
Rossa menatap Farah dengan kesal. lalu ia mengikuti wanita itu. Bima yang melihat Rossa di belakang istri nya dari jauh menatap dirinya pun merasa heran karena ada Rossa di tempat itu.
Tangan Farah mengandeng tangan Bima untuk segera pergi dari restoran itu.
"Apa dia menyakiti mu?." Tanya Bima.
"Tidak, tenang saja." Balas Farah.
"Aku tak mengerti kenapa dia berada disini." Ucap Bima.
"Biarkan saja." Farah tak ingin lagi membahas soal Rossa yang ia rasa tak perlu untuk di bahas.
•••
Mereka pun kembali ke kamar hotel, dengan perasaan kesal Farah duduk ditempat tidur lalu memainkan ponsel nya. karena liburan mereka tidak ada ketenangan sebab ada Rossa yang seperti nya akan menganggu diri nya.
Bima yang melihat Farah seperti tidak senang saat melihat Rossa pun memandangi wanita itu sembari duduk di sofa.
"Kau kesal dengan nya?." Tanya Bima.
"Tidak."
"Tapi wajah mu mengatakan sebalik nya." Balas Bima dan Farah hanya diam.
Farah lalu membaringkan tubuh nya di tempat tidur, Bima pun pelahan mendekati wanita itu, memeluk Farah, Mendapatkan pelukan hangat dari Bima, perasaan Farah pun sedikit lebih tenang.
Bima lalu mencium Farah, Farah pun membalas hal yang sama, namun saat akan menuju ke step berikutnya, tiba-tiba.
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu menghentikan adegan kedua nya. Bima pun menghela nafas kesal karena ada yang menganggu, sementara Farah hanya tersenyum.
Farah pun memperbaiki pakaian nya dan membuka pintu, Tampak staf hotel datang mengantarkan souvernir sebagai hadiah mereka menginap di hotel ini, sebuah panjangan hias berbentuk balon udara. Farah mengucapkan terima kasih sebelum kembali ia menutup pintu.
__ADS_1
"Ada apa?." Tanya Bima saat pintu kembali di tutup.
"Hadiah dari hotel."
"Oh, Untuk apa mereka kasih hadiah, menginap disini bersama kamu aja sudah lebih dari apa pun sayang." Ucap Bima.
"Hm, kau semakin pandai merayu." Ucap Farah. Bima pun tertawa kecil.
•••
Hari kedua bulan madu Farah, Pagi-pagi saat Farah membuka mata, Farah sudah melihat Bima menatap layar monitor nya dengan serius, Farah Pun memandang laki-laki itu dan mencoba menunggu nya selesai.
Setelah menunggu beberapa jam berlalu hari pun sudah semakin siang. Farah lalu duduk di samping Bima, ia menjatuhkan pantat nya di sofa membuat getaran hingga membuat Bima menoleh, itu cara Farah memancing kepekaan Bima kalau ia sudah bosan di kamar.
"Apa kau ingin jalan-jalan?." Tanya Bima.
Farah tersenyum karena Bima begitu peka. "Kita sudah sampai sejauh ini, tidak mungkin kita hanya di kamar saja kan?. Balas Farah.
Bima tersenyum. "Baiklah, beri aku 1 jam lagi aku akan segera selesai." Kata Bima.
"Kalau begitu aku keluar sebentar, beli sesuatu di bawah." Kata Farah.
"Kau sendiri?." Tanya Bima.
"Iya, aku sungguh bosan, saat aku kembali aku harap kau sudah selesai." Kata Farah.
"Baik lah." Balas Bima.
Farah pun keluar dari kamar setelah itu untuk sekedar jalan-jalan. Ia menunggu lift terbuka, saat pintu itu terbuka ia melihat Rossa yang tersenyum saat melihat diri nya.
Melihat Rossa semakin membuat Farah menarik nafas lebih dalam, karena mungkin saja letak kamar hotel Rossa juga berada di lantai yang sama.
Kedua wanita itu menatap saling tak suka, Farah memutar bola mata malas nya lalu masuk ke dalam lift saat Rossa keluar, sementara Rossa keluar dan berjalan pergi.
"Dia memperjelas dirinya mengikuti kami." Ucap Farah kesal.
•••
__ADS_1
Rossa yang melihat Farah pergi pun tersenyum senang, saat ia akan memasuki kamar nya yang memang beda beberapa nomor dari yang di tepati Farah dan Bima, tiba-tiba terpikirkan sesuatu, ia lalu berjalan ke arah kamar Farah dan Bima.
Tok Tok Tok
Bima mengira Farah telah kembali begitu cepat, ia pun membuka pintu kamarnya dan terkejut melihat Rossa ada di depan pintu.
"Hai Bim."
"Sedang apa kau disini?." Tanya Bima Dengan tatapan tidak senang.
"Aku hanya datang menyapa mu saja, boleh aku masuk?." Tanya Rossa. Belum sempat Bima menjawab Rossa sudah melangkah kan kaki nya masuk, namun wanita itu tersandung dan Memeluk Bima. Rossa tersenyum saat diri nya berhasil memeluk Bima, hingga wajah nya menyentuh wajah Bima. Bima pun lansung mendorong tubuh Rossa menjauh dari diri nya dengan kasar.
"Bim, aku masih mencintai mu, aku minta maaf pernah menghianati mu, aku tahu kalau kau dan farah tidak saling mencintai, izinkan aku perbaiki kesalahan ku Bim." Kata Rossa memegangi tangan Bima.
"Apa kau tidak merasa malu dengan diri mu yang sekarang?, kau semakin membuat ku tidak ingin melihat mu." Ucap Bima.
"Sekarang pergi dari sini, sebelum ada ke salah pahaman terjadi, KELUAR!!!!." bentak Bima di akhir kalimat nya.
Mendengar bentakan itu hati Rossa dengan sedih keluar dari kamar itu, Bima pun membanting pintu dengan keras, Saat Rossa berjalan kembali ke kamar nya, wajah yang yang tadi sedih lansung tersenyum puas dan sinis.
Farah yang baru saja kembali dari luar melihat Bima sudah berbaring di sofa, ia pun tersenyum. "Apa sudah selesai?." Tanya Farah.
"Iya, ayo kita pergi."Balas Bima dan bangkit dari duduk nya.
"Eh ada apa di wajah mu, berwarna merah?." Tanya Farah, Farah ingin mendekat dan melihat lebih jelas, namun Bima lansung mengosok-gosok dengan tangan nya, ia tak sadar kalau lipstik Rossa menempel di pipi nya, dan baru sadar saat Farah mempertanyakan nya.
"Em, mungkin jus tadi yang ku pesan." Kata Bima lalu berjalan ke kamar mandi menghindari, tak ingin Farah jadi salah paham pada nya.
Farah melihat heran, namun ia tak berfikir yang buruk. ia pun bersiap untuk jalan-jalan bersama suami nya, menikmati bulan madu mereka hari ini.
•••
Follow Ig untuk info seputaran Update :
Shanti_san18
subscribe YouTube : Shanti san
__ADS_1