
Malam Itu.
Farah dan keluarga semua berkumpul di meja makan untuk malam malam, Bima yang duduk di antara mereka pun sedikit gugup karena teringat perkataan Brams yang mengatakan untuk bersiap jika di tanya lagi kapan menikahi Farah oleh Broto.
"Jadi nak Bima, kapan ada rencana mau melamar Farah, bukan kah sebuah hubungan yang baik tidak perlu di tunda-tunda." kata Bu Ayu.
"Bu." Farah merasa tidak enak dengan pak Bima.
"Yang di katakan ibu mu itu benar Farah, laki-laki yanh dekat sama kamu harus punya komitmen kalau di memang serius sama kamu." Kata Pak Broto.
"Saya akan segera melamar Farah Pak, Bu, setelah saya mengajak keluarga saya untuk datang."Jawab Bima.
Farah terkejut dengan jawaban Bima, mereka bahkan belum membicarakan ini sebelum nya.
Tiba-tiba pembantu keluarga pak Broto datang menghampiri majikan nya.
"Pak, di luar ada yang datang." Katanya.
"Siapa?."
"Teman Bapak yang dari malang." jawab nya.
Pak Broto pun mengangguk dan mengajak istri nya untuk keluar. "Bi, siapa teman bapak yang dari malang?." Tanya Farah.
__ADS_1
"Bibi lupa Non nama nya." Balas bibi.
Pak Broto dan Bu Ayu keluar dan tersenyum saat melihat kedatangan Pak Beni dan Istri nya.
"Ben."
"Hai Broto, Mbak Ayu, apa kabar?." Sapa balik Pak Beni. Bu Amber ikut menyapa dengan anggukan.
"Baik Mas." Balas Bu Ayu.
"Baik-baik, tumben di bulan seperti ini kau datang ke sini?, ada urusan apa?." Tanya pak Broto.
"Aku ingin menemani putra ku kesini." Kata pak Beni tertawa kecil.
Pak Broto heran dan melihat Istri nya. "Jadi dia sudah datang ke malang?." Tanya Pak Broto.
"Dimana dia, kau tak mengajak nya ke sini?." Tanya pak Broto yang belum mengetahui kalau Bima adalah Putra dari Pak Beni.
"Loh, bukan kah dia ad disini?." Tanya Pak Beni.
"Siapa?."
"Bima, dia putra ku, dia datang untuk menemani Farah pulang." Ujar Pak Beni.
__ADS_1
Mendengar hal itu, pak Broto dan Bu ayu terkejut, tak menyangka kalau Bima adalah anak dari teman nya.
Bima yang mendengar suara tidak asing ditelinga nya pun segera keluar.
"Papa, Mama." ucap Bima.
"Sini nak, duduk dengan Mama."Ucap Bu Amber menepuk kursi di sebelah nya.
Bima masih tak mengerti, ia pun duduk dan bertanya untuk apa kedua orang tua nya datang kesini, dan dari mana mereka tahu rumah Farah.
"Bima, Papa mu itu, teman bapak sejak masih SMP, karena sudah pindah ke Malang, Kami sudah tak pernah bertemu, paling beberapa tahun sekali baru ada kami bertemu, bapak tak menyangka kalau Kamu itu adalah anak nya Beni." Tutur Pak Broto.
Bima tersenyum kecil karena Pak Broto yang tadi begitu tampak tegas lalu bersikap ramah pada nya.
"Ben, saya tadi baru saja menanyakan kapan Bima akan menikahi Farah, dan dia mengatakan tunggu kalian datang, sekarang kau sudah datang, menurut mu bagaimana Ben?." Tutur Pak Broto.
"Saat ku tahu kalau dia adalah Putra mu aku jadi lebih lega." Kata Pak Broto lagi.
Farah bingung dengan kondisi seperti ini, yang membuat nya tak bisa berkata-kata. Mata wanita itu lalu tertuju pada Bu Amber yang seperti nya tidak menyukai percakapan ini. namun wanita paru baya itu bersikap tenang dan tak banyak bicara.
Setelah beberapa jam mereka bersantai dan mengobrol bersama, Bima pun ke rumah alm kakek nenek nya yang sudah lama kosong dan hanya di tinggali saat pak beni dan istri berkunjung ke malang.
"Pa, Ma, kenapa kalian ada disini?." Tanya Bima saat sudah di dalam mobil.
__ADS_1
"Itu, papa kamu ajak menyusul kamu, karena takut kamu tidak pandai mengambil hati orang tua Farah, Papa ini pikiran nya terlalu berlebihan." Ketus Bu Amber.
Pak Beni tampak tersenyum kecil menoleh ke istri nya, ia tahu istri nya marah dan tidak setuju dengan rencana pernikahan Bima dan Farah, Tapi istri nya selalu menurut apa kata diri nya.