
Siang itu saat Farah sedang duduk menatap layar laptop nya. Sisil dan Windi menghampiri Farah.
"Farah, kamu tahu gak kalau Ternyata Anak pak Beni itu lulusan S2 luar negri, kata nya wajah nya ganteng, kamu nyakin gak mau jadi sekertaris nya??" Tanya Windi.
"Kalian kayak nya suka ya jauh dari aku?." Tanya Farah.
Windi dan Sisil saling melihat dan tersenyum penuh arti. membuat Farah pun menatap penuh selidik.
"Udh dech, aku gak mau ngomongin ini lagi."Ucap Farah.
•••
Hingga malam Hari Farah kembali ke rumah, merasa lelah ia melenggangkan kaki nya memasuki pagar rumah, namun langkah rumah nya terhenti saat ia melihat Mobil Rangga terparkir di halaman rumah.
Sejenak membuat langkah Kaki Farah terhenti, ia merasa ragu untuk kembali melangkah masuk ke dalam. Namun ia membuat nafas untuk menghilangkan rasa sesak di dada nya lalu memutuskan melangkah masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Benar saja, tampak Rangga dan Bu Sumi sedang duduk mengobrol dengan Kedua orang tua nya serta sang kakak.
"Farah, sudah pulang nak?, Ini Ibu mertua mu datang untuk mengunjungi mu."Ucap Bu Ayu.
Farah melebarkan senyum nya menyapa mertua nya, menghampiri dan mencium punggung tangan mertua nya.
"Bu, apa kabar."Tanya Farah.
"Baik nak, kamu terlihat sudah lebih ceria."Ucap Bu Sumi. Farah tersenyum dan mengangguk.
Semua obrolan tampak biasa-biasa saja,dan masih ada tawa terdengar di sela-sela obrolan mereka, hingga perkataan Bu Sumi seketika membuat semua terdiam dan menjadi canggung.
"Kalau keadaan Farah seperti ini terus dan semakin baik, alangkah lebih baik juga kalau Farah menikah dengan Rangga dan memulai hidup baru mereka bersama."Ucap Bu Sumi.
Ucapan itu tentu saja membuat Farah tidak nyaman, keinginan Bu Sumi yang masih belum hilang menginginkan Farah sebagai menantu nya terus dan menikah dengan Rangga membuat nya berharap Farah suatu hari nanti akan mau di nikahi Rangga.
__ADS_1
"Betul kan pak Broto?." Ucap Bu Sumi lagi.
Pak Broto tersenyum dan mengangguk.."Ya saya sih terserah Farah saja Bu, kalau Farah mau ya saya hanya akan merestui nya."Ucap Pak Broto.
"Bagaimana menurut kamu Farah?." Tanya Bu Sumi lagi kini memandang menantu kesayangan nya itu. Farah menelan Saliva nya.
"Bu, sudah lah, tidak usah membahas soal seperti ini."Ucap Rangga.
Tiba-tiba Farah berdiri. "Maaf Bu, saya gak bisa." Ucap Farah lalu berdiri dari duduk nya dan keluar dari rumah.
Bu Sumi pun memandang menantu nya berlalu pergi. Rangga pun langsung menyusul Farah.
"Maafkan sikap Farah Bu Sumi, dia pasti belum siap, karena memang ia masih memikirkan Bayu."Ucap Bu Ayu yang tidak enak dengan Bu Sumi. Bu Sumi mengangguk, ada perasaan kecewa dan sedih karena Farah tak mau dan terus mengatakan tidak mau menikah dengan Rangga.
Farah lalu ke teras rumah dan menangis, ia tahu sikap nya tidak sopan saat ini, tapi ia merasa kesal karena seolah Bu Sumi terus memaksa nya untuk menikah dengan laki-laki yang tidak ia cintai, apa lagi laki-laki itu adalah Adik dari alm suami nya.
__ADS_1