


"Tapi dengar gosip tentang mereka, mereka itu pasangan romantis, dan juga baik. entah benar apa tidak."Ucap Windi. sementara Andini hanya diam saja dengan ketegangan diri nya.


saat tahu kalau pak Beni adalah bos nya, Hal itu membuat Farah tak enak hati. Bahkan saat banyak yang menghampiri Pak Beni dan Istri nya untuk mengucapkan selamat, Farah bahkan ragu untuk melangkahkan kaki nya kesana dan berhadapan dengan pak Beni. namun Windi dan Sisil mengajak nya, hingga membuat nya melangkah kan kaki nya ke arah sana.


"Pak Beni, saya Windi dan ini Farah dan Sisil , kami..."Ucap Windi belum selesai berkata lansung di lanjutkan pak Beni.


"Kalian staf di perusahaan saya kan."Ucap beni. Sisil dan Windi tentu saja terkejut ternyata Pak Beni mengenal mereka.


"Oh jadi ini staf di perusahaan kita Pa, Terima kasih sudah datang."Ucap Bu Amber istri Pak Beni.


"Terima kasih Pujian nya pak."Balas Windi. sementara Farah hanya mencoba tersenyum dengan gugup nya. bertingkah seolah ia pertemuan mereka waktu itu tidak pernah terjadi.


"Silakan nikmati hidangan yang tersedia ya, semoga kalian menyukai, kami harus ke sana dulu."Ucap Pak Beni karena harus menyapa beberapa tamu penting nya juga.

__ADS_1


Setelah pak Beni pergi, ketiga wanita itu pun benar menikmati makanan yang sangat enak. namun Farah lebih banyak diam dan tak banyak berkata hingga sampai waktu nya mereka pulang.


"Farah,kamu dari tadi kenapa diam aja?, mikirin apa sih?." Tanya Windi.


"Iya Far, kamu sakit ya?." Tanya Sisil.


Farah diam sejenak dan melihat sahabat nya. "Sebenarnya beberapa hari lalu pak Beni mau ajak aku bicara, tapi aku tolak."Ucap Farah tak semangat menjelaskan.


"Apa, kok bisa?, Pak Beni..."


"Iya, aku juga gak tahu kalau dia atasan kita, aku pikir dia itu Klain perusahaan yang hidung belang, jadi aku tolak, lagi aku kan gak tahu, gak salah kn?." Tutur Farah.


"Oh, gak apa-apa juga sih, siapa tahu memang hidung belang, kita kan gak tahu, banyak kok om-om kaya yang genit."Balas Sisil.

__ADS_1


"Iya Far, udah jangan di pikirin, santai saja, santai kayak di pantai."Sambung Windi.


Farah pun mulai merasa tenang dan tersenyum mendengar ucapan sahabat nya.


__ADS_2