Menjanda Di Malam Pertama

Menjanda Di Malam Pertama
47 - Kembali Pulang Ke Jakarta


__ADS_3

Farah lebih banyak melamun memikirkan apa yang akan terjadi jika ia pulang nanti, di tambah saat ia datang bersama Bima, bukan kah itu akan semakin menambah luka di hati mertua nya.


"Pak." Ucap Farah. namun tiba-tiba tangan Bima memegangi tangan Farah membuat Farah mengurungkan niat nya untuk meminta Bima pulang, ia malah jadi gugup saat tangan laki-laki itu menyentuh nya.


Saat sampai di rumah. Farah lansung di sambut hangat oleh Ayah dan Ibu nya serta kakak nya.


"Ibu merindukan mu Farah." Ucap Bu Ayu yang lansung memeluk Putri nya yang merantau jauh beberapa lama.


"Farah juga rindu sama Ibu."Balas Farah.


"Pak, Bu, kenalin ini atasan Farah nama nya Bima." Ucap Farah. Bima dengan sopan menyalami tangan Ibu dan ayah Farah.


"Jadi kamu kekasihnya Farah?." Tanya Paj Broto dengan tegas.


Bima melihat Farah, Farah jadi bingung ia harus bagaimana, Ia tak menyangka secepat itu Kabar dari Bu Sumi sampai di telinga Orang tua nya.


"Iya Pak, saya Bima kekasih nya Farah." Balas Bima.


"Jadi kapan kamu akan menikahi putri saya?."Tanya Pak Broto membuat Farah terkejut.

__ADS_1


"Wes toh pak, anak mu juga baru sampai udah di tanya begitu, biar mereka masuk dan mendinginkan diri dulu." Kata Bu Ayu.


Pak Broto mengangguk dan mengesampingkan sementara pertanyaan itu.


•••


Setelah 1 jam mendingin kan diri, Fafah dan keluarga nya menuju ke rumah Orang tua bayu, Namun saat sampai disana ternyata pak Ramli telah di makam kan.


Farah berdiri di halaman rumah itu sembari kembali mengingat kenangan bersama sang suami dulu. hingga Brams memegangi kedua pundak adik nya dan mengajak nya melangkah mendekati pintu.


"Farah." Ucap Rangga saat melihat Farah datang.


"Tidak apa-apa, mari silakan masuk." Rangga menyambut nya dengan sangat baik.


Rangga lalu masuk ke dalam untuk memanggil Ibu nya yang sedang berada di kamar dan sedang bersedih. namun Bru saja Bu Sumi akan keluar ,Farah sudah berada di depan pintu kamar nya.


Farah melihat kedua mata Bu Sumi yang bengkak karena menangis. "Bu." Ucap Farah.


Bu Sumi tersenyum dan membuka tangan nya untuk memeluk Farah. Farah pun lansung saja memeluk Bu Sumi.

__ADS_1


"Bu, Maaf ya Farah baru sampai, maafin Farah ya Bu kalau waktu itu menyakiti perasaan ibu." Ucap Farah. Rangga tersenyum melihat ibu nya berpelukan dengan kakak ipar nya itu.


"Iya, tidak apa-apa, Ibu tidak marah, justru ibu sangat senang kamu datang ke sini Farah, Ibu tidak akan memaksa kamu lagi nak, asal kamu selalu bahagia." Ucap Bu Sumi.


Bu Sumi melihat Rangga. "Rangga juga sudah bilang kalau ia sudah menemukan cinta nya sendiri." Kata Bu Sumi.


Farah lalu melepaskan pelukan nya saat mendengar hal itu, ada kelegaan tersendiri di dalam hati nya, ia menyekat air mata nya dan tersenyum melihat Rangga, Rangga mengangguk tanda mengiyakan.


Di luar rumah Bu Sumi, Brams mengajak Bima untuk mengobrol santai di luar. Brams menceritakan kepahitan yang di alami Farah di malam pertama pengantin nya. Brams pun akhirnya tahu seluk beban yang ada di hati Farah, hingga membuat nya bertahan di malang dan tak ingin pulang ke sini.


"Kau harus bersiap Bima." Ucap Brams tersenyum.


"Bersiap untuk apa?." tanya Bima heran.


"Ayah ku akan segera bertanya kembali pertanyaan yang tadi ia lemparkan pada mu, kalian berpacaran pasti memiliki tujuan itu kan?."Ucap Brams tertawa kecil.


Bima pun tersenyum menanggapi perkataan Brams pada nya.


setelah beberapa saat berkumpul dan mendengar apa yang terjadi pak Ramli dari Bu Sumi. Rangga lalu membawa Farah ke makan sang ayah yang bersampingan dengan Makan Bayu, Farah pun sekalian mengunjungi makan suami nya. Bima yang melihat Kesedihan di wajah Farah pun merasa ada yang berbeda dengan Farah, dia begitu selalu tampak biasa-biasa saja saat di malang, namun kali ini ia bisa melihat betapa sedih dan terpukul nya Farah ketika kembali pada memori masa lalu.

__ADS_1


__ADS_2