
Siang itu.
Farah bersama mertua nya merapikan pakaian yang baru saja di angkat.
"Farah."Celetuk Bu Sumi di sela-sela Mereka merapikan pakaian.
"Iya Bu."Balas Farah. Farah menelan Saliva nya, ia nyakin ibu mertua nya akan membicarakan tentang niat hati ingin menjodohkan diri nya dengan Rangga.
"Ibu Berfikir..."Ucap Bu Sumi terhenti saat Farah membalas nya.
"saya engak Mau Bu."Ucap Farah lebih dulu.
"Endak mau apa nak?." Tanya Bu Sumi heran.
"saya tidak sengaja mendengar percakapan ibu dan bapak saat mau mengantarkan Air semalam, jujur saja Bu saya keberatan kalau di suruh menikah dengan Rangga, saya sangat mencintai Mas Bayu, saya belum siap untuk menikah lagi." Ucap Farah.
__ADS_1
Bu Sumi yang mendengar pun menghela nafas kecewa mendengar penuturan Farah, namun meski begitu Bu Sumi menghormati keputusan menantu nya itu.
"Jujur saja Bu, saya disini karena saya mikirin bapak Bu, kalau bapak sudah pulih saya rencana mau bekerja saja, kembali ke kantor lama saya Bu."Ucap Farah.
"Iya, ibu mengerti nak, Tapi ibu masih berharap jika kamu sudah siap, Ibu ingin kamu menikah dengan Rangga."Ucap Bu Sumi namun Farah hanya diam saja.
"Kalau kamu mau bekerja, kamu kerja saja, jangan pikirkan bapak mu, ada ibu dan Rangga yang akan menjaga nya, lagi pula, siapa tahu dengan kamu bekerja kamu bisa melupakan kesedihan kamu Farah."Seru Bu Sumi.
"Apa gak apa-apa Bu?." Tanya Farah lagi.
"Gak apa-apa nak, lagian Ibu juga sedih melihat kamu seperti ini."Balas Bu Sumi.
setelah mendapatkan restu kedua mertua nya, Farah pun akhir nya memutuskan untuk kembali ke rumah orang tua nya. karena jarak kantor Farah dulu lebih dekat dengan rumah kedua orang tua nya.
Pagi itu.
__ADS_1
Farah dan pak Ramli serta istri nya mengantar Farah sampai di halaman rumah, sementara Brams memasukan koper Farah ke dalam bagasi mobil.
"Nak, jaga diri mu ya, sering-sering main kesini, pintu rumah ini selalu terbuka untuk kamu."Ucap Bu Sumi.
"Iya Farah."Sambung pak Ramli.
"Iya Pak, Bu, saya akan sering-sering kesini, bapak dan Ibu jaga kesehatan ya, kabarin Farah kalau ada apa-apa."balas Farah. Bu Sumi dan Pak Ramli tersenyum dan menganggukan kepala nya.
"Farah, mobil sudah siap."Ucap Rangga.
"Farah pamit pak, Bu."Kata Farah sembari mencium tangan kedua mertua nya itu.
Pak Ramli dan Bu Sumi merasa sedih karena Farah harus kembali ke rumah orang tua nya, tapi kedua orang tua itu menghargai keputusan menantu nya itu, Bu Sumi dan Pak Ramli sudah mengenal dekat Farah yang berpacaran bertahun-Tahun dengan putra nya dulu, namun apa bisa di kata, mereka juga merasa sedih melihat Farah yang terpuruk dan tampak tak memiliki semangat hidup setelah kepergian putra mereka, dengan Farah kembali bekerja dan memiliki aktivitas mungkin bisa membuat nya sedikit melupakan kesedihan nya saat ini.
Sebelum masuk ke mobil, Farah melihat rumah Yang penuh dengan kenangan bersama Bayu, kenangan masa-masa mereka dekat dulu dan sering kali datang ke rumah ini. kini hanya tinggal kenangan belaka.
__ADS_1
"Ayo masuk Farah."Seruan Rangga seketika menyudahi pikiran kenangan dirinya dengan almarhum suami nya itu.
Farah mengangguk lalu masuk ke dalam mobil.