
"Bu, Farah Minta maaf, Terus terang saja Farah tidak mau menikah dengan Rangga." Kata Farah mencoba beranikan diri nya. mendengar hal Itu Bu Sumi terkejut.
"Kenapa nak?, Ibu percaya Rangga akan bisa membahagiakan kamu, Ibu juga janji Rangga tidak akan menyakiti kamu." Kata Bu Sumi.
Keinginan mempertahan Farah sebagai menantu Mash bergebu-gebu di dalam hati nya, kehilangan seorang Anak yang ia sayangi tentu aja masih melekat di hati nya kesedihan itu, namun ia juga menyayangi Farah sejak Farah masih menjadi kekasih Bayu dan Farah tahu dan ia merasakan itu.
Farah terdiam tidak bisa memberikan jawaban, meski di awal ia menyakinkan hati nya bisa menolak secara tegas, namun kenyataan nya itu sangat sulit karena ia tahu akan mengecewakan Bu Sumi.
"Saya gak bisa bu, saya tidak mencintai Rangga, beda perasaan hati saya sama Rangga Bu, hati saya menolak untuk menikah dengan adik dari alm suami saya, sampai kapan pun hati saya tak bisa buk" Ucap Farah setelah Farah terdiam beberapa saat.
Bu Sumi mendengar pun merasa kecewa dengan jawaban Farah.
"Dan saya juga sudah memiliki..." Ucap Farah lagi bermaksud berbohong agar Bu Sumi benar-benar berhenti berharap.
"Kamu sudah punya pacar?." Tanya Bu Sumi. Farah mengangguk dengan berat.
"Ibu sudah nyakin kalau laki-laki tadi itu pasti bukan bos kamu, tapi pacar kamu." Kata Bu Sumi.
__ADS_1
Kedua mata Farah membulat besar, mengelengkan kepala nya. "Dia memang bos Farah Bu." Kata Farah.
"Benar kata ibu, saya Pacar Farah, dan juga bos tempat Farah bekerja." Kata Bima yang tiba-tiba muncul ke ruang tamu.
Farah menelan Saliva nya. Bu Sumi menatap Farah dan Bima dengan penuh kekecewaan di hati nya.
"Bu, Maafin Farah ya Bu, Farah benar-Benar tidak bisa menikah dengan Rangga.." Kata Farah.
Bu Sumi membuang nafas berat nya lalu berdiri dari duduk nya.
"Ya sudah, Ibu tidak akan memaksa kamu lagi, ibu pikir kamu kerja jauh karena memang ingin mencari ketenangan sejenak untuk melupakan Bayu, tapi seperti nya kamu sudah selama nya melupakan Bayu dan kami." Kata Bu Sumi.
"Ibu pulang dulu." Kata Bu Sumi.
"Ibu gak minum dulu?."Farah mencoba menahan Bu Sumi, namun kesedihan Bu Sumi membuat ia tak menggubris pertanyaan menantu nya itu.
Farah lalu berjalan keluar melihat Bu Sumi masuk ke mobil dan meninggalkan halaman rumah nya.
__ADS_1
"Udah Far, biarin aja, mungkin memang harus nya seperti ini, bagaimana pun Bu Sumi tidak boleh terus berharap sama kamu." Kata Windi.
"Iya Far." Sambung Sisil. Farah tersenyum kecil dengan kedua mata yang berkaca-kaca.
"Hm, Pak Bima benar sama Farah udah pacaran?." Tanya Windi dengan tatapan mengoda.
Farah lansung melihat Bima. "Tidak, Pak Bima hanya menolong ku." jawab Farah.
"Makasih Pak sudah menolong saya." Kata Farah.
"Iya, tapi harus kamu ingat, agar nanti kau juga bisa menolong ku." Kata Bima. Farah mengerutkan kening nya tak mengerti. sementara Windi dan Sisil saling tersenyum melihat sepasang manusia di depan mereka itu.
"Maksud bapak?." Tanya Farah, namun bia pergi tanpa menjawab ucapan Farah.
Farah melipat kedua tangan di pinggang. "Menolong tapi minta balas imbalan." Kata Farah, kedua mata nya melihat Mobil yang berlalu pergi dan tampak dari dalam mobil Bima masih melihat nya sembari menjalankan mobi nya.
"Gak apa-apa lah, kali aja jodoh " Kata Sisil.
__ADS_1
"Ih Apa sih, aku lagi pusing mikirin Ibu, dia pasti kecewa banget sama aku." Kata Farah sembari berjalan masuk ke dalam rumah.