
Bima tidak lansung membawa pulang Farah, ia mengajak Farah sebuah tempat, ia benar-benar sedang menginginkan seorang teman untuk menemani nya.
"Kita mau kemana?." Tanya Farah.
"Bersantai sebentar disini."Kata Bima. Farah yang melihat tempat itu adalah taman dan ramai membuat nya pun setuju untuk turun dari mobil bersama Bima.
Disebuah kursi panjang, Farah dan Bima duduk bersampingan. Farah lalu teringat kalau ia dan Bayu juga sering menghabiskan waktu di taman saat mereka pulang kerja. meski ini malang bukan tempat mereka pernah singgah, tapi taman seperti mengingatkan nya pada masa lalu.
"Boleh aku tanya sesuatu?." Kata Bima.
"Iya, Apa?." Tanya Farah.
"Apa yang membuat mu ingin bekerja disini dan bertahan?, padahal aku sudah menawarkan mu untuk pulang ke Jakarta dan gaji mu tetap akan sama." Tanya Bima.
"Apa aku harus menjawab itu?." Tanya Farah. Bima mengangguk.
"Apa kau sama dengan ku, tidak akur dengan ayah ku?." Tanya Bima lagi.
Farah mengerutkan Dahi nya, tak menyangka Pak Beni yang ia rasa begitu baik dan lembut tidak akur dengan laki-laki yang sedang duduk di samping nya.
__ADS_1
"Aku rasa Pak Beni orang yang baik dan sayang keluarga, tapi kenapa kalian bisa tidak akur?." Tanya Farah.
"Dia terlalu serakah."Balas Bima.
"Aku bertanya pada mu, kenapa kau malah balik menanyakan tentang ku?." Kata Bima. Farah pun tersenyum. ia lalu memandang ke depan.
"Aku sayang dekat dengan keluarga ku, bahkan sangat dekat. tapi sesuatu membuat ku tak ingin disana, terlalu menyakitkan untuk di ingat."Kata Farah.
"Apa?."
"Boleh kah kita pulang sekarang pak?." Tanya Farah mengalihkan pembicaraan, tak ingin membahas soal pribadi nya lebih dalam.
Tidak ada pembicaraan di antara mereka di dalam mobil, Farah pun hanya duduk diam mengamati setiap jalan yang ia lalui. Hingga mobil Bima sampai di depan rumah Farah.
Saat mobil Bima berlalu pergi, Windi dan Sisil berlari keluar rumah menghampiri Farah.
"Farah, kau dari mana saja?, Kami mengkhawatirkan mu."Tanya Windi.
"Maaf ya, hp ku lowbat."Balas Farah.
__ADS_1
"Yang penting kau baik-baik saja, ngomong-ngomong tadi itu pak Bima kan?." Tanya Sisil.
"Iya."
"Pak Bima nganterin kamu pulang?."Tanya Windi terkejut.
"Baru seminggu loh, udah akrab aja sih sama Pak Bos."Goda Windi dan Sisil.
"Apaan Sih, gak lucu."Balas Farah sembari melangkahkan kaki nya masuk.
•••
Keesokan hari nya.
Farah dan Kedua sahabat nya seperti biasa naik Taxi menuju ke kantor nya. saat mobil Taxi berhenti di lampu merah, sebuah mobil juga berhenti tepat di samping Taxi itu, Farah terkejut saat ia melihat itu adalah Rossa, Pacar dari bos nya sedang bermesraan dengan pria lain.
Rossa yang tak sengaja menoleh seketika kedua mata nya membulat dan ia pun salah tingkah saat ia mengenali Farah yang adalah Sekertaris Bima.
"Jadi yang di bicarakan Pak Beni dan istri nya itu benar, kalau pacar Pak Bima itu selingkuh."Gumam Farah.
__ADS_1
Melihat Farah yang sudah mengetahui kelakuan nya main belakang membuat Rossa jadi khawatir Kalau Farah akan memberitahu Bima kalau ia sudah berselingkuh.
"Cewek sialan."Ucap Rossa saat Taxi itu sudah berbeda arah dengan nya.