
Farah dan Bima pun tampak begitu menikmati liburan mereka, tanpa mereka berdua sadari Rossa mengikuti mereka dengan tatapan tidak suka, benci dan marah.
"Jadi sekarang kau sudah bisa menyembunyikan sesuatu dari istri mu Bim?, lihat saja aku akan buat kau kembali kepada pelukan ku, kalau tidak bisa, maka Wanita sialan itu juga tidak." Gumam Rossa dengan tatapan Sinis.
•••
Malam Itu.
Farah duduk di sofa menatap ponsel nya, ia mengacuhkan Bima, membuat Bima tak mengerti apa yang membuat nya istri nya itu diam.
"Kenapa kau diam?, Apa karena aku mengajak mu pulang lebih cepat tadi?." Tanya Bima.
"Tidak, aku hanya lelah saja, sama seperti mu." jawab Farah.
Farah lalu bangkit berdiri dan membuat pandangan laki-laki itu mengikuti.
"Mau kemana?." Tanya Bima.
"Mau jalan-jalan sebentar, cari angin." Balas Farah.
"Kau tak mau mengajak ku?." Tanya Bima tersenyum.
Farah melihat laptop suami nya yang ada di depan laki-laki itu. "Tidak usah, selesaikan saja kerjaan mu." Kata Farah.
Rossa benar-benar menunggu kesempatan Farah keluar dari kamar nya untuk menghampiri Bima, menciptakan ke salah pahaman di antara mereka.
•••
__ADS_1
Rossa yang sedang duduk di lobby melihat Farah keluar dari hotel untuk sekedar mencari udara segar, Rossa pun tersenyum lalu menelepon seseorang untuk mengikuti Farah, setelah itu Rossa kembali duduk bersantai sejenak di lobby menikmati pemandangan yang menenangkan.
Setelah beberapa saat bersantai, Rossa menerima panggilan telefon dari seseorang itu, Rossa pun tersenyum lalu bangkit dari duduk nya.
Tok
Tok
Tok
Bima membuka pintu dan kembali melihat Rossa, ia lalu ingin menutup kembali pintu kamar namun tangan Rossa menahan nya, Rossa masuk ke dalam dengan cepat dan menutup kembali pintu itu.
"Apa kau sudah tidak waras?." Ucap Bima.
"Iya Bim, aku memang sudah gila karena hidup tanpa mu." Kata Rossa.
Mendengar hal itu Rossa merasa sedih, ia lalu memeluk Bima, hingga tanpa sengaja membuat kedua jatuh di sofa, membuat Rossa menindih Bima.
Bertepatan dengan Farah yang masuk, ia melihat semua nya dan dengan kesal ia menarik Rossa menjauh dari suami.
"Wanita tidak tahu malu." Kata Farah, satu tamparan di layangkan di pipi Rossa.
Rossa memegangi pipi nya yang terasa pedas akan tamparan Farah, namun ia masih enggan untuk pergi dari sana, Farah lalu melihat Bima dengan tatapan tajam.
"Farah, ini tidak seperti yang kau lihat." Kata Bima, namun 1 tamparan juga melayang di pipi Bima, membuat Bima diam.
Melihat hal Itu, Rossa tersenyum senang penuh kemenangan. Farah lalu menarik rambut Rossa untuk keluar dari kamar hotel nya.
__ADS_1
"Pergi dari sini, kau ini seperti sampah yang mencemarkan segala nya." Ucap Farah. lalu kembali menutup pintu dengan keras.
Rossa yang merasa semua berjalan dengan lancar tidak membalas Farah, ia hanya tersenyum saat Farah menutup pintu kamarnya.
Farah menyusun barang-barang nya, mengajak Bima untuk kembali segera ke Indonesia.
"Aku sudah tidak mau disini. kalau kau masih ingin dengan wanita mu itu, aku bisa pulang sendiri." Kata Farah dengan keras, hingga Rossa yang masih belum pergi tersenyum lalu berjalan kembali ke kamar nya.
"Aku tidak melakukan apa pun, dia yang masuk dan memaksa seperti itu." Ucap Bima. namun Farah tak menjawab nya.
Malam itu, di kamar, kedua nya tak saling bicara, Farah pun memalingkan wajah nya dari Bima, bahkan Farah tidur membelakangi Bima, membuat Bima begitu bingung bagaimana ia bisa mendapatkan permintaan maaf Farah agar tidak mendiami nya seperti ini.
Hingga pagi menjelang.
Bima masih berusaha menjelaskan pada Farah kalau tidak ada yang terjadi antara dirinya dengan Rossa, namun Farah tak menggubris nya, Farah hanya dia seribu bahasa hingga mereka melakukan kembali perjalanan kembali ke tanah air tercinta.
Hingga sampai di rumah pun Farah masih tak mau mengajak nya bicara, Bu Amber dan Pak Beni yang mendengar kepulangan anak menantu pun pergi ke rumah mereka, mereka saling melihat satu sama lain, saat di meja Makan Farah tampak diam.
"Kenapa kalian pulang begitu cepat?." Tanya pak Beni.
"Kami..." Bima baru akan menjawab. namun lebih dulu di jawab oleh Farah.
"Pa, kami banyak kerjaan di kantor yang harus di urus, Lain kali masih banyak waktu untuk jalan-jalan." Kata Farah dengan senyum sopan pada pak Beni.
Pak Beni pun mengiyakan. Farah lalu menatap Bu Amber datar sebelum ia kembali menurunkan kembali kepala nya, menyantap makan malam mereka.
Saat selesai makan malam, Bima masuk ke ruangan kerja nya, masih memikirkan bagaimana menyakinkan Farah, kalau ia dan Rossa tidak terjadi sesuatu dan tidak memiliki perasaan lagi pada wanita itu. sementara Farah berjalan keluar rumah, ke teras rumah menghampiri kedua mertua nya yang masih duduk mengobrol.
__ADS_1