Menjanda Di Malam Pertama

Menjanda Di Malam Pertama
35 - Maaf


__ADS_3

"Kau sakit?, kalau kau tak ingin sakit, berhenti mengurusi urusan ku, kau mengadu segala hal yang ada di kantor pada Pak Beni, jangan pikir aku tak bisa memecatmu juga seperti mereka."Kata Bima.


Farah yang mendengar hal itu, bukan tertunduk takut, tapi ia malah merasa kesal dengan Bima.


•••


"Kau pikir aku takut jika kau memecat ku, dengar Pak Bima yang terhormat, jangan jadi kan posisi mu untuk bisa memecat orang-orang dengan seenak hati, kau putus dengan kekasih mu dan kau lampiaskan pada mereka, tidak kah kau pikir mereka yang sudah membantu perusahaan ini bertahun-tahun demi Gaji yang mereka pakai untuk keluarga mereka , tidak masalah jika kau memecat aku, mungkin aku masih belum punya tanggungan, tapi bagaimana dengan mereka Yang sudah punya keluarga, punya anak 1, 2 , bahkan 3, tidak kah kau pikirkan apa yang akan mereka makan jika ayah nya belum mendapatkan kerjaan baru, bagaimana nasib mereka yang orang tua nya mengandalkan putra putri mereka untuk makan, mereka tak akan bekerja dengan mu kalau bukan karena mereka butuh." Ucap Farah dengan emosi, memarahi Bima tanpa memikirkan siapa laki-laki yang ada di depan nya.


Bima yang mendengar pun terdiam, seolah darah nya yang tadi naik karena emosi seketika menurun.


"kau egois sekali." Kata Farah kecewa dan lekas keluar dari ruangan Bima.


Bima pun menggeram kesal pada diri nya, ia membanting tubuh nya di kursi kerja nya.


Saat Setengah jam berlalu, Bima keluar dari ruangan nya dan melihat meja Farah dan tak melihat wanita itu. ia pun merasa tidak nyaman, berfikir Farah tidak akan kembali.

__ADS_1


Bima lalu meminta staf yang lain untuk menyiapkan berkas pemanggilan kembali untuk karyawan yang telah ia pecat, perkataan Farah membuat Hati Bima terbuka, menyadari kalau ia begitu egois.


Bima lalu masuk ke kamar dan menghubungi Farah, namun Farah tidak menjawab telefon nya. Bima pun menghela nafas berat.


•••


Keesokan hari nya.


Bima yang sampai di kantor, melihat meja kerja Farah masih kosong, karena biasanya Farah selalu berdiri menyapa nya.


"Hm, selamat pagi pak." Sapa Farah dengan sopan dari belakang membuat Bima agak terkejut dan menoleh.


Bima tersenyum kecil saat ia melihat Farah masih disini. "Pagi."Balas Bima.


"Ini teh hangat untuk bapak."Farah lalu melangkahkan kaki nya masuk untuk menaruh teh hangat itu di atas meja.

__ADS_1


Bima duduk dan masih menatap Farah. "Aku pikir kau tidak mau bekerja lagi karena aku memarahi mu." Ucap Bima.


"Bapak belum memecat saya, jadi saya pasti masih akan terus bekerja." kata Farah.


"Aku berharap, mereka yang ku pecat, masih belum mendapatkan kerjaan baru dan hari ini sudah kembali."Ucap Bima.


"mereka semua sudah kembali Pak, terima kasih pengertian nya."Balas Farah tersenyum.


"Maaf soal kemarin."Kata Bima, membuat Farah agak terkejut, tak menyangka Bima akan bisa mengatakan kata maaf.


"Di marah atasan itu hal biasa pak."Kata Farah, Bima tersenyum kecil.


•••


Di rumah Pak Beni dan Bu Amber mendengar kabar tentang kembali nya para Karyawan, sebenarnya bukan dari Farah mereka mendengar kabar itu melainkan dari Windi dan Sisil yang di minta Pak Beni untuk mengabari apa saja yang terjadi di kantor.

__ADS_1


"Papa sudah nyakin Farah itu bisa mengatasi Bima."Kata Pak Beni. Bu Amber tersenyum kecil.


__ADS_2