
" Ma, Ayo sarapan." Ajak Pak Beni. Namun Bu Amber tak menghiraukan ajakan suami nya, ia kembali asik dengan Tayangan di tv.
Bima pun melihat Ibu nya lalu melihat ayah nya yang duduk di hadapan nya.
"Biarkan saja, Mama mu masih marah soal kemarin, nanti juga dia pasti sarapan." Kata Pak Beni.
"Aku pergi dulu Pa." kata Bima setlah menyelesaikan sarapan nya.
Bima lalu melangkah ke tempat ibu nya duduk di ruang keluarga. " Ma, aku kerja dulu, jangan lupa sarapan, nnti mama sakit." Kata Bima pada Bu Amber.
"Iya Nak, Pergi lah, nanti mama akan sarapan." Balas Bu Amber. Bima pun mengangguk dan melangkah keluar rumah.
Bu Amber yang memang menentang perjodohan Putra nya dengan Farah pun tidak mau bicara dengan suami nya, ia merasa suami nya tidak memikirkan status Farah sebagai janda.
Saat sampai di kantor nya, Farah berpapasan dengan Bima yang juga baru sampai di kantor.
"Pagi pak." Sapa Farah dan kedua sahabat nya pada Bima. Bima hanya mengangguk kecil dengan datar ia jalan melewati mereka.
"Bos kayak nya lagi badmood Far, hat-hati loh." Kata Windi.
"Iya, entah kenapa lagi pak Bima, padahal masih pagi " Saut Farah.
"Masih Galau kali di tinggal Mbak Rossa nya itu." Kata Sisil.
__ADS_1
•••
Farah dan Bima menuju ke kantor rekan bisnis nya untuk melakukan meeting. di perjalanan Tidak ada obrolan di antara mereka. hingga ponsel Farah tiba-tiba berdering.
Farah yang melihat kalau itu telefon dari Bu Sumi pun menekan tombol mematikan suara agar tidak menganggu Bima, Farah tak ingin mengangkat telefon itu. namun itu membuat Bima memandang ke arah Farah.
Hingga kedua kali nya ponsel itu berbunyi, Farah juga tetap melakukan hal yang sama.
"Kenapa tidak di angkat?." Tanya Bima.
"Tidak apa-apa." Balas Farah.
Farah membuang nafas berat dengan pelan, Ia tahu Bu Sumi menghubungi nya pasti ingin ia menikah dengan adik nya Bayu.
Mata laki-laki itu sesekali menoleh ke arah Farah saat Farah menoleh ke arah lain. ia benar-benar di lema akan hal ini.
•••
Setelah selesai Meeting, Bima meminta Farah untuk menunggu di luar karena ia masih mengobrol santai dengan teman serta rekan bisnis nya itu.
Merasa Bosan, Farah pun jalan-jalan hingga ia menemukan sebuah Box besar esKrim. Farah tersenyum karena kantor menyediakan itu untuk di makan para staf.
"Silakan ambil kalau mau Mbak!." Seorang staf menyapa Farah dan memberikan 1 gelas plastik.
__ADS_1
"Memang nya orang luar boleh?." Tanya Farah.
"Boleh Mbak, silakan." Jawab Nya.
" Wah, Makasih ya." Balas Farah. Staf itu mengangguk dan pergi dari sana.
Segelas penuh menggunung Eskrim itu menemani Farah menunggu Bima. "Kau sedang apa?." Tanya Bima.
"Eskrim pak, Ini saya juga ambil kan 1 gelas untuk bapak." Ucap Farah.
"Ambil?."
"Iya, kantor ini menyediakan Eskrim untuk para staf nya, Siapa tahu setelah makan bapak termotivasi membuat nya juga." Kata Farah.
"aku Tidak mau, untuk kau saja. " Kata Bima. Namun dengan reflek Farah memegangi tangan Bima yang ingin pergi.
Bima terkejut dan melihat tangan nya di pegang wanita itu.
"Maaf Pak, saya tidak bisa makan sambil jalan, lagian tidak enak kalau saya buang, kan terlihat tidak menghargai." Kata Farah beralasan.
Bima membuang nafas berat, Ia pun duduk di samping Farah menunggu wanita itu selesai, namun segelas eskrim menganggur pun akhirnya menarik Bima untuk meraih dan memakan nya. Farah pun tersenyum melihat nya.
Bima tersenyum saat satu suapan mendarat di bibir nya, entah kapan terakhir ia menyicipi Eskrim, membuat Eskrim itu terasa nikmat di lidah nya.
__ADS_1