
Bima pulang kembali ke rumah setelah lelah bekerja, jam kini menunjukan pukul 8 malam.
"Bima." Panggil Pak Beni.
"Papa bangga sama kamu karena mau memanggil kembali para staf yang sudah kamu pecat." Ucap Pak Beni yang menghampiri putra nya bersama Istri nya.
"Iya Bim, Mama bangga." Sambung Bu Amber.
"Apa kamu sudah siap untuk papa jodohkan?." Tanya Pak Beni.
"Pa, Aku baru putus dengan Rossa, papa seharus nya memberikan aku waktu menyiapkan hati." Balas Bima.
"Sebentar lagi ulang tahun mu yang ke 28, Ingat perjanjian kita, Kalau masih ingin pertahankan perusahaan, kamu harus menikah di umur 28, atau kamu akan kehilangan semua nya." Ucap Pak Beni.
Bima melihat Ibu nya. Namun Bu Amber setuju dengan suami nya.
__ADS_1
"Papa ingin menjodohkan ku dengan siapa?, Aku tak ingin sembarangan memilih orang lain menjadi istri ku?." Tanya Bima pasrah.
Karena rasa sayang nya dengan sang kakek membuat Bima ingin terus mempertahan kan perusahaan turun temurun itu, Hingga diri nya mengikuti perjanjian sang ayah, untuk menjadi pemimpin perusahaan sebelum usia nya 29 Tahun dan menikah sebelum Diusia itu juga, mempertahan kan Rossa adalah salah satu alasan nya, namun ia mempertahankan wanita yang salah.
"Dengan Farah." Ucap Pak Beni.
Menyebut nama Farah membuat Bu Amber dan Bima terkejut.
"Apa?." Bu Amber terkejut.
"Mama tidak setuju, Begitu banyak wanita di dunia ini dan papa malah memilih Farah sebagai calon istri anak kita, Bima ini belum menikah Pa, Bagaimana bisa papa menikah kan nya dengan seorang Janda." Ucap Bu Amber menolak hal itu.
"Apa ini alasan Papa meminta Farah menjadi sekertaris ku?." Tanya Bima.
"Tidak, Farah tidak tahu hal ini, Papa juga di awal hanya ingin dia membantu kamu, tapi dia wanta yang baik, lalu apa salah ya kalau kamu papa jodohkan sama dia, Tapi Papa Nyakin dia tak akan setuju, Papa ingin kamu yang coba untuk mendekati nya." Tutur Pak Beni.
__ADS_1
"Aku Tak bisa pa, aku tidak memiliki perasaan untuk Farah, hanya antara atasan dan anak buah saja." Jawab Bima.
" Kalau begitu, bersiap saja, Nanti papa akan kenalkan dengan anak teman Papa, Papa kasih kamu waktu 1 bulan, barang kali kamu akan berubah pikiran." Ucap Pak Beni. sembari bangkit berdiri ia menepuk pundak putra nya sebelum meninggalkan ruangan keluarga.
Bima pun duduk diam, memikirkan perkataan Ayah nya, ia lalu membuang nafas lelah.
Dikamar.
Bu Amber dengan kesal melihat suami nya masuk ke dalam kamar.
"Papa bagaimana sih, kata nya menjodohkan Bima dengan anak pak Santoso, tapi malah sama janda muda itu." Ucap Bu Amber.
"Apa salah nya ma, dia wanita yang baik dan dewasa, kita cari wanita baik untuk anak kita, bukan melihat dari status nya." Jawab Pak Beni.
"Mama benar-benar gak habis pikir dengan Papa, entah apa yang membuat Papa bisa kepikiran sampai sana, Papa pasti sudah di rayu sama wanita itu ya." Ucap Bu Amber.
__ADS_1
"Jangan sembarangan bicara Ma, kita sama-sama tahu siapa Farah itu, dia adalah anak dari sahabat ku." Ucap Pak Beni.
"Ah terserah papa saja." Ketus Bu Amber dan menutup dirinya dengan selimut. Pak Beni pun membuang nafas sembari mengeleng-gelengkan kepala nya melihat Istri nya yang marah.