
Rossa lalu bergegas ke kantor Bima, Namun Bima sedang tidak berada di ruangan nya, Mendengar dari staf kalau Bima dan Farah sedang di ruang meeting Rossa pun bergegas ke sana, saat Baru saja akan sampai di ruangan meeting, Farah dan Bima tampak keluar dari ruangan Meeting, dan Bima tampak heran melihat Rossa berada disini.
Rossa menatap Farah dengan tatapan penuh arti, Namun Farah hanya menatap nya biasa-biasa saja. Melihat tak ada reaksi apa-apa dari Bima, Rossa lekas mendekati nya dengan senyuman manis dan merangkul lengan laki-laki itu.
"Sayang, apa yang kamu lakukan disini?." Tanya Bima.
"Em, aku hanya lewat sekalian mampir."Balas Rossa.
"Ya sudah, ayo ke ruangan ku!." Balas Bima dan Rossa mengiyakan.
•••
Saat Sudah akan sampai di ruangan Bima yang letak nya berbeda lantai dengan ruangan meeting, Rossa menghentikan langkah nya.
"Ada apa?." Tanya Bima heran.
"Ponsel ku ketinggalan di mobil, aku ambil dulu ya."Kata Rossa.
__ADS_1
"Baik lah, aku masuk dulu."Balas Bima, Rossa tersenyum mengangguk. setelah memastikan Bima sudah masuk, Rossa lalu lekas menghampiri Farah yang sedang bicara dengan teman kantor.
Melihat Rossa menghampiri nya, Farah lalu menghentikan obrolan dengan yang lain, lalu melihat Rossa seolah bertanya apa yang ingin di bicarakan.
"Saya ingin bicara berdua dengan kamu."Kata Rossa lalu berjalan untuk menentukan tempat bicara.
Namu Farah hanya diam saja tak bergerak dari posisi nya. "Lihat apa?, Cepat ikut!." Ucap Rossa dan akhirnya Farah pun mengikuti nya.
Mereka lalu masuk ke sebuah ruangan kosong. yang terlihat seperti gudang tempat penyimpanan berkas.
"Aku tahu kamu melihat ku saat di lampu merah tadi, aku ingatkan kamu untuk jangan sekali-kali memberitahu Bima akan hal ini. atau aku tidak segan-segan akan melakukan sesuatu pada mu." Jari telunjuk Rossa mengarah ke wajah Farah.
"Auw."
"Dengar nya mbak Rossa. jangan mengancam saya seperti itu, saya diam bukan karena saya takut pada anda, tapi karena saya memang tidak ingin ikut campur urusan kalian, tapi dengan anda mengancam saya seperti ini, saya mungkin akan pertimbangkan lagi, saya mungkin akan bicara dan memberitahu pak Bima, Bos saya itu jika di perlukan." Balas Farah.
Rossa menahan kesal menatap Farah. "Lihat saja aku akan buat perhitungan dengan kamu jika kamu sampai buka mulut."Kata Rossa dan berlalu pergi.
__ADS_1
Farah hanya tersenyum kecil melihat Rossa pergi, heran karena ada wanita seperti Farah di dunia ini, dimana ia merasa kalau Bima sudah sangat mencintai nya dan rela tak percaya ucapan Ibu dan ayah nya.
•••
Di ruangan Bima.
Rossa masuk ke dalam dan menghampiri Bima dengan wajah manja nya.
"Sayang, aku ingin minta sesuatu." Ucap Rossa.
"Apa?, Bukan kah Kartu ku dengan mu, beli lah apa yang kamu mau beli."Kata Bima.
"Bukan, bukan itu, Aku minta sama kamu untuk pecat sekertaris mu itu, aku tida suka karena dia sok kecantikan."Kata Rosaa.
Mendengar permintaan Pacarnya itu, Bia terdiam sejenak.
"Kalau soal itu aku tidak bisa, dia bekerja sangat baik, dia juga orang yang papa cari, kalau aku memecatnya, Papa pasti akan marah." Tutur Bima.
__ADS_1
"Jadi kamu tidak bisa melakukan itu?." Tanya Rossa. Bima tersenyum mengganggu.
"Kecuali jika dia melakukan kesalahan, dan aku bisa memiliki alasan untuk memecatnya."Kata Bima.