Menjanda Di Malam Pertama

Menjanda Di Malam Pertama
43 - Kesepakatan


__ADS_3

Setelah beberapa hari, Pagi Itu.


Farah dan Karyawan di beritahu akan ada di adakan ulang tahun Bu Amber yang akan di rayakan pada Malam ini dan semua staf di undang untuk datang. kantor pun akan di liburkan setengah hari, hari ini, Tentu saja Farah dan kedua sahabat nya begitu senang saat mendengar hari ini akan pulang lebih awal.


Ketiga wanita itu tertawa-tawa sembari mengobrol. "Farah." Sebuah suara yang tidak asing membuat wanita itu menoleh.


"Pak Bima." Farah Lekas berdiri tegap dengan sopan, sementara Windi dan Sisil mengangguk kepala dengan sopan menyapa atasan mereka.


"Ikut saya keluar." Kata Bima.


"Bukan kah hari ini tidak ada meeting pak." jawab Farah.


"Apa kau hanya ikut saya karena ada meeting, Selama Masih jam kerja, kau harus ikut apa kata ku." Kata Martin. Farah mengigit bibir nya.


"Baik pak." Balas Farah.


Bima lalu berlalu dari sana dan segera di ikuti Farah yang melambaikan tangan pada kedua sahabat nya untuk berpisah.


Di mobil.

__ADS_1


Farah hanya duduk diam membiarkan Bima yang mengendarakan mobil membawa kemana pun dan ia pun sedang tak ingin bertanya-tanya.


Hingga mobil Bima sampai di depan sebuah toko perhiasan membuat Farah bertanya-tanya untuk apa mereka kesini, Namun ia turun mengikuti laki-laki itu, ia pun berfikir Bima datang untuk membelikan kado untuk ibu nya.


Bima melihat perhiasan kalung, begitu juga dengan Farah yang melihat gelang yang begitu indah.


"Farah."


"Iya pak."


"Pilih satu kalung yang menurut mu bagus di antara ketiga ini." Kata Bima.


Farah pun memilih dan ia menunjuk 1 kalung yang tampak indah menurut nya. " Ini cantik, tidak terlalu ramai."Kata Farah.


Bima tak merespon ucapan Farah dan meminta pegawai toko membungkus pilihan pertama Farah, karena ia lebih nyakin pada pilihan pertama.


Sembari menunggu Bima juga meminta Farah memilih sebuah gelang yang menurut nya bagus, Farah menunjuk sebuah gelang yang sejak tadi ia lihat, Bima pun membungkus gelang itu juga.


Setelah dari toko perhiasan Farah dan Bima kembali ke mobil.

__ADS_1


"Ini untuk mu." kata Bima memberikan sebuah paper bag kecil pada Farah. Farah membuka dan terkejut saat melihat gelang yang tadi ia pilih.


"Kenapa bapak berikan pada saya, saya pikir ini untuk Ibu Amber." Kata Farah.


"Kalung untuk nya, gelang untuk mu." balas Bima.


"Maaf ini terlalu mahal,saya tidak bisa pak." Kata Farah kembali memasukan ke dalam paper bag.


"Nanti malam, aku akan menjemput mu, bantu aku untuk menjadi pacar ku di depan kedua orang tua ku..."Belum selesai Bima menyelesaikan kalimat nya untuk mengajak Farah membuat kesepakatan, farah lansung menyela nya.


"Jadi bapak menyogok saya dengan ini?, agar saya mau jadi pacar bapak?." Kata Farah dengan menatap Bima dengan tajam.


"Saya belum selesai bicara. Aku meminta mu menjadi pacar pura-pura, aku sudah menolong mu, lakukan saja sebagai tanda kau membalas apa yang ku lakukan kemarin untuk mu." tutur Bima.


"Pura-pura?"


"Aku tidak bisa. aku tak mau membohongi ayah bapak." Kata Farah.


"Kau bahkan membohongi ibu mertua mu, apa beda nya." Kata bima. Farah pun terdiam.

__ADS_1


"Setelah ini saya tidak ada hutang Budi lagi dengan bapak."kata Farah sembari mengulurkan tangan untuk berjabat tangan. Bima melihat pun mengambil dan menjabat tangan setuju dengan wanita itu.


Farah menghela nafas berat. "Hanya kali ini." Batin Farah yang sebenarnya berat melakukan ini, namun semua demi Balas Budi nya karena Bima telah menyelamatkan nya saat Bu Sumi datang beberapa hari yang lalu.


__ADS_2