Menjanda Di Malam Pertama

Menjanda Di Malam Pertama
20 - Melelahkan


__ADS_3

Rossa lalu berjalan keluar dan berhenti tepat di depan meja Farah. Farah yang melihat Rossa berhenti di depan meja nya pura-pura tidak melihat, Rossa lalu berjalan pergi dengan gaya tidak suka.


"Dia dan kekasihnya sama saja, sama-sama menyebalkan."Kata Farah saat Rossa sudah berlalu pergi.


Bima lalu berjalan mendekati Farah saat Rossa sudah lebih dulu keluar. Saat tahu Bima Berdiri di hadapan Farah, ia pun mengangkat kepala nya melihat Pria.


"Iya Pak."Ucap Farah dengan sikap Profesional nya.


"Ikut Aku."Kata Bima.


"Kemana Pak?." Tanya Farah agak heran, karena ia sempat mendengar kalau Bima dan kekasihnya yang menyebalkan itu.


"Ikut saja."Kata Bima.


"Kerjaan saya masih banyak Pak."Ucap Farah.


"Kau sekertaris ku kan?."tanya Bima dengan nada suara yang meninggi. Farah mengangguk perlahan.


"Baik pak."Kata Farah tak mengatakan apa pun lagi.

__ADS_1


ia lalu mengambil tas nya dan berjalan keluar mengikuti Bima.


•••


"Bim, kamu kenapa ngajak dia sih?." Tanya Rossa kesal saat melihat Farah ikut bersama mereka. Sementara Farah duduk diam di belakang Bima dan Rossa yang duduk di depan.


"Biar dia bantu kamu bawa barang-barang kamu, bukan kah itu membantu ."Ucap Bima tersenyum menatap Rossa. mendengar hal itu Rossa pun tersenyum.


Sementara Farah yang mendengar maksud hati Bima mengajak nya pun hanya bisa menelan Saliva nya.


Benar saja, Saat sudah keluar dari tempat berbelanja, Farah membawa banyak paper bag yang membuat nya sedikit keberatan, bak Seorang body guard Farah hanya bisa menelan kesabaran nya karena ini hari pertama nya bekerja.


•••


Farah kembali ke rumah, ia merasakan rasa lelah yang luar biasa di hari pertama nya bekerja. Windi dan Sisil yang sudah lebih dulu pulang menghampiri wanita itu.


"Capek ya?." Tanya Windi.


"Banget, tapi yang buat nyebelin tu Pak Bima, kenapa sih ngajakin aku, temani mereka belanja, bawa barang-barang nya, kesel dech aku"Ucap Farah mengomel dengan wajah kesal nya.

__ADS_1


Melihat hal itu, Windi dan Sisil Saling melihat dan tersenyum, membuat Farah mengerutkan kening nya.


"Kok malah senyum sih?." Tanya Farah tak mengerti.


"Iya Far, kita senang, soal nya udah lama gak liat kamu marah, menurut kita malah bagus Tahu, Sama Pak Bima kamu kayak nya lebih ada campur aduk perasaan nya."Ucap Windi.


"Apaan Sih kalian, teman nya kesal malah senang." kata Farah, namun wanita itu tersenyum.


Di tempat lain.


Bima memasuki rumah dan sudah di tunggu oleh ayah nya di ruangan tamu. Bima bermaksud melewati laki-laki tua itu begitu saja.


"Bima, kesini, Papa mau bicara." Ucap Pak Beni mengurungkan niat Bima untuk masuk Tanpa menyapa ayah nya karena masih kesal soal tadi pagi.


Bima lalu duduk berhadapan dengan ayah nya. "Papa dengar kamu ajak Farah keluar?" Tanya Pak Beni.


"Iya." jawab Bima.


"mengajak nya menemani kamu dan Rossa berbelanja?." Tanya Pak Beni lagi.

__ADS_1


"Apa masalah nya?." Tanya Bima kembali.


"Masalah nya adalah, Papa memperkerjakan Farah menjadi sekertaris mu untuk urusan kantor, bukan pribadi, bersikap lah dewasa, Buka mata kamu, fokus kan pada kantor bukan Wanita. ingat Bima, masa depan kantor kita dan hidup Ratusan karyawan kita ada di tangan kamu, miliki sedikit rasa tanggung jawab itu. " Kata Pak Beni dengan tegas dan berlalu dari tempat itu meninggalkan Bima yang masih diam.


__ADS_2