
Pagi itu.
Bima yang sedang menatap layar ponsel nya dan menghapus foto-foto dirinya dengan Rossa di Instagram milik nya, tidak sengaja melihat postingan Rossa yang mengumumkan putusnya diri nya dengan pengusaha Muda.
Rossa yang berprofesi sebagai selebgram dan juga model pun seketika menjadi sorotan awak media.
"Astaga Rossa." Ucap Bima dengan kesal nya.
Kesal dengan kelakuan Rossa yang memboyong dirinya di depan wartawan membuat Bima semakin dilema, ia tak ingin putus nya dia di ketahui oleh orang tua nya, tapi kini semua tak bisa di tutupi, Berita ini pasti akan sampai di telinga Ayah dan Ibunya
•••
Rapat.
di ruangan meeting bersama karyawan nya, Bima kesal melihat kerjaan karyawan nya yang membuat kesalahan.
"Apa yang kalian kerjakan ini?, Apa aku membayar kalian untuk pekerjaan buruk seperti ini." Kata Bima dengan bentakan sangat keras membuat semua orang terkejut dan hanya bisa diam mematung, begitu juga dengan Farah.
"Lebih baik kalian tidak usah lagi bekerja disini, perusahaan ini tidak butuh orang-orang malas seperti kalian " Kata Bima.
"Tapi Pak." Kata yang lain tidak terima jika mereka di pecat.
"Keluar!." Teriak Bima.
__ADS_1
Semua orang yang berada di ruangan itu pun keluar dengan wajah sedih, kecewa, marah, karena mereka di pecat begitu saja tanpa memikirkan pengabdian mereka selama ini, karena mereka adalah pekerja-pekerja yang sudah beberapa tahun bekerja di perusahaan itu.
Melihat hal itu, Farah tahu Kondisi Bima tak stabil. Farah lalu berdiri keluar menyusul mereka.
"Lebih baik kalian beristirahat beberapa hari ini, nanti saya akan bicarakan dengan pak Beni dan Pak Bima."Ucap Farah.
"Iya, Tolong Farah, kami butuh kerjaan ini, kami sudah bekerja keras untuk proyek ini." Kata yang lain nya.
Farah lalu kembali masuk ke dalam ruangan meeting yang sudah sepi dan hanya tersisa Bima yang menyandarkan tubuh nya di sandaran kursi sembari memijit-mijit kening nya.
"Tolong jangan katakan apa pun, aku sedang tak ingin membahas nya." Ucap Bima.
Bima lalu beranjak berdiri dari duduk nya, dan pergi melewati Farah begitu saja. Farah pun hanya membuang nafas berat melihat punggung laki-laki itu berjalan pergi.
Farah lalu menyegarkan diri nya dengan pergi ke kantin karena tak begitu banyak kerjaan.
"Far..." Windi dan Sisil menghampiri Farah.
"Far, beneran pak Bos mecat...." Ucap Sisil.
"Iya benar." Jawab Farah sebelum Sisil menyelesaikan kalimat nya.
"Kenapa Far?, kasihan tahu kita pas dengar gosip dari orang-orang kantor." Ucap Windi.
__ADS_1
"Lagi Badmood dia, aku juga lagi pusing, tapi nanti aku akan coba ngomong sama dia lagi." Balas Farah.
•••
Di malam hari.
Bima kembali ke rumah dan sudah di tunggu oleh Pak Beni dan Bu Amber.
"Bima, Papa mau bicara." Kata Pak Beni.
Bima pun berjalan ke arah ke dua orang tua nya lalu duduk di kursi lain nya yang berhadapan.
"Jadi benar kamu sudah putus dengan Rossa?." Tanya Pak Beni. Bima mengangguk tak bersemangat.
"Bagus kalau begitu, jadi kamu harus bersiap dengan pilihan Papa dan mama."Kata Beni lagi. Bima hanya diam tak merespon.
"Lalu, itu juga alasan mu memecat karyawan - karyawan yang sudah papa percayai bertahun-tahun?." Tanya Pak Beni. Bima mengangkat kepala nya melihat ayah nya. ia nyakin Farah pasti yang memberitahu.
"Iya Bima, seharusnya kamu tidak melakukan hal itu, kalau kamu tahu kenapa alasan kakek mu meninta kamu mempertahankan semua ini, kamu tidak akan mudah mengatakan kata pemecatan."Kata Bu Amber.
"Aku mau istirahat pa, Ma."kata Bima dan lekas berdiri.
"Papa belum selesai bicara."
__ADS_1
"Sudah lah Pa, biarkan dia istirahat, ini sudah malam."Kata Bu Amber. pak Beni lalu membiarkan putra nya itu masuk ke kamar.