
Melihat hal seperti itu tentu saja membuat Bima sangat terluka dan kecewa pada Rossa yang selama ini ia berikan kepercayaan. namun ternyata ia bermain di belakang nya. Bahkan Bima kenal siapa orang yang bersama Rossa, ia adalah lawan bisnis Bima.
"Kau baik-baik saja Bim?." Tanya Reno.
Bima mengangguk mengiyakan, namun wajah nya tidak menunjukan kalau ia sedang baik -baik saja.
"Aku keluar dulu "Kata Bima. Reno dan Farah mengiyakan.
Saat selesai meeting, Bima keluar lebih dulu dari ruangan meeting meninggalkan Reno dan Farah yang masih berbicara dengan klain nya, Mata Farah melihat Bima bangkit dari duduknya dan berjalan keluar.
•••
"Dimana dia?." Tanya Reno.
"Mungkin di kantin."Kata Farah.
Reno melihat Farah dan mengangguk, mereka pun berjalan ke arah kantin dan benar saja ia melihat Bima sedang duduk di kursi menikmati secangkir kopi.
"Bagaimana kau tahu dia ada disini?." Tanya Reno tersenyum melihat Farah.
"Aku hanya menebak, karena aku tahu dia suka minum kopi kalau sedang pusing."Ujar Farah.
"Kau sanga keren Farah, aku juga ingin memiliki sekertaris seperti mu." Kata Reno tersenyum.
__ADS_1
"Kau berlebihan Ren."Balas Farah yang masih berdiri bersama Reno menatap dari kejauhan Bima yang sedang termenung sendiri.
"Ayo kita kesana."Ajak Reno dan Farah mengangguk.
"Bim." Reno menepuk pundak sepupu nya itu.
"Kau tidak perlu segalau ini memikirkan dia, bersyukurlah kau lebih dulu tahu kedok Rossa seperti apa."Kata Reno.
"Aku tidak memikirkan dia, tapi aku Dalam masalah sekarang, kau tahu kan."Kata Bima.
"Iya aku mengerti, tapi selesaikan dulu urusan mu dengan dia, baru kau selesaikan masalah ini." Kata Reno.
Farah yang sedari tadi duduk di antara mereka tak mengerti apa masalah sebenarnya yang sedang di bicarakan Reno dan Bima jikalau bukan tentang Rossa.
"Pak, Apa kita akan kembali ke kantor?." Tanya Farah.
"Aku sedang tidak mau, aku mau pulang saja."Kata Bima.
"Ayo lah Bim, jangan menolak, ayo jalan sekarang." kata Reno membantu Bima yang malas untuk berdiri segera mengangkat kaki nya.
••••
Reno membawa Bima untuk bermain wahana di tempat permainan, Farah yang melihat mereka datang di tempat seperti ini pun tersenyum.
__ADS_1
"Apa kau gila, kau mengajak ku main wahana?." Ketus Bima.
"Kau takut?." Tanya Reno.
"Sejak kapan aku takut dengan mu." balas Bima.
"Kalau Begitu ayo." Ajak Reno, Bima pun mengikuti nya.
"Ayo Farah." Reno mengandeng tangan Farah tanpa sengaja membuat Farah terkejut dan melihat tangan Reno.
"Oh, Maaf Farah, aku reflek." kata Reno saat kembali melepaskan tangan Farah.
"Iya, tak apa-apa."Balas Farah tersenyum sopan.
Bima yang melihat pun memasang mengejek pada Sepupu nya itu yang menurutnya mencari kesempatan dalam kesempitan.
"Kau slalu pandai mencari moment." Bisik Bima.
"Ha, nama nya juga usaha."Kata Reno berbalas berbisik. kedua nya pun tertawa membuat Farah menatap dengan tatapan penuh selidik karena berfikir kedua laki-laki itu sedang membicarakan nya.
"Kalian membicarakan ku?." Tanya Farah ketus.
"Jangan terlalu pede." Kata Bima dan menaiki wahana.
__ADS_1
"Tidak Far, kami membicarakan Yang sedang patah hati." Kata Reno tersenyum melihat Bima.
Mereka bertiga pun bermain wahana ke satu dan ke yang lain juga, Tawa dan keseruan menghiasi hati mereka, sejenak terlupa kalau Farah dan Bima adalah bos dan anak buah. layak nya tiga teman yang baik mereka tertawa bersama di tempat itu.