
Malam Itu.
semua keluarga tampak berkumpul di teras rumah, membuat acara dengan membakar-bakar jagung dan lain nya, Farah sendiri duduk di sebuah kursi sendiri memikirkan bagaimana cara memulai bicara dengan Bima, bagaimana cara belajar menerima Bima.
Saat tiba-tiba hal itu di pikirkan, Bu Ayu memanggil Farah.
"Sini nak."
"iya Bu." Farah lekas menghampiri ibu nya
"Farah, ini sudah Mateng sebagian, bawakan untuk Bima, suruh dia jangan terlalu sibuk bekerja, kita kan sedang liburan." kata Pak Broto.
Farah tersenyum kecil dan mengangguk kan kepala sembari berjalan masuk ke dalam dengan beberapa potong Sosis dan Jagung.
Saat Farah masuk ke dalam, Farah mendapati suami itu sedang tertidur dengan kepala di atas meja.
Sejenak ia memandangi laki-laki itu, laki-laki yang tidak terfikirkan sebelum nya akan menjadi suami nya.
"Pak." Farah memegangi Bima dengan pelan untuk membangunkan nya. Bima pun terbangun dan mengosok mata nya.
"Apa?." tanya Pria itu.
__ADS_1
"Lebih baik tidur di tempat tidur." Kata Farah.
Bima membuang nafas sejenak mengumpul nya nyawa nya untuk berdiri. saat ia berdiri lampu di kamar mati membuat Farah lansung saja memeluk Bima dengan Reflek.
Di peluk Farah, membuat Bima menelan Saliva nya terkejut. menyadari kalau Ia memeluk Bima, Farah pun melepaskan nya.
"Maaf."
"Tidak apa-apa."
Namun saat Bima mencari ponsel di atas meja, ia malah memegangi makanan yang masih panas di atas meja, Ia merintih, namun dengan sigap Farah meraih nya dan meniup nya, bersamaan dengan Lampu yang menyala, Bima melihat Farah meniup tangan nya, ia tersenyum samar, hingga saat mata Farah melihat laki-laki itu, Kedua saling menatap dengan begitu dekat.
"Kita sudah menikah, apa kita akan melakukan nya meski tidak ada cinta di antara kita?."Tanya Farah dengan ragu-ragu.
"Aku laki-laki normal Farah, tapi aku akan melakukan nya saat kau siap." jawab Bima.
Farah sejenak terdiam. Bima lalu mendekati tubuh wanita itu. "Maaf kalau aku membuat mu harus menerima pernikahan yang semakin membuat mu sedih." Kata Bima.
Lontaran kata itu membuat Farah sadar kalau Bima tahu kalau ia tidak bahagia, ia belum siap untuk semua ini.
Farah lalu membalikkan tubuh nya menatap Bima, saling menatap tanpa berkedip dengan tatapan sendu. Farah lansung memeluk tubuh gagah laki-laki itu dan menangis.
__ADS_1
"Kenapa kau menangis?." tanya Bima heran.
"Tidak tahu, aku hanya ingin menangis saja saat ini." Balas Farah.
Bima tersenyum karena mendengar alasan Farah menangis. ia lalu mendekap nya dengan Hangat. Farah mengangkat wajah nya dan melihat Suami nya itu lebih dekat lagi, Hingga Kedua nya pun memiliki dorongan untuk berciuman.
Farah dan Bima pun saling bercumbu sejenak di atas Sofa, Windi yang bermaksud memanggil Farah dan Bima untuk turun melihat hal itu dari pintu yang tidak di tutup rapat oleh Farah.
Windi tersenyum lalu pelan menutup pintu Itu agar tidak menganggu mereka berdua.
Mendengar pintu yang tertutup membuat kedua nya berhenti sejenak dan menoleh. Namun lalu kembali saling bercumbu, Bima menuntun Farah ke tempat tidur. Mematikan lampu kamar dan menyala kan lampu tidur untuk menambah Kesan Romantis di malam pertama mereka yang tertunda.
"Pelan-pelan saja, aku belum pernah melakukan nya." Kata Farah. mendengar hal itu Bima sejenak terdiam, namun lalu kembali menyelesaikan malam pertama mereka yang tertunda.
"Ahhhh......suara ******* antara sakit dan nikmati pun terdengar di dalam kamar itu. malam yang sejuk di puncak menambah gairah satu sama lain untuk saling menghangat kan diri.
Saat selesai, Farah masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya, merasakan sesuatu yang sakit di kepemilikan nya untuk pertama kali nya.
Sementara Bima yang juga ingin mengambil pakaian nya melihat Ada noda merah di atas tempat tidur. Bima pun kini mengerti alasan perkataan Farah soal belum pernah melakukan nya.
Hal itu membuat Bima tersenyum senang."Kau milikku saat ini."Batin Bima.
__ADS_1