Menjanda Di Malam Pertama

Menjanda Di Malam Pertama
45 - Tidak Suka


__ADS_3

Bu Amber menghampiri putra nya dan berbisik untuk mengajak nya bicara sejenak. Bima pun melepaskan tangan Farah dari tangan nya. sementara Farah hanya berdiri diam dengan kedua sahabat nya memandangi laki-laki itu di bawa pergi oleh Ibu nya.


"Untuk apa kamu bawa Farah, gandengan tangan segala." Ucap Bu Amber.


"Aku dan Farah sudah pacaran Ma, sesuai keinginan Papa." Kata Bima.


"Mama tahu Papa mu memaksa mu menikah, Tapi kenapa kamu mau di jodohkan dengan Farah, kamu tau kan kalau Papa kamu banyak teman dan anak-anak nya cantik selevel sama kita." Ucap Bu Amber. Bima hanya membuang nafas tidak semangat mendengar kata Ibu nya.


"Mama, sudah lah ma, Pokok nya papa senang kalau Bima sudah pacaran dengan Farah." Ucap Pak Beni.


"Pokok nya Mama gak setuju dia pacaran sama Farah, apa lagi sampai menikah, Farah itu Janda, Janda Pa." Kesal Bu Amber.

__ADS_1


Diluar.


Para tamu mulai bertanya-tanya kenapa acara nya masih belum di mulai, sementara jam sudah melewati jam acara akan di mulai.


melihat Para Tamu mulai bertanya-tanya Farah pun bermaksud menyusul Bima ke lorong yang tadi ia liat Bu Amber dan Bima memasuki nya.


"Mama tu gak habis pikir sama Papa, Kenapa Papa begitu berharap Bima dan Farah pacaran, padahal Papa tahu kalau Farah itu Janda dan dia anak buah di kantor Papa." Kata Bu Amber.


Perkataan itu pun di dengar oleh Farah, tentu saja perasaan Farah merasa sedih, ia berdiri diam tidak jauh dari mereka, memgenggam kedua nya tangan nya sekedar memberikan kekuatan pada diri nya. karena Bu Amber mengecap status janda nya sebagai status yang Hina. di tengah pembicaraan Pak Beni dan Bu Amber, seorang MC datang menghampiri mereka, lekas mengalihkan pandangan semua orang, Hingga mereka pun melihat Farah berdiri diambang pintu, disana ia mendengarkan semua percakapan mereka.


Bu Amber lalu mengikuti MC itu dan melewati Farah dengan tatapan tidak suka. Farah hanya berdiri diam tak mengatakan apa pun, tidak bereaksi apa pun juga, ia hanya meminggirkan diri nya dan memberi jalan untuk wanita itu.

__ADS_1


Pak Beni lalu menghampiri Farah. "Kalau kamu mendengar semua nya, saya Minta maaf untuk perkataan istri saya Farah. dia belum mengenal kamu, kalau sudah mengenal dia pasti akan menerima mu" Kata Pak Beni.


Farah tersenyum. "Tidak apa-apa pak."Balas Farah.


Pak Beni tersenyum masih tidak enak dengan Farah, ia lalu berlalu pergi untuk menyusul istri nya di panggung. Sementara Bima juga sejenak menatap Farah tanpa mengatakan apa pun, ia tahu Farah tidak baik-baik saja dengan perkataan ibu nya, ia memegangi tangan Farah, membuat Farah terkejut. Laki-laki itu membawa Farah kerumunan untuk melihat ibu nya meniup lilin dan memotong Kue.


Sampai Acara selesai tangan Farah terus di pegang oleh Bima, membuat Farah merasa nyaman dengan genggaman tangan itu, meski di sisi lain, ia tahu hal itu pasti menyakitkan bagi Bu Amber yang tak menyetujui hubungan mereka, Farah rasa nya ingin memberitahu Bu Amber kalau ini hany pacaran pura-pura, agar jangan terlalu khawatir, namun ia tidak bisa karena sudah perjanjian nya dengan Bima.


Saat acara masih belum selesai dan para tamu masih saling berbicara dan menikmati hidangan. Bima mengajak Farah untuk pergi.


"Pak Kita mau kemana?." Tanya Farah.

__ADS_1


"Aku ingin cari udara segar." jawab Bima.


Farah yang memang merasa kehadiran nya tidak di terima Bu Amber pun mengikuti Bima untuk pergi dari tempat acara.


__ADS_2