
Pagi itu.
Udara malang yang dingin membuat Pagi Farah terasa di sambut dengan sejuk dan nyaman, Farah tersenyum saat ia melihat sekeliling rumah yang masih asri di tumbuhi perpohonan.
"Selamat pagi sekertaris Farah."Sapa Windi. Farah pun tersenyum. "Pagi." balas Farah.
"Nanti siang kita jalan-jalan dulu yuk, sebelum kita kerja."Ajak Windi.
"Iya Boleh, Sisil mana?." Tanya Farah
"Sejak kapan sih kalau libur liat Sisil bangun pagi." ucap Windi dan Farah pun tersenyum.
Namun di tengah obrolan mereka, tiba-tiba sebuah mobil memasuki halaman rumah yang mereka tinggali, kedua wanita itu saling melihat seolah bertanya siapa yang datang melalui sorotan mata.
Hingga turun seorang laki-laki berjas menghampiri mereka.
"Selamat pagi Nona."Sapa orang itu.
"Perkenalkan saya yanto Supir Dari pak Bima di tugaskan untuk menjemput Nona Farah ke rumah beliau."Ucap Supir dari putra Pak Beni.
"Sekarang banget pak?." Tanya Farah.
"Iya Nona."Balas pak Yanto.
__ADS_1
"Saya mandi dulu ya pak."Ucap Farah yang melihat baju nya masih mengunakan baju tidur.
"Tidak perlu Nona, Pak Bima ingin bertemu and sekrang dan tak ingin menunggu."Ucap Pak Yanto.
"Gimana?." Tanya Farah pada Windi.
"Ya udah, ke sana saja, udah di tungguin "Ucap Windi.
Farah pun lalu mengambil ponsel nya dan lekas mengikuti pak Yanto masuk ke dalam mobil.
Tak ada obrolan di antara mereka dan Farah juga malas bicara karena merasa tidak di beri kesempatan untuk bersiap.
Hingga akhir nya sebuah mobil memsuki halaman rumah mewah. Mata Farah pun di buat kagum saat melihat rumah yang tampak mewah dan besar.
memasuki rumah pun Farah di sambut oleh pelayan dan Di persilakan untuk duduk di sebuah sofa.
•••
"Jadi kamu Farah?." Sebuah berkata di belakang nya membuat Farah menoleh. ia pun Lekas berdiri untuk menghormati atasan baru nya.
Untuk pertama kali nya ia melihat atasan baru nya saat ini.
"Iya Pak, saya Farah."Ucap Farah.
__ADS_1
"setelah sebulan bekerja aku akan mutasi kamu kembali ke Jakarta."ucap Bima.
Mendengar hal itu tentu saja Farah tidak senang dan memandang tajam Bima, keinginan nya yang tak ingin pulang kembali ke rumah nya untuk menghindari mertua nya yang memang ingin ia menikah dengan Rangga pun tidak terima.
"Kenapa begitu?, Saya di mutasi untuk sebulan saja?." Tanya Farah.
"Iya." jawab Bima singkat.
"Engak bisa, Pak Beni tidak mengatakan ini sebelum nya pada saya, saya akan tanya pak Beni."Ucap Farah dengan kesal dan mengambil ponsel nya untuk menghubungi Pak Beni.
"Jangan!."
"Aku pastikan gaji kamu akan tetap seperti yang di janjikan ayah ku saat kau kembali di mutasi."
"Aku tak perduli soal gaji."Ucap Farah dengan ketus Karen Uda terlanjur kesal.
"Lalu apa mau mu?, aku tak mengerti apa yang kau harapkan menjadi sekertaris ku, kalau ayah ku menjanjikan mu naik pangkat, maka jangan harapkan itu akan terjadi selama kau menjadi sekretaris ku." Tanya Bima dengan wajah kesal nya menatap Farah. Namun Farah hanya diam saja.
"Siapkan sarapan untuk ku."Ucap Bima. Farah terkejut, kenapa harus dia, padahal ia melihat banyak pembantu di rumah ini.
"Kenapa masih diam?, Kau mau jadi sekretaris ku atau tidak?." Tanya Bima ketus.
Farah membuang nafas kesal lalu berjalan menuju dapur yang masih terjangkau di mata nya. tentu ini perintah yang tak masuk akal, ia di bayar untuk menjadi sekertaris bukan asisten rumah tangga, namun karena tak ingin banyak bertekak dengan Bila karena ia memang inginkan terus bekerja, Farah pun mendengarkan nya.
__ADS_1