
Bima mengajak Farah untuk duduk di taman, Ia menyuruh Farah untuk duduk lalu ia pergi dan kembali dengan 2 buah Es krim di tangan nya. Farah tersenyum saat melihat Bima membelikan nya Eskrim. "Terima kasih." Ucap Farah. .
"Kenapa kau tidak marah saat Ibu ku menghina status mu?."Tanya Bima sembari menjilati es krim nya.
"Untuk apa?, Memang kenyataan nya seperti itu, terkadang memang perkataan orang lain sulit untuk kita terima, tapi kita harus koreksi diri kita lagi, karena mungkin mereka membicarakan Fakta." Ucap Farah.
"Lagian Bu Amber tidak menghina saya, dia hanya mengingatkan bapak status saya yang seorang janda." kata Farah.
"Menurut mu apa seorang janda itu pantas untuk di pandang Rendah?." Tanya Bima.
"Tidak, karena semua orang punya Harga diri." Balas Farah.
"Kalau begitu, jangan biarkan orang lain menghina mu." Ucap Bima. Farah menoleh melihat laki-laki itu. ia lalu tersenyum.
•••
Keesokan hari nya.
Farah terbangun karena mendengar bunyi telefon, Farah pun mengucek mata nya dan melihat jam dinding yang menunjukan pukul 4 subuh.
"Siapa yah telefon jam segini?." Tanya Farah dalam hati.
Ia agak terkejut dan was-was saat melihat kakak nya yang menghubungi nya.
__ADS_1
"Kak, ada apa?" Tanya Farah.
"Farah, Pak Ramli meninggal Dunia." Ucap Brams, Farah pun menutup terkejut, ia menutup mulut nya dengan tangan nya.
"Bukan kah Bapak sudah mulai sehat, kenapa malah meninggal." Ucap Farah.
"Tidak tahu, kondisi nya Kakak dengar melemah kemarin, kapan kau pulang?." Tanya Brams.
Farah tercenung sejenak. "Nanti aku akan ijin dulu dengan atasan ku kak, mungkin hari ini juga aku akan pulang."Ucap Farah.
"Baiklah, jangan lupa kabari." kata Brams sebelum menutup sambungan telefon nya.
Farah pun sudah tak bisa tidur kembali, ia di lema dan takut dan cemas kalau ia pulang, mungkin Bu Sumi akan kembali memaksa nya, dan mungkin saja Bu Sumi tak lagi mau melihat diri nya sejak kejadian kemarin.
"Mau gimana lagi, Itu kan bapak nya mas Bayu." Ucap Farah.
"Ya udah, tapi kabarin kita terus ya." Ucap Windi. Farah mengangguk dengan senyuman kecil nya.
Jam menunjukkan pukul 8, Bima heran saat ia datang dan belum melihat ada Farah di meja nya. ia pun berfikir Farah akan agak terlambat, ia pun masuk ke ruangan nya.
Di tempat lain.
Farah Sedang berada di dalam Taxi menuju ke kantor, ia bermaksud meminta izin lansung pada Bima karena ada keperluan mendesak.
__ADS_1
Saat Farah sampai di kantor, ia mengetuk pintu Bima dan masuk setelah itu. Bima melihat Farah dengan heran karena Farah tidak memakai baju kantor. sementara Farah tampak kaget saat Melihat Pak Beni ada di dalam ruangan Bima.
"Pagi Pak Beni." Sapa Farah.
"Pagi Farah, saya sudah menunggu kamu, ada yang ingin saya bicarakan, tapi seprti kamu hari ini tidak ngantor atau gimana?." pak Beni juga heran melihat Farah yang memakai kaos biasa dan celana jeans panjang.
"Iya Pak, saya sebenarnya mau izin sama pak Bima untuk pulang ke Jakarta "Balas Farah.
"Ada apa?." Tanya Bima.
"Iya, ada masalah apa Farah, mendadak sekali?." Tanya pak Beni juga.
"Ayah dari alm suami saya meninggal pak." ucap Fatah.
Pak Beji dan Bima saling melihat. "Kamu turut berduka Farah." Balas pak Beni. Farah mengangguk.
"Kalau begitu, Bima harus ikut kamu pulang, sekalian agar Lebih mengenal Keluarga kamu."Ucap Pak Beni.
Farah melihat Bima seolah ia mau tanya apa yang harus ia jawab. namun Bima tak memberikan reaksi apa-apa.
"Iya Bim, masak kamu biarkan Pacar kamu pulang sendiri."Kata Pak Beni.
Bima yang tadi terdiam pun menganggukan kepala nya. Farah membuang nafas berat perlahan, apa yang harus ia jelaskan kalau Bima benar ikut dirinya dan bertemu keluarga besar nya.
__ADS_1
Bima sebenarnya tak ingin ikut, namun ia merasa kasihan pada Farah kalau kembali di tuntut untuk menikah oleh ibu mertua nya.