
Keesokan harinya.
Bima datang ke rumah Rossa untuk menanyakan hal yang ia lakukan pada Farah.
Ting tong.
Bel rumah Rossa berbunyi, lekas membuat Wanita itu membuka kan pintu, ia tersenyum saat yang datang adalah Bima.
"Bima." Rossa lansung memeluk laki-laki itu dengan sangat bahagia.
Namun Bima lansung mndorong tubuh Rossa menjauh dari nya, hingga memebuat senyum Rossa perlahan hilang.
"Untuk apa kau datang ke kantor ku?." Tanya Bima.
Rossa lalu tersenyum. "Jadi wanita itu mengadu pada mu?, sudah ku duga, dia hanya bisa memanas-manasi mu untuk membenci ku." Kata Rossa.
"Berhenti Rossa, kau udah tahu kalau dia adalah istri ku." Ucap Bima.
"Tapi aku yang lebih mencintai mu Bim, Jika dia seorang janda kau beri kesempatan kenapa tidak untuk ku?." Ujar wanita itu dengan wajah sedih.
"Jangan sama kan diri dia dengan diri mu, dia tidak melakukan hal hina seperti yang kau lakukan." Ucapan Bima membuat Mata Rossa membulat besar, ia terkejut dengan ucapan laki-laki yang pernah mencintai nya itu.
__ADS_1
"Ku ingatkan sekali lagi untuk menjauh dari Dari hidup ku dan jangan pernah kau ganggu istri ku." Kata Bima memperingati Rossa.
"Jadi kau sudah mencintai nya?." Tanya Rossa.
"Itu bukan urusan mu." Kata Bima. lalu ia berlalu pergi dari rumah itu.
"Semakin kau ingin menyingkirkan ku jauh-jauh, aku akan semakin mendekati mu, kalau aku tak bisa mendapatkan mu, maka dia juga tidak." Ucap Rossa menatap Bima dengan sorotan tajam penuh tekanan.
•••
Di rumah.
Bima masuk ke rumah dan melihat Farah sedang menelepon Ibu nya, karena bosan di rumah ia pun menghubungi Ibu nya.
"Bagaimana keadaan mu?."Tanya Bima sembari duduk di samping Farah.
Farah menyandarkan kepala nya di dada laki-laki itu, hal yang tak pernah sebelum nya Farah lakukan, sedikit membuat senyum tak percaya di wajah Bima.
"Aku sudah lebih baik saat bertelefon dengan Ibu." Balas Farah.
"Boleh aku katakan sesuatu?." Kata Bima, Farah mengangguk.
__ADS_1
"Aku ingin kau tidak lagi bekerja. aku tak ingin sesuatu terjadi pada mu lagi, Rossa aku rasa tak akan pernah berhenti menganggu mu." Ucap Bima.
Mendengar hal itu, Farah pun merasakan kalau Bima sangat perduli pada diri nya. Farah lalu mengangkat wajah nya, melihat dari bawah wajah Bima dengan sangat dekat.
Bima pun melihat Farah, kedua nya saling menatap, Hingga kedua nya berciuman di ruang keluarga, tak memperdulikan jikalau pelayan melihat kemesraan mereka.
Bima menyentuh leher Farah dan terus mencium wanita itu, saat Farah ingin mengakhiri dan bangkit dari sandaran nya pada tubuh laki-laki itu, Bima kembali menarik diri nya kembali pada dekapan nya.
"Bima, Aku..." Belum sempat menyelesaikan ucapan nya, Bima kmbali membenam kan ciuman di bibir istri nya, ada rasa penolakan untuk melanjutkannya, tapi ia tidak bisa.
Tubuh nya berdesir hebat membuat jantung nya berdetak sangat cepat, Bima lalu menarik tangan Farah dan menuntun nya ke kamar, kembali mencium wanita itu, Farah pun tampak menikmati ciuman yang sudah membasahi bibir kedua nya.
Bima lalu menuntun Farah ke tempat tidur, lalu menuntun untuk berbaring, tangan Bima pun mulai menyusuri setiap lekuk tubuh Farah, tanpa menghentikan ciuman panas kedua nya.
Hingga tangan Bima menyentuh sisi sensitif milik Farah, Farah pun menahan tangan Bima, kedua nya saling menatap, hingga kedua nya melanjutkan kembali berciuman.
Laki-laki yang mengajak nya menikah, tapi tidak pernah sekali pun mengucapkan kata aku mencintai mu, kini selalu saja menyentuh nya. Apa ini hanya napsu?, entah lah, Farah masih tak bisa membaca isi hati Bima, hanya kini Farah merasakan kalau ia mulai nyaman berada bersama laki-laki itu.
Seolah ada dorongan mangent yang menarik kedua nya berciuman begitu lama, Farah pun tampak menikmati setiap sentuhan lembut Bima pada diri nya.
Pertama kali nya ia merasakan kenikmatan setelah ketiga kaki ia melakukan dengan suami nya itu, apa Farah sudah jatuh cinta?, lebih tepat wanita itu sudah menyakini hati nya untuk menerima laki-laki ini.
__ADS_1
Farah membiarkan Bima menggerayangi tubuh nya, membiarkan laki-laki menyentuh setiap bagian sensitif pada tubuh nya.
Nafas kedua nya terengah - engak, ketika kedua nya sampai pada puncak nya, nafas hangat dapat mereka rasakan satu sama lain, Keringat yang tampak juga melekat pada kening kedua nya, Bima menyekat keringat farah dengan tangan nya, lalu mencium kening wanita itu sebelum ia kemudian memeluk Farah dan mendekap nya dalam kehangatan.