Menjanda Di Malam Pertama

Menjanda Di Malam Pertama
28 - Luka Lama


__ADS_3

"Kamu udah lama kerja di kantor nya Bima?." Tanya Reno.


"Kamu kenal sama Pak Bima??" Tanya Farah.


"Kenal dong, tadi kita ketemu kan di depan ruangan Bima, lupa ya?." Ucap Reno, Farah terkekeh karena ia lupa pertemuan mereka kembali di depan kantor Bima.


"Bima itu sepupu aku. kantor aku kerja sama dengan kantor dia, makanya aku ke sini, kantor aku gak disini, di Kalimantan." Tutur Reno.


"Oh gitu, aku baru bulan ini kerja disini, tapi di cabang yang di malang udah lama." ucap Farah.


"Oh, kamu di mutasi kesini, wah keren sih, kamu mau di mutasi sejauh ini." Ucap Reno.


"kamu beda banget ya, aku sampai gak bisa kenalin kamu."Kata Farah.


"Makin ganteng ya?." Ucap Reno.


"Haha, iya, soal nya dulu kamu pakai kaca mata kan."Ucap Farah.


"Harus dong, harus berani tampil beda."Ucap Reno.


"Oh iya Far, Aku dengar kalau kamu udah nikah, selamat ya."Ucap Reno.


Senyum Farah yang tadi masih mekar seketika pelahan hilang, meski masih mempertahan kan senyuman nya, tapi Reno bisa melihat dengan jelas ketidak nyamanan Farah akan ucapan nya.


"Kenapa?, Aku salah ngomong y?." Tanya Reno.


"Engak, Cuman Pernikahan ku gak tahan lama Ren."ucap Farah. Reno mengerutkan kening nya.


"Kenapa?."

__ADS_1


"Suami ku meninggal di malam pernikahan kami."Ucap Farah.


mendengar hal itu, tentu saja Reno lansung merasa bersalah. "Maaf Farah, aku gak tahu."Ucap Reno.


"Gak apa-apa Ren, kamu kan gak tahu. oh iya Reno, aku kayak nya harus pulang, udah malam juga."Ucap Farah. Karena ia sudah merasa tidak nyaman untuk meneruskan berbincang nya.


"Iya, aku antar ya." Kata Reno. Farah mengangguk.


di perjalanan Farah hanya diam saja tak mengatakan apa pun. Reno pun jadi tak enak hati, karena seolah membuka memori luka di hati Farah, sesekali ia menoleh ke arah Farah.


•••


Keesokan pagi nya.


Farah membuat sarapan bersama Windi dan Sisil sebelum berangkat ke kantor.


"Itu Tetangga lama aku di malang, sepupu nya Bos kita."Ucap Farah.


"Oh, ganteng ya Far." ucap Windi.


"Iya, padahal dulu dia culun banget, sekarang malah beda banget."ucap Faraj.


"Pake Skin care apa ya?." Tanya Windi dan tawa ketiga nya pecah di pagi hari.


Ting Tong.


Bel berbunyi lekas mengalihkan pandangan Ketiga wanita itu.


"Biar aku aja yang buka."Kata Farah. Windi dan Sisil mengangguk dan menyelesaikan urusan mereka di dapur.

__ADS_1


Saat Pintu terbuka, Farah terkejut saat melihat Reno datang sepagi ini ke rumah nya.


"Reno."


"Selamat pagi Farah."


"Kamu ngapain ke sini?."


"Aku mau ke kantor Bima, aku pikir sekalian ajak kamu, kan searah."Ucap Reno.


"Gak usah repot-repot Ren., aku..." Belum menyelesaikan kalimat nya untuk menolak ajakan Reno, Windi tiba-tiba menyahuti.


"Makasih ya Ren, lumayan hemat ongkos Taxi." sela Windi yang tiba-tiba muncul di belakang Farah, Farah pun menghela nafas dengan senyuman kecil karena Windi yang ikut nimbrung, hingga membuat nya tak enak hati dan tak bisa menolak untuk di antar Reno.


"Hai." Sapa Reno.


"Ren, ini teman aku." kata Farah


"Windi."


"Sisil."


"Reno." Mereka saling berjabat tangan berkenalan satu sama lin.


"Yuk masuk dulu Ren." Ajak Farah. Reno tersenyum mengangguk dan melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah Farah.


•••


Jangan lupa bantu vote nya ya, biar semakin semangat Update nya. Makasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2