
Pagi itu.
Pak Beni dan pak Broto mengobrol di teras rumah milik keluarga Farah. Bima yang baru saja kembali dari kantor untuk sekedar melihat-lihat dengan supir ayah nya pun kembali.
"Pa. Om." Sapa Bima kepada kedua laki-laki tua itu.
"Bim, sini Bim, ada yang papa dan Om Broto ingin bicarakan dengan mu." Kata Pak Beni.
Bima melihat Ayah nya, ia lalu duduk di samping pak Beni.
"Ada apa Pa?." Tanya Bima.
"Begini Bim, Pak Broto dan Istri nya berniat untuk menikahkan kalian disini Minggu ini, menurut kamu bagaimana Bim?, nanti acara besar nya kita lakukan di malang." kata pak Beni.
Bima agak terkejut mendengar hal itu, ia memang awal nya berniat untuk menikahi Farah dan mengajak nya untuk menikah dengan perjanjian Karana kondisi mereka saat ini sedang saling membutuhkan. tapi melihat Farah yang mencintai alm suami nya begitu dalam membuat Bima tak tega untuk melakukan nya, karena Bima sadar kalau ia belum bis menerima cinta baru setelah berakhir nya hubungan nya dengan Rossa.
__ADS_1
"Pa, apa tidak terlalu buru-buru?." Tanya Bima.
"Justru hububgan yang baik terlalu di tunda-tunda, lebih cepat lebih baik." kata Pak Broto.
"Kalau begitu, hal ini perlu di bicarakan dengan Farah dulu, saya tidak mau memaksa atau terlalu buru-buru bagi Farah." kata Bima.
pak broto tersenyum dan mengangguk, ia lalu melihat sahabat nya itu, ia tahu kalau Bima laki laki yang baik.
•••
Saat hari mulai senja, Bima mengajak Farah untuk sekedar mencari angin segar.
"Iya, saya ingin membicarakan hubungan kita yang sudah terlanjur terjadi beberapa waktu ini Farah." Ucap Bima sembari menyetorkan mobil nya.
Mendengar hal itu Farah terdiam. "Terus?" ucap Farah.
__ADS_1
"Orang tua kita mengatakan kalau ia ingin kita melkukan akad nikah disini dalam minggu-minggu ini."Ucap Bima.
"Saya belum siap pak, meski pun harus pura-pura, saya juga belum siap." Kata Farah.
Farah masih memiliki luka masa lalu yang membuat nya sedikit takut untuk memulai hidup baru, meski ia tahu Bima pasti akan mengajak nya untuk pura-pura.
"Saya bermaksud untuk melamar mu menjadi istri ku Farah, bukan sekedar pura-pura, tapi saya ingin mengajak kamu untuk memulai hidup baru bersama, saat ini kita sama-sama memiliki luka masa lalu yang belum sembuh, tapi apa salah kita mencoba untuk menjalani nya bersama." Kata Bima.
Farah yang mendengar perkataan Bima mengangkat kepala nya menoleh ke arah laki-laki itu. "Apa kau mau?." Tanya Bima.
Farah sejenak terdiam, ia tak mengatakan apa pun. "aku akan menunggu jawaban mu besok Farah, kalau kau setuju kita akan bicarakan bersama orang tua kita, tapi kalau tidak setuju, kata kan saja, aku akan mengatakan pada mereka kalau kau tidak siap." Ucap Bima.
"Tolong, kita pulang saja." kata Farah datar.
Bima menoleh ke Farah yang memalingkan wajah nya ke arah lain, Bima pun memutar kembali mobil nya untuk mengantar Farah kembali.
__ADS_1
Saat mobil sampai di halaman rumah, Farah bergegas membuka pintu mobil. "Farah." panggil Bima, tapi Farah tak mengubris nya, ia berlalu masuk ke dalam rumah dengan berjalan cepat.
Bima pun sejenak tercenung. "Apa yang aku lakukan?, dia pasti marah, karena aku mengajak nya menikah dan mencoba hubungan baru bersama, tapi apa salah nya, bukan kah lebih baik begini, dari pada menikah dengan selembar surat kontrak." Kata Bima sembari membuang nafas berat.