Menjanda Di Malam Pertama

Menjanda Di Malam Pertama
52 - Liburan


__ADS_3

Pak Broto dan Pak Beni memutuskan untuk mengajak anggota keluarga mereka untuk jalan-jalan liburan ke puncak sebelum semua kembali ke malang, rencana yang mendadak ini mereka rencana kan karena Bima dan Farah tidak memiliki rencana untuk bulan madu, pak Beni yang tahu jelas kalau Bima dan Farah belum saling mencintai pun menyetujui usulan besan nya itu, berharap akan ada perubahan suasana hati kedua nya.


Farah dan Bima yang berencana pulang kembali ke malang esok pun di tunda karena rencana kedua ayah mereka yang mendadak.


Siang itu semua tampak sibuk mengemasi barang-barang nya ke dalam sebuah koper kecil untuk di bawa selama beberapa hari di puncak. saat masih menyiapkan barang nya, tiba -tiba Farah mendengar suara yang tidak asing heboh dari luar kamar nya.


Untuk menghilangkan rasa penasarannya siapa yang datang, Farah pun segera keluar dan tersenyum saat ia melihat Kedua sahabat nya ada disini. "Hai pengantin baru." Windi tersenyum menyapa Farah yang keluar dari kamar.


Senyum Farah mekar, dan lansung saja Farah memeluk sahabat nya itu. "Win, kau disini, aku merindukan mu."ucap Farah.


"Aku juga merindukan mu Far, maaf ya aku tak bisa datang saat kau akad nikah." Ucap Windi.


"tidak apa-apa, semua juga serba mendadak." Farah tampak tertunduk Lesu, Windi pun mengerti apa yang di rasakan oleh sahabat nya itu dan kembali memeluk nya. "Oh iya, Di mana Sisil?." balas Farah.

__ADS_1


"Dia tidak ikut karena banyak kerjaan di divisi nya, tapi dia salam untuk mu Far, dia akan mentraktir mu saat kita pulang nanti." Tutur Farah.


"Baiklah, aku senang kau disini Windi, Yang penting sekarang ada kau menemani ku." Ucap Farah.


Setelah bersiap, semua keluarga pun berangkat ke puncak mengunakan beberapa mobil. Farah tampak hanya diam sembari melihat pohon-pohon yang ada di tepi jalan. sementara Bima sesekali melihat wajah murung Farah yang tak biasa.


•••


Saat sampai di puncak, semua keluarga memilih beristirahat, Farah dan Bima pun masuk ke kamar mereka, kedua nya tampak canggung, tak saling bicara dan sama-sama memilih diam.


Bima tak menyahuti nya, ia hanya mengangguk kecil lalu kembali menatap layar laptop nya. Farah berjalan keluar dan Mata Bima mengikuti nya hingga tertutup nya pintu menelan Farah menghilang dari pandangan nya.


Bima ingin mencairkan suasana di antara dia dan Farah, tapi seperti nya Farah tak ingin berbicara dengan nya. Bima pun memilih diam, namun ada perasaan yang berbeda harus di akui perasaan Bima, kalau ia merasa agak berbeda saat Farah mendiami nya.

__ADS_1


Sosok wanita yang tak pernah bisa akur dengan nya, tidak pernah sejalan dengan, yang selalu saja ada pembahasan di antara mereka ketika sedang berdua tiba-tiba menjadi diam setelah pernikahan ini terjadi dan Bima tak merasa nyaman.


Di kamar Windi.


"Far, aku rasa kau jangan terlalu dingin dengan Bima, yang di katakan dia itu benar, apa salah nya kalian berdua menikah dan mencoba menjalani hubungan dari awal." ucap Windi.


"Win, aku merasa aku menghianati mas Bayu, dia bahkan belum setahun meninggal dan aku sudah menikah lagi " Ucap Farah.


"Tidak Far, Bayu sudah tidak ada di dunia ini, kau itu masih muda, perjalanan hidup mu Masih panjang." ucap Windi.


Windi lalu mendekati Farah, memegang pundak sahabat nya itu dan menatap nya dalam-dalam. "Far, aku rasa kau harus belajar menerima Bima, coba lah untuk membuka diri pada nya, kau kan sudah beberapa bulan menjadi sekertaris nya, apa kau tidak merasakan ada perasaan yang agak sedikit berbeda?." tutur Windi.


Farah mengalihkan pandangan nya ke sembarangan arah, tak berani melihat mata sahabat nya. "Aku tidak tahu win." ucap Farah.

__ADS_1


"Aku nyakin kau bisa, coba lah dulu Far." Kata Windi.


Farah pun menatap Windi kembali, ia diam, tapi kedua mata nya mengatakan kalau ia akan mencoba nya.


__ADS_2