
Bima yang melihat semua ini tak menyangka rencana ibu dan istri nya untuk menjebak Rossa.
Rossa pun pergi dari tempat itu dengan menundukkan kepala dengan perasaan malu, tak menyangka rencana nya semua nya gagal, semua orang yang ada di sana menyoraki wanita.
"Uhhhhhhh penipu." Kata para staf.
Bu Amber lalu menoleh ke Farah dan tersenyum. "Tidak apa bulan madu kalian Gagal, paling tidak ada hikmat nya." Kata Bu Amber mengelus rambut Farah.
"Makasih ya ma untuk semua nya." Kata Farah, Bu Amber mengangguk.
Windi dan Sisil yang melihat sikap Bu Amber pada Farah pun tersenyum.
"Ma." Bima menghampiri ibu nya.
Bu Amber menoleh dan memukul Bima. "Dasar anak ini, bisa-bisa nya kamu berfikir mama akan memisahkan kamu dan Farah hanya karena Mama di awal tidak menyukai Farah." Kata Bu Amber memarahi Bima.
"Mama ini juga seorang wanita, mana mungkin hati mama sampai untuk menyakiti Farah." Kata Bu Amber.
Mendengar hal itu, Bima tersenyum. "Ma, mama sangat cantik." Kata Bima.
__ADS_1
"Tidak usah mengoda mama, Ayo pulang, Baru pulang bulan madu sudah lansung bekerja." Ajak Bu Amber. Farah pun tersenyum saat melihat Bima hanya tertunduk seperti anak kecil saat di marahi oleh Bu Amber.
Di dalam mobil, Rossa memukul stir mobil nya, karena ternyata rencana nya gagal selama di sana, karena Bu Amber sudah mengetahui semua nya.
•••
Malam hari nya.
Farah di kamar merapihkan pakaian di depan lemari, Bima masuk ke dalam kamar dan duduk di sofa.
"Kau masih marah pada ku?, bukan kah kau sudah lihat kalau dia datang untuk menggoda ku." Kata Bima, karena merasa Farah masih mendiami nya.
Bima tak langsung menjawab, ia sejenak berfikir. "Kau tidak memberitahu ku kalau Farah pernah datang sekali ke kamar kita, dan bahkan dia mencium mu." Ucap Farah. Bima menelan Saliva nya dan mengaruk kepala nya.
Farah yang baru tahu setelah di beritahu Bu Amber yang memantau rekaman Cctv itu 24 jam oleh para orang-orang Bu amber pun agak kesal, saat tahu kalau Rossa pernah datang sekali sebelum nya, dan bekas merah yang di bilang Bima adalah sirup itu adalah bekas lipstik Rossa.
Selain kesal karena Bima tidak terbuka dan memberitahu nya soal hal ini, Farah juga di buat tambah kesal soal ciuman Rossa di pipi suami nya.
suasana kamar menjadi begitu hening dan sendu
__ADS_1
"Soal itu, aku minta maaf." Kata Bima.
"Aku tahu, aku tidak terbuka pada mu, tapi jujur saja, aku melakukan nya demi menjaga perasaan mu dan juga untuk menghindari ke salah pahaman yang berkepanjangan seperti ini." Kata Bima lagi.
Mendengar hal itu Farah pun terdiam lalu menatap suami nya. "Kamu mau kan maafin aku, aku akan belajar kedepan nya saat di hadapan kan dengan keadaan seperti ini." Kata Bima menatap istri nya.
Farah lalu melebarkan senyuman nya dan mengangguk, melihat Farah tersenyum dan memaafkan nya, Bima pun Lekas mendekati istri nya itu, lalu memeluk nya.
"Aku senang kau cemburu." Kata Bima.
Farah mencubit perut Bima. "Kalau aku cemburu sekali lagi, aku akan menelan mu." Kata Farah.
"Itu kejam sekali, seperti singa saja." Kata Bima. Farah pun tertawa.
"Apa kau tidak tahu, kalau wanita itu seperti seekor kucing yang manis sebelum menikah, tapi nanti kalau sudah jadi seorang istri akan menjadi singa, apa lagi saat memiliki anak." Ucap Farah.
Bima tersenyum mengoda. "Baiklah, aku siap jika kau menjadi singa, jadi?, apa Kita akan lembur untuk membuat anak?." Bisik Bima membuat Farah merinding mendengar bisikan itu.
Farah pun tersenyum salah tingkah mendengar ucapan Bima.
__ADS_1