
Farah lalu turun dari mobil dari Mobil Bima dengan wajah yang cemberut, masih teringat kesal ia akan keinginan Martin yang meminta nya menjadi pacar pura-pura nya.
" Jam 7 malam aku akan menjemput mu, berdandan yang baik." ucap Bima.
"Baik Pak." Balas Farah.
Setelah Mobil Bima berlalu dari hadapan nya, Farah pun mengayunkan tangan nya seolah ingin memukul Bima dalam angan nya, melihat mobil laki-laki itu berlalu.
Farah lalu masuk ke dalam rumah dan mendengar dari kamar sahabat nya kedua nya sedang mengobrol, Farah lalu masuk dan duduk di tempat tidur Windi.
"Far, ini cocok gak buat acara nanti malam?." Tanya Sisil sembari menempelkan sebuah gaun di tubuh nya. Farah tersenyum mengangguk.
"Far, kenapa sih?, cemberut banget?." Tanya Windi sembari duduk di samping Farah.
"Udah biasa kali Win, kalau bareng pak Bima pasti bawaan nya cemberut, aku jadi ragu kalau kalian berjodoh." Ucap Sisil tertawa.
"Ih siapa juga yang mau jadi jodoh nya dia, lagian orang nya nolongin gak ikhlas, malah minta imbalan, itu kan gak baik." Jawab Farah.
"Hah?, Emang nya minta apaan?, Kamu gak di apa-apain kan?." Tanya Sisil terkejut sembari ikut duduk.
"Pikiran nya gak usah jauh-jauh ya." Balas Farah.
"Iya, terus Pak Bima minta balasan nya apa?." Tanya Sisil.
__ADS_1
"Jadi pacar pura-pura di depan Bu Amber dan Pak Beni, nanti malam." jawab Farah.
"Apa...Serius Far?." Sontak Windi dan Sisil kaget nya bukan main. Farah mengangguk.
"Gak nyangka ya, Pak Bima seganteng itu malah butuh pacar pura-pura buat di jadikan pacar." Ucap Windi.
"Tapi gak apa-apa, dengan begini aku semakin nyakin kalau kalian itu jodoh, kalian itu saling membutuhkan."Kata Sisil.
"Gak lucu Sil."balas Farah.
"Tapi bener juga sih Far, kalian tu saling membutuhkan, kamu butuh dia buat ibu mertua kamu, dia butuh kamu untuk orang tua dia." Ucap Windi tersenyum senang.
Farah menghela nafas, mengelengkan kepala nya lalu berjalan keluar dari kamar Windi.
Farah mengambil dan melihat, tersenyum melihat gelang yang indah, lalu ia memakai pada tangan kanan nya. "Indah."
•••
Jam Menunjukan pukul 7 malam.
Pak Beni dan Bu Amber tampak gelisah menunggu putra nya yang tak kunjung juga datang ke tempat acara.
"Kemana sih Bima pa?, Acara kan sudah mau mulai." Kata Bu Amber.
__ADS_1
"Sabar Ma. mungkin sebentar lagi." Jawab Pak Beni, Bu Amber pun mengangguk.
Di tempat lain.
Bima sedang berada di luar mobil menunggu para wanita keluar sesekali ia melihat jam yang ada di pergelangan jam tangan nya.
"Lama sekali." Batin Bima.
baru saja kalimat keluar dalam gumaman nya, pandangan Bima teralihkan melihat Farah yang tampak cantik keluar bersama kedua sahabat nya. dengan gaun berlengan pendek berwarna Hitam berkilauan membuat Farah tampa cantik saat mengenakan nya.
"Maaf lama." Kata Farah, seketika membuat Pandangan Bima segera ia alihkan ke sembarangan arah.
"Tidak apa, Lansung jalan." Ucap Bima agak salah tingkah.
Windi dan Sisil yang melihat sorot mata Bima pun tersenyum.
••••
Di tempat acara, Acara yang akan segera di mulai pun membuat Bu Amber naik ke atas panggung di temani suami nya, sembari berharap putra nya segera datang.
Beberapa saat kemudian, semua mata orang teralihkan saat Bima dan Farah memasuki tempat acara dari pintu utama, Putra Pemilik perusahaan yang banyak di sukai dan menjadi idaman para wanita membuat semua pandangan melihat ke arah nya, terlebih ia mengandeng seorang wanita yang cantik datang ke acara ulang tahun ibu nya.
Pak Beni melihat wanita yang ia gandeng adalah Farah, ia pun tersenyum, tidak dengan Bu Amber yang sama sekali tidak bahagia melihat hal itu, ia merasa putra nya tidak cocok dan selevel dengan Farah yang berstatus sebagai janda dan juga karyawan di perusahaan suami nya.
__ADS_1