Menjanda Di Malam Pertama

Menjanda Di Malam Pertama
34 - Alasan perusahaan Bertahan


__ADS_3

Siang itu.


Farah sedang duduk di sebuah Cafe, ia menunggu pak Beni yang sudah membuat janji dengan nya untuk bertemu. Farah pun meluangkan sedikit waktu makan siang nya untuk bertemu dengan pak Beni.


"Maaf menunggu."Kata Pak Beni.


"Oh, tidak pak, Silakan duduk." jawab Farah.


"Saya sudah memesankan makanan untuk kita pak, agar tidak terlalu lama."Kata Farah.


"Iya bagus lah."Balas Pak Beni.

__ADS_1


"Lansung saja ke titik masalah nya Farah, saya ingin kamu membantu saya untuk menyakinkan Bima kalau ia harus membawa pulang kembali mereka yang sudah di pecat." Mendengar hal itu, Farah sedikit merasa aneh, kenapa ia harus membujuk Bima. sementara Pak Beni masih memiliki kuasa jika ia ingin membawa mereka kembali.


"Saya tahu yang kamu pikirkan, saya ingin Bima sendiri Agar dia memiliki rasa tanggung jawab dan keinginan mempertahan kan mereka."Kata Pak Beni.


"Kamu tahu kan Farah, kalau saya sudah tua, saya ingin segera pensiun, Dulu Bima itu tidak begitu ingin terjun ke dunia bisnis, tapi sebelum ayah ku meninggal, ya itu kakek Bima, ia meminta Bima untuk terus mempertahan kan perusahaan apa pun yang terjadi, tapi Bima tetap tak ingin memimpin perusahaan, hingga akhirnya saya memutuskan untuk menutup dan menjual nya, mendengar itu Bima lalu berubah pikiran, saya meminta kamu menjadi sekertaris nya karena saya butuh orang yang handal dan pengertian seperti kamu untuk membantu nya." Tutur Pak Beni, Farah pun duduk diam mendengar semua penuturan pak Beni.


"Alasan kakek nya ingin Bima terus melanjutkan perusahaan ini, karena jika perusahaan ini di tutup dan atau sampai bangkrut, bukan hanya nasip kamu Farah yang di pertaruhkan, tapi ratusan dari anak cabang lain nya yang akan menderita, tapi Bima seperti tidak peka akan hal itu, dia juga selalu menolak ketika saya membahas perusahaan dengan nya, mungkin dia kecewa karena saya pernah berfikir untuk menutup nya, padahal itu hanya gertakan saya untuk Bima agar ia mau memimpin perusahaan, saya juga tidak mungkin Setega itu."Kata Pak Beni lagi.


Setelah pertemuan dengan Pak Beni, Farah pun kembali ke kantor untuk kembali bekerja. namun saat memasuki kantor, Windi menghampiri Farah dengan khawatir.


"Ya ampun Far, dari mana sih dari tadi di hubungin gak di angkat-angkat." Tanya Windi.

__ADS_1


"Ponsel ku, ku silent, Kenapa Win?." balas Farah.


"Pak Bima nyariin kamu, pas datang tadi kayak nya kesal banget muka nya. "Kata Windi.


"oh, ya udah aku kedalam dulu ya." Kata Farah, Windi pun mengangguk dengan khawatir.


Saat sampai di depan pintu ruangan Bima, Farah sejenak menghentikan langkah nya, menarik nafas panjang dan membuang nya sebelum ia memegang ganggang pintu untuk membuka nya, namun baru saja membuang nafas nya, pintu terbuka dan Bima melihat nya dengan tatapan dingin, ia lalu menarik Farah masuk ke dalam nya, tentu saja itu membuat Farah terkejut.


"Lepaskan!, kau menyakiti ku." Farah menepis tangan Bima dengan kasar, karena genggaman tangan Bima pada pergelangan tangan nya yang terlalu kuat.


"Kau sakit?, kalau kau tak ingin sakit, berhenti mengurusi urusan ku, kau mengadu segala hal yang ada di kantor pada Pak Beni, jangan pikir aku tak bisa memecatmu juga seperti mereka."Kata Bima.

__ADS_1


Farah yang mendengar hal itu, bukan tertunduk takut, tapi ia malah merasa kesal dengan Bima.


__ADS_2