Menjanda Di Malam Pertama

Menjanda Di Malam Pertama
18 - Tekad


__ADS_3

Masih dengan pakaian tidurnya, Farah menyiapkan sarapan untuk Bima bos nya saat ini. meski sangat menyebalkan Farah mengerjakan semua nya dengan hati nya. sementara Bima yang duduk di meja makan memperhatikan Farah. ia sungguh tak ingin Farah menjadi sekertaris nya di waktu yang lama. sejenak ia memikirkan cara untuk membuat Farah sendiri yang mengajukan untuk kembali di mutasi.


Farah yang baru saja selesai memasak, membalikan tubuhnya dan melihat kalau Bima sedang melihat nya, menyadari hal itu Bima lekas mengalihkan pandangan nya.


"Tidak usah di lihat terus, aku tak akan berubah pikiran untuk terus bekerja disini."Ucap Farah dan meletakan nasi goreng di hadapan Bima dengan sedikit kasar.


"Apa begini cara kau melayani tuan mu?." Tanya Bima.


"Apa begini juga kau memperlakukan anak buah mu?." Tanya Balik Farah.


Bima melihat pakaian yang masih melekat di tubuh Farah, pakaian tidur.


"Pak Yanto."Panggil Bima dengan agak berteriak. Pak Yanto pun lekas datang menghampiri Bima yang ada di meja mkan.


"Iya Den."


"Pak, tolong antar dia pulang."Ucap Bima.


"Dan kau!." Tunjuk Bima pada Farah.


"Besok, jangan berani coba telat datang ke kantor atau masa kau bekerja sebagai sekertaris ku akan ku perpendek."Ucap Bima.

__ADS_1


"Iya."Jawab Farah.


"Menyebalkan sekali, aku di suruh datang hanya untuk buatkan sarapan untuk nya?" ucap Farah kesal saat sudah berada di dalam mobil bersama Pak Yanto.


Pak Yanto tersenyum mendengar gerutu Farah. "Sabar Non, Nona Farah bukan yang pertama mengalami ini, sudah banyak yang berhenti karena tidak tahan dengan Den Bima, saya sih berharap Nona Farah bisa bertahan "Ucap pak Yanto. Farah gak mengerti kenapa sekertaris bisa berhenti terus.


"Kenapa memang nya pak?, apa yang salah sampai mereka memilih berhenti." Tanya Farah.


"Nona Farah saya rasa sudah tahu jawaban nya."Ucap Pak Yanto.


Sejenak terdiam Farah mencoba mencerna. "Dia menyebalkan ya pak?, Seperti nya dia tak setuju di carikan sekertaris oleh pak Beni, dia pasti akan membuat ku tidak betah. "Tebak Farah.


Mendengar hal ini, malam hari saat Farah di kamar ia teringat oleh perkataan pak Yanto, ia merasa memiliki tantangan hidup dan ada daya juang hidup yang tiba-tiba seolah bangkit.


Demi untuk tidak pulang, Farah bertekad kalau ia akan bertahan di kota malang bagaimana pun cara nya.


Namun saat masih memikirkan hal itu, tiba-tiba ponsel Farah berbunyi, ia pun tersenyum saat melihat Ibu nya yang menghubunginya.


"Iya Bu."


"Lagi apa nak?, Belum tiur?." Tanya Bu ayu.

__ADS_1


"Belum Bu."Balas Farah.


"Kamu harus jaga diri kamu disana nak, jangan bikin Bapak dan Ibu serta mas mu khawatir, tadi Ibu mertua mu juga tlfn titip pesan yang sama minta kamu jaga diri."Ucap Bu Ayu.


"Iya Bu."Balas Farah yang tiba-tiba menjadi sendu saat mendengar kalau mertua nya menitipkan pesan untuk nya, Farah sangat menyayangi orang tua bayu, hanya saja perjodohan yang seperti nya tak punya hati untuk memberinya waktu untuk bersedih membuat Farah memilih menjauh.


"Mikirin apa sih serius banget?." Ucap Windi dan masuk ke kamar Farah yang tidak tertutup bersama Sisil. lekas membuyar lamunan Farah setelah selsai bertelefonan dengan yang lain.


"Iya Farah, oh iya, cerita dong gimana ketemu clon bos?." Tanya Sisil.


"Cerita gak ya?."


"Cerita dong Far." Sisil dan Windi sangat penasaran.


"Udh dech liat besok aja, bobo yuk!."Balas Farah.


"Yah nyebelin."Ucap Sisil.


"Tapi kita bobo bareng ya."Ucap Windi.


"Iya boleh." ketiga wanita itu pun tidur bersama malam ini di kamar Farah.

__ADS_1


__ADS_2