Menjanda Di Malam Pertama

Menjanda Di Malam Pertama
24 - Marah


__ADS_3

Saat Farah terbangun, ia melihat diri nya sudah berada di dalam sebuah kamar yang ia tidak tahu itu kamar siapa. hingga pintu kamar itu terbuka dan masuk seorang pelayan menghampiri Farah.


"Sudah bangun Non?." Tanya Seorang wanita paru baya.


"Saya dimana?." Tanya Farah.


"Perkenalkan Non, saya Ita, Panggil saja Bi Ita, Non ada di rumah Den Bima."Kata Bi Ita.


Baru saja selesai berkata, Bima lalu masuk ke dalam kamar itu. Bi Ita lalu permisi keluar setelah itu.


"Begitu saja Pingsan, aku pikir kau ini kuat."Kata Bima. Perkataan Bima membuat Farah merasa tersinggung. karena ulah laki-laki itu lah ia jatuh pingsan.


Farah lalu lekas berdiri dan melihat Bima.

__ADS_1


"Menurut mu itu lucu?, Dengar ya pak Bima yang terhormat, apa yang anda lakukan itu sangat berbahaya untuk diri anda dan juga orang lain, kalau sampai kau menabrak orang lain, apa menurut anda, anda bisa mengembalikan nyawa nya, bahkan uang anda sebanyak apa pun tidak akan bisa mengembalikan nyawa orang itu, dan satu lagi, saya bukan orang kuat seperti yang anda pikirkan."Ucap Farah dengan tegas, ia lalu mengambil tas nya di atas meja dan berlalu keluar dari kamar itu.


Melihat Farah yang begitu marah, Bima hanya diam heran. "Kenapa dia begitu marah, aku kan tidak menabrak orang."Ucap Bima dalam hati.


Farah lalu berjalan keluar, ia bingung ia dimana, namun rasa kesal nya pada Bima tak membuat nya ingin kembali meminta pria itu untuk mengantar nya pulang.


Farah lalu berjalan keluar meninggalkan rumah itu, melihat jalan yang sepi, tak ada Taxi atau pun mobil yang melintas di jalan itu membuat Farah mengidik ngeri. namun ia terus melangkah meski ia tak tahu kemana ia harus pergi.


Saat mengecek ponsel nya, ponsel nya sudah drop. dan tak bisa membuat nya untuk menghubungi sahabat nya.


"Masuk." Meminta Farah untuk masuk, namun Farah masih terus berjalan tak menghiraukan nya.


"Kau tidak tahu jalan kan, disini juga sepi, aku akan mengantar mu pulang."Kata Bima. Namun Farah tetap mempertahan nya diri nya dan tak menghiraukan Bima.

__ADS_1


Hingga Bima menghentikan mobil nya lalu turun, membuka pintu mobil sebelum mendekati wanita itu dan mengendong Farah untuk masuk ke mobil. tentu saja Farah memberontak, namun ia kalah tenaga dengan Bima.


"Jangan membuatku dalam masalah kalau terjadi sesuatu pada mu dijalan."Kata Bima dan menutup pintu mobil dan masuk kembali.


Farah pun kesal dan hanya duduk diam saja. Bima melihat Farah yang duduk diam membuang wajah nya ke arah luar jendela.


"Maaf soal tadi."Kata Bima.


Mendengar hal itu, Hati Farah tergerak, ia tak percaya Bima akan mengatakan hal itu.


"Aku hanya kesal tadi."Kata Bima.


"Aku berharap kau masih mau bekerja dengan ku."Kata Bima.

__ADS_1


Farah menganggukkan kepala nya, ia lalu melihat Bima dan tersenyum kecil, bukan wanita yang memiliki hati pendendam, Farah tak bisa menolak orang yang meminta maaf pada nya, meski dalam lubuk hati nya yang terdalam ia masih kesal, Bima benar-benar mengingatkan nya kembali pada Bayu.


__ADS_2