Menjanda Di Malam Pertama

Menjanda Di Malam Pertama
59 - Malam Di Kantor


__ADS_3

Malam itu.


Farah harus lembur bersama Rehan karena banyak nya kerjaan yang harus ia lakukan, saat Farah sedang fokus pada laptop yang ada di depan nya, sembari memijit-mijit leher nya, Farah di buat terkejut saat seseorang meletakan teh hangat untuk nya.


Farah mengangkat kepala nya dan melihat Bima yang ada di hadapan nya, Farah pun tersenyum melihat Bima.


"Kau pasti sangat lelah kan?." Ucap Bima


"Iya, begitu lah."balas Farah.


Bima lalu berjalan mendekati Farah, membuat Farah menelan Saliva karena takut Bima akan mengajak nya bermesraan di kantor, namun Bima meletakan tangan nya di pundak Farah lalu memijit-mijit kedua pundak Farah dengan lembut.


"Pak, Jangan seperti itu, tidak enak di lihat orang kantor." Ucap Farah menolak, karena ia merasa malu di lihat oleh orang-orang.

__ADS_1


"Siapa yang berani marah aku memijit istri ku?." Ucap Bima pelan di telinga Farah. Farah pun tersenyum lalu membiarkan Bima memijit nya. Sikap Bima yang Pengertian dan lembut pada nya kini membuat Hati Farah mulai sedikit terbuka menerima kehadiran Bima dalam hidup nya.


Seperti kata Farah, banyak mata yang diam-diam melihat kemesraan dan mulai mengatakan Farah yang tidak tahu malu sudah berani merebut kekasih orang lain, dan tanpa malu mengumbar kemesraan di depan mereka.


Farah lalu menghentikan tangan Bima. "sudah Pak, sudah enakkan." Kata Farah, namun Bima terus memijit nya, Farah pun terheran.


"Kalau kamu masih memanggilku bapak, aku akan terus memijit mu." Ucap Bima.


"Lalu aku harus panggil apa?, apa aku boleh panggil Nama?." Ucap Farah.


"Baiklah." Balas Farah tersenyum. Bima pun tersenyum dan menghentikan memijit pundak Farah, lalu berjalan masuk ke ruangan nya sembari mata nya melihat istri nya itu seakan ia tak ingin melepaskan pandangan itu. hal itu membuat Farah pun tertawa kecil.


•••

__ADS_1


Saat Farah mulai kembali fokus saat ada insiden yang tidak mengenakan untuk mata para Jomblo, Farah tiba-tiba menerima sebuah pesan singkat dari nomor yang tidak ia kenal.


"Far ini aku windi, tolongin aku Far, aku terkunci di toilet dekat gudang." Isi pesan itu.


"Windi?."


Tanpa berfikir terlalu panjang Farah pun lekas berjalan ke arah gudang yang terletak di belakang lorong, meski Heran kenapa Windi bisa sampai terkunci di toilet dalam gudang karena mereka memiliki toilet yang tidak jauh dari meja kerja mereka, Farah ke meja sahabat nya itu, ia benar tidak menemukan Windi dan Sisil ada di meja kerja nya.


"Apa mereka mengambil berkas di gudang?." pikir Farah. tidak menemukan kedua sahabat nya membuat Farah pun nyakin kalau itu pesan dari sahabat nya.


Saat sampai di sana, ia melihat pintu gudang yang menyimpan berkas-berkas kantor terbuka, ia pun memanggil Nama sahabat nya itu, namun tidak ada terdengar sautan.


"Win." Panggil Farah sembari perlahan ia berjalan ke arah toilet. namun saat sampai di depan toilet, ia menemukan kalau Toilet itu tidak terkunci hanya tertutup saja. saat akan membalikan tubuh nya, Farah di dorong oleh seseorang yang tidak tahu siapa hingga Farah jatuh dan masuk ke toilet itu, saat mengangkat kepala nya, pintu toilet itu sudah di kunci dari luar, Fara segera berteriak dan mengedor namun tidak ada yang membuka kan pintu.

__ADS_1


Farah semakin khawatir saat sinyal di ponsel nya juga tidak ada saat ia berada di ruangan itu."Bukaaaa" Teriak Farah dari dalam.


__ADS_2