Menjanda Di Malam Pertama

Menjanda Di Malam Pertama
50 - Takut Tak Bisa Mencintai


__ADS_3

Malam Itu Farah akan keluar, bermaksud ingin bersantai di teras rumah untuk sekedar menenangkan diri nya, karena sejak tadi ia terus kepikiran dengan ajakan Bima untuk menikah, namun tiba-tiba ia mendengar suara kegaduhan di kamar Orang tua nya. ia mendengar Bu Ayu tampak memanggil-manggil ayah nya.


Tok


Tok


Tok


"Bu, ada apa?." Tanya Farah.


"Farah, panggilkan kakak mu, bapak pingsan." kata Bu ayu khawatir.


"Apa." Farah terkejut, namun bergegas memanggil kakak nya yang berada di luar rumah bersantai dengan Bima.


"Kak." Panggil Farah, namun sejenak memandang Bima dengan tatapan antara kecewa dan sedih.


"Ada apa?."


"Bapak Pingsan kak." kata Farah.


Bima dan Brams pun segera melihat ke dalam.


Rs harapan.


Pak Broto terbaring lemah di rumah sakit, Farah pun begitu sedih melihat keadaan ayah nya.

__ADS_1


Saat Dokter datang, Dokter memberitahu pada semua keluarga kalau Pak Broto kelelahan dan mengalami gejala stroke, Farah yang mendengar begitu sedih. Brams pun memeluk adik nya itu untuk menenangkan nya, kalau Ayah mereka akan baik-baik saja, Bima melihat kesedihan harus kembali Farah rasakan ketika dulu ia kehilangan Bayu di saat Ayah Bayu kelelahan dan terkena stroke ringan.


Setelah Pak Broto sadar, Pak Broto memanggil istri nya itu. Semua keluarga bersyukur karena pak Broto tidak apa-apa, hanya terkena stroke ringan.


"Bapak." Farah memeluk Ayah nya.


"Udah, bapak gak apa-apa." Ucap Pak Broto.


"Bapak cepat pulih ya, jangan kecapean lagi." Kata Farah.


Saat Hari semakin Larut.


Semua keluarga pun tidur di tempat tidur yang tersedia di kamar VIP.


Farah tak bisa tidur, ia memandang ayah nya untuk teru menjaga nya. Tiba-tiba Bima masuk dari luar.


"Ini, Minum lah, teh hangat."kata Bima memberikan segelas teh hangat untuk Farah, Farah pun menerim nya.


"Terima kasih." Kata Farah.


"Pak BIma kenapa tidak pulang, saya pikir Pak Bima sudah pulang." Kata Farah.


"Aku tak bisa meninggalkan kalian, aku ingin disini ikut menjaga ayah mu." Kata Bima.


Farah terdiam, ia memandangi Bima, melihat ada ketulusan laki-laki itu bagi diri nya. namun hati kecil Farah merasa kalau ia belum siap untuk hal itu.

__ADS_1


•••


Keesokan hari nya.


Farah masuk dan membawakan bubur untuk Ayah nya.


"Farah, kami pulang dulu untuk mandi, kau jaga Bapak ya." seru kak Brams.


"Iya kak, aku akan disini, ibu juga pulang ya, Farah yang akan disini." Balas Farah. Bu ayu pun mengangguk kecil.


"Farah, Om, aku juga pulang dulu." kata Bima. pak Broto tersenyum mengangguk. Farah pun begitu pula.


"Ini Pak, Farah suapin ya Bubur nya." Kata Farah saat semua sudah meninggalkan kamar itu.


"Farah, kapan kamu akan menikah dengan Bima, Bapak itu ingin lihat kamu bahagia, ingin melihat kamu menikah, sebelum Bapak kembali kepda sang pencipta." Kata Pak Broto.


"Bapak jangan ngomong gitu dong Pak, farah percaya Bapak pasti panjang umur." Balas Farah.


"Iya-iya, tapi kapan kamu akan menerima lamaran Bima?." Tanya Pak Broto lagi.


Farah sejenak terdiam, ia tahu ia tak bis berbohong, tapi ia juga tidak bisa jujur.


"Bapak Tahu, kamu masih ingat pada Bayu, kamu masih mencintai bayu, tapi apa salah nya kamu dan Bima memulai hidup baru bersama, itu semua bisa membuat kamu kubur lebih dalam lagi masa lalu bersama bayu." Kata Pak Broto.


"iya pak, Farah Masih memikirkan nya, cepat sembuh dulu ya." balas Farah. Pak Broto mengangguk dan kembali memakan sesuap demi sesuap bubur.

__ADS_1


Setelah Pak Broto beristirahat. Farah duduk di sofa memikirkan Bima, memikirkan perkataan ayah nya.


"Aku takut akan melukai Bima, aku takut aku tak bisa mencintai nya." Batin Farah. Karena ia belum mencintai Bima, ia juga menyakinkan hati nya kalau memang belum ada cinta yang tumbuh di hati nya saat ini untuk laki-laki lain. kini ia benar-benar bingung harus seperti apa.


__ADS_2