Menjanda Di Malam Pertama

Menjanda Di Malam Pertama
13 - Bukan Tujuan


__ADS_3

Mendengar penawaran yang bagus dan gaji yang lebih besar dan fasilitas yang mengiurkan untuk Farah saat ini sebenarnya tidak membuat Farah tertarik, namun menghormati pak Beni yang menjelaskan panjang lebar dan tampak keseriusan Pak Beni ingin ia bekerja untuk anak nya pun membuat Farah mencoba mendengar dengan baik untuk menghormati pak Beni.


Karena memang keinginan Farah untuk bekerja kembali dan menyibukkan diri nya bukan karena uang, karena ia ingin melepaskan kesedihan yang membelenggu diri nya beberapa bulan terakhir semenjak meninggalnya suami nya, bagaimana pun Farah juga menyadari kalau keluarga juga sedih melihat kondisi nya saat di rumah yang terus memikirkan Bayu.


"Bagaimana Farah?." Tanya pak Beni.


"Maaf Pak, saya belum bisa jawab sekarang, saya membutuhkan waktu untuk memikirkan nya kembali." jawab Farah.


Pak Beni yang mendengar pun tersenyum dan mengangguk mengerti kalau Farah membutuhkan waktu.


"3 Hari lagi jika urusan saya sudah selesai saya dan istri saya akan kembali ke malang, sebelum hari itu tiba saya berharap kamu memberikan kabar baik untuk saya."Ucap Pak Beni.


"Baik Pak, saya akan segera kabari pak Beni."Jawab Farah.


"Kalau begitu kamu boleh kembali bekerja Farah, terima kasih untuk waktunya."Kata Pak Beni.


"Saya Permisi pak." ucap Farah dan berlalu pergi.


Pak Beni melihat Farah, ia sangat berharap Farah akan menerima tawaran nya.


Farah kembali ke meja nya dan lansung di dekati kedua sahabat nya, yang penasaran apa yang di bicarakan Pak Beni dengan Farah setelah tahu dari staf lain kalau Farah di panggil ke ruangan atasan.

__ADS_1


"Farah, kamu gak apa-apa kan?." tanya Windi.


"Kamu gak di pecat kan?. Tanya Sisil juga.


"Tega banget sih doain aku di pecat."Ucap Farah.


"Iya, terus kenapa kamu di panggil?." Tanya Windi.


"Cerita gak ya."Ucap Farah tersenyum.


"Cerita dong." balas Windi dan Sisil bersamaan.


"Di tawarin pak Beni untuk mutasi ke malang, gaji nya di naikin 2 kali lipat, di kasi apartemen, jadi sekertaris nya ank pak Beni."Ucap Farah.


"Kok bisa?."


Farah mengangkat kedua bahu nya tak tahu


"lalu kamu terima?." Tanya Windi.


"Aku gak tertarik."Balas Farah.

__ADS_1


"Kenapa, sayang di lewati far, di kasi fasilitas nyaman, gaji gede."Ucap Windi.


"Yah gak tertarik saja, tujuan aku sekarang bukan itu."Balas Farah.


Windi dan Sisil pun menatap Farah, ia tahu maksud wanita itu.


"Apa pun keputusan kamu Far, kita akan selalu dukung kamu."Ucap Windi dan melingkarkan pelukan di bahu Farah.


Farah pun tersenyum. "Makasih."Balas Farah.


Pak Beni melihat dari Cctv, meski tidak tahu apa yang di bicarakan Farah dan Kedua sahabat nya, tapi Pak Beni tahu kalau Farah akan menolak hal ini, tapi tentu saja ia berharap Farah akan berubah pikiran, karena ia membutuhkan sosok seperti Farah untuk membantu putra nya.


•••


Di meja makan.


Farah duduk bersama keluarga nya untuk makan malam bersama seperti biasa nya.


"Farah tadi Mertua kamu telefon, tanyain kabar kamu."Ucap Bu Ayu memberi tahu.


"Oh, gimana Kabar Bapak mas Bayu Bu?." Tanya Farah.

__ADS_1


"Kata nya sudah baik. mereka juga senang saat mendengar kalau kamu sudah kembali bekerja."Ucap Bu ayu. Farah pun mengangguk.


Percakapan singkat pun di akhiri setelah makan malam selesai dan Farah masuk ke kamar nya, seperti biasa ia melihat foto Bayu dan mengajak nya bicara, menceritakan kisah yang ia alami hari ini.


__ADS_2