Menjanda Di Malam Pertama

Menjanda Di Malam Pertama
16 - Mutasi


__ADS_3

"karena Bu Sumi tadi malam?." Tanya Pak Broto.


Farah terdiam, melihat ayah nya sebelum ia mengangguk sekali dengan pelan, ia tak bisa berbohong karena memang itu lah alasan utama dia untuk pergi jauh.


"Biarkan saja dia pergi Pak, Bu, Farah pasti bisa jaga diri."Ucap Brams mendukung keputusan adiknnya.


"Di Malang kita gak punya siapa-siapa, kalau terjadi pada adik mu, tak ada yang bisa menolong, pokok nya Ibu ak setuju."Ucap Bu Ayu.


"Bu, Farah gak apa-apa, Farah akan baik-baik saja"Balas Farah.


Bu Ayu menatap suami nya dengan tatapan sedih dan tatapan meminta suami nya untuk memikirkan lagi. namun Pak Broto mengangguk.


Ia setuju Kalau Farah ingin ke Malang, ia merasa putri nya memang membutuhkan hal ini, menjauh dari kehidupan sedih nya saat ini.


Dengan dukungan Brams dan ayah nya, Farah lun berhasil mendapatkan restu dari ibu nya untuk berangkat ke malang.


•••


keesokan harinya.

__ADS_1


Farah celingak-celinguk mencari sahabat nya, ia ingin memberitahu kabar rencana nya untuk ke malang, tentu saja ini sedih bagi Farah akan berpisah dengan sahabat-sahabat nya, namun sejak ia mendudukkan pantat nya di kursi pagi ini, sampai sekarang belum juga melihat sahabat nya.


Hingga Farah pun memutuskan ke ruangan manager untuk meminta tanda tangan persetujuan mutasi kerja ke malang lebih dulu, namun ia terkejut saat ia melihat Windi dan Sisil sudah di sana.


"Farah, kita udh nungguin kamu dari tadi, ayo masuk."Ucap Windi dan membuat Farah emakin binggung.


"Nungguin apa?."


"Kita kan mau minta tanda tangan surat mutasi kita ke malang."Ucap Windi tersenyum lebar.


"Apa?, Kalian juga di mutasi?." Tanya Farah.


Mendengar hal itu, tentu saja Farah sangat senang karena ia ternyata tidak sendiri, sahabat-sahabat nya juga akan ke sana. ketiga wanita itu lalu saling berpelukan.


•••


Perjalanan menuju Malang.


Istri Pak Beni yaitu Bu Amber melihat data diri ketiga wanita itu.

__ADS_1


"Papa Nyakin mau dia jadi sekertaris Bima, dia kan janda pa, Apa tidak papa pikirkan lagi soal ini." tanya Bu Amber yang ragu melihat biodata data diri Farah.


"Tidak apa-apa ma, papa Nyakin dia bisa bantu anak kita."Ucap Pak Beni.


Meski sebenar nya tidak suka pada farah saat tahu kalau farah adalah seorang janda namun ia menghargai keputusan suami nya yang ia tahu tak bisa di ganggu gugat.


•••


di mobil lain, Windi dan Sisil tampak tertidur pulas, sementara Farah tampak hanya diam mengamati setiap jalan yang ia lalui menuju ke tempat mereka akan tinggal di malang.


"Mas Bayu, jika ada kesempatan kedua untuk kita kembali bertemu aku pasti akan sangat bahagia, yah mungkin terjadi jika kita reinkarnasi itu ada, aku harus pergi dari kota yang mempertemukan kita mas, tapi kmu tenang saja, kamu akan selalu ada di hati ku."Batin Farah.


Saat perjalanan panjang berakhir sudah, mereka akhirnya sampai di rumah yang memang mereka pilih. dan semua terbalas karena rumah itu tampak nyaman.


memilih kamar yang akan jadi kmr merek sendiri-sendiri sungguh menyenangkan, Farah tersenyum melihat kamar yang masih polos, dengan warna dinding putih membuat Farah merasa nyaman dengan kamar itu, hingga malam larut mengantar merek Beristirahat.


•••


Jangan lupa Vote ya untuk dukung karya-karya Author. makacih

__ADS_1


__ADS_2