
"Kalian benar - benar sudah gila. kalian semua, siap kan surat pengunduran diri besok, atau saya akan memecat kalian dan memastikan kalian tidak akan mendapatkan kerja di kantor manapun." Kata Bima. semua orang terkejut atas pemecatan itu, semua nya saling melihat satu sama lain.
"Pak, tolong berikan kami kesempatan, kami minta maaf atas kesalahan kami " Ucap para staf.
Bima yang tak ingin lebih banyak lagi mendengar kan perkataan mereka yang sudah keterlaluan dengan Farah pun berjalan meninggalkan mereka semua.
"Makanya kalau mau lakuin apa-apa tuh di pikir dulu, yang selingkuh itu Rossa si nenek sihir, bukan Farah." Ucap Sisil dengan kesal nya pada mereka.
"Sil, tolong kita dong Sil, kita benar-benar khilaf." Ucap Mereka.
"Ngomong aja sendiri sama bos kalian." Kata Sisil dan berlalu pergi.
Raut penyesalan dan sedih pun terlihat jelas di wajah mereka.
•••
Bima masuk ke ruangan nya dan menghampiri Farah yang tampak diam karena syok.
"Ayo kita pulang." Ajak Bima. Farah pun mengangguk, Bima memegangi mendekap tubuh Farah dan menuntun nya keluar dari ruangan nya.
__ADS_1
Semua Staf tampak ingin meminta maaf pada Farah, tapi Farah menundukkan kepala nya tak mau melihat mereka, Farah menunduk bukan karena ia benci para staf, karena Farah memang belum tahu siapa yang sudah mengunci nya, ia menunduk karena memang sejak beberapa hari ini para staf selalu memandang nya sinis dan Farah tak ingin melihat Itu, Percakapan Bima dengan para staf tadi tidak di dengar oleh Farah yang posisi nya sudah ada di dalam ruangan Bima.
Bima dan Farah masuk ke mobil dan di ikuti Sisil dan Windi.
"Aku tak mengerti kenapa mereka melakukan ini pada mu." Ucap Bima saat mereka sudah berada di dalam mobil.
"Mereka?." Farah bingung.
"Para Staf Far, mereka yang kerjain kami karena kesal kamu dekat sama pak Bima." Ucap Sisil.
Mendengar hal itu, Farah pun semakin tak menyangka, apakah kurang cukup memberi nya cap sebagai seorang pelakor hingga mereka pun tega melakukan hal ini pada diri nya.
"Ini gara- gara si nenek sihir, kalau bukan karena dia datang labrak kamu kemarin, pasti mereka gak akan salah paham." Kata Windi.
Farah yang tak ingin memberi tahu pun menganggukan kepala nya dengan pelan.
"Dia bilang pada mereka kalau aku yang buat hubungan kamu dan dia berantakan." Ucap Farah.
"Kamu kenapa gak beri tahu aku?." Tanya Bima kecewa.
__ADS_1
"Aku gak mau masalah nya jadi panjang." jawab Farah.
"Tapi kau hampir celaka karena masalah yang kau anggap tak panjang." Kata Bima dengan nada agak tegas, karena kecewa dengan Farah yang tak memberitahu nya hal seperti ini.
"Maaf." Kata Farah. namun Bima tak lagi membalas. ia diam dengan perasaan kecewa.
Saat di rumah, Bima menghabiskan malam nya di ruangan kerja nya. sementara Farah di dalam kamar memikirkan laki-laki itu yang sedang marah dengan nya.
"Aku harus bagaimana?, dia pasti sangat kecewa pada ku." Batin Farah.
Farah lalu membuatkan kopi susu untuk Bima yang tampak sedang menatap layar monitor nya. "Ini, kopi untuk mu." Ucap Farah. Bima mengangguk dengan datar nya.
"Maaf soal itu, aku tak bermaksud membuat mu marah." Ucap Farah gugup.
Bima mengangkat wajah nya melihat Farah. Ia lalu berdiri dan berlalu ke arah lemari untuk Menganti kemeja nya.
"Aku tidak marah pada mu, aku hanya kecewa saja, Kau tahu betapa aku mengkhawatirkan mu tadi, saat itu aku merasa kalau aku takut kehilangan mu Farah, aku takut sesuatu terjadi pada diri mu." Kata Bima dengan suara pelan dan macho nya. Farah terdiam mendengar hal itu.
Setelah Menganti kemeja nya, ia lalu mendekati Farah. "Lain kali jangan lakukan ini lagi, terbuka lah pada ku apa yang terjadi padamu." Kata Bima.
__ADS_1
Farah yang tadi sedih dan terkejut dengan ucapan Bima pun perlahan tersenyum, Farah lalu tiba-tiba memeluk Bima, membuat Bima agak terkejut, namun ia membalas pelukan itu dan trsenyum.
"Aku sebenarnya marah, tapi aku tak bisa marah terlalu lama pada mu Farah." Batin Bima.