
Air mata Farah menetes, Farah membuang nafas berat lalu menyekat air mata itu, saat ia berbalik bermaksud untuk menuju ke lift lagi, Farah di kejutkan Bima yang sudah berdiri di belakang nya. membuat kepala Farah membentur dada laki-laki itu.
"Pak Bima."
"Kau sedang apa?."
"Menelepon dengan kakak ku, Bapak sejak kapan disini?."
"Baru saja." Balas Bima lalu berjalan ke lift di ikuti Farah.
Di dalam Lift.
Kecanggungan kembali terjadi, Entah sejak kapan Bima berada di belakang Farah, membuat Farah bertanya-tanya dalam hati nya, Apa pak Bima mendengar percakapan ku?." Batin wanita itu.
Saat sampai di halaman kantor, Farah menundukkan kepala dan permisi untuk pulang. namun Tangan Bima menahan wanita itu pergi. Farah pun terkejut lalu mengangkat kepala nya.
"Ayo, aku akan mengantar mu pulang." Kata Bima. Farah tak menolak, ia hanya mengangguk kecil dengan senyuman kecil nya.
Saat mobil Bima sampai di halaman rumah nya, Farah terheran saat ia melihat sebuah mobil terparkir di halaman rumah. "Apa ada tamu?." Tanya Bima.
"Tidak tahu pak." Balas Farah.
__ADS_1
Farah lalu turun dari mobil, belum sempat ia melangkahkan kaki nya, seorang wanita paru baya keluar dari rumah itu, Yah itu lah Bu Sumi yang akan datang, namun Farah tak menyangka kalau Bu Sumi akan datang secepat ini.
Kedua mata Farah menjadi sayu, Bima yang melihat Farah dari dalam mobil pun terheran.
"Bu." Sapa Farah.
"Sudah pulang nak." Balas Bu Sumi tersenyum.
"Iya Bu, Ibu sejak kapan datang?." Tanya Farah.
"Baru saja sampai malang, tapi ibu sempatin sebentar liat kamu, Kamu makin Ayu ibu perhatikan." Kata Bu Sumi.
sementara di ambang pintu terlihat Windi dan Sisil yang ikut sedih melihat Farah, karena ia tahu ketidak nyamanan Farah.
"Siapa itu Farah?." Tanya Bu Suami.
"Ini Bos saya Bu." Balas Farah.
"Pak Bima, ini Ibu mertua saya." Ucap Farah. Bima mengangguk menyapa Bu Sumi dengan sopan. mendengar kalau itu ibu mertua Farah, Bima sudah tidak terkejut karena ia sudah tahu kalau Farah memang sudah pernah menikah.
Namun Bu Sumi menatap agak sinis ke Bima, karena ia berfikir Bima mengantar Farah pulang untuk mencari kesempatan mendekati menantu nya itu.
__ADS_1
"Farah,apa sudah kamu pikirkan keinginan Ibu sama bapak?." Tanya Bu Sumi.
Farah gelisah, Ia lalu melihat Bima. " Bu Lebih baik kita tidak bicara kan ini disini, didalam saja." Kata Farah.
"Pak Bima, Makasih sudah mengantar saya." Kata Farah. Bima mengangguk.
"Apa boleh saya pinjam toilet?." Tanya Bima.
"Silakan pak. Ayo buk masuk!." Ajak Farah
Diruang Tamu.
Faraj merasa tidak nyaman saat berada dengan Bu Sumi, karena terus ingin membahas soal menjodohkan diri nya dengan Rangga.
"Ibu datang sendiri?." Tanya Farah.
"Iya, berdua saja sama Supir, Bapak mu itu Endak ibu ajak biar gak sakit lagi, Bapak itu loh mau nya kamu menikah dengan Rangga." Kata Bu Sumi.
Farah melihat kedua sahabat nya yang juga melihat nya.
"Bu, Farah Minta maaf, Terus terang saja Farah tidak mau menikah dengan Rangga." Kata Farah mencoba beranikan diri nya. mendengar hal Itu Bu Sumi terkejut.
__ADS_1