Menjanda Di Malam Pertama

Menjanda Di Malam Pertama
32 - Pergi! Jangan Kembali!


__ADS_3

Setelah lelah sudah bermain, mereka pun menyempatkan diri untuk memakan es krim bersama.


"Ini mengingatkan ku pada masa kecil kita." Kata Bima pada Reno.


"Iya, kau yang menangis sebelum menaiki wahana." Balas Reno tertawa.


"Sialan kau!." Bima mendorong Reno dengan siku nya.


"Farah apa kau suka?." Tanya Reno. Farah tersenyum dan mengangguk.


"Masih ada yang ingin kau naiki?." Tanya Reno lagi.


"Ada, kincir angin, tapi ini masih sore, aku lebih suka menaiki nya pada malam hari."Kata Farah.


"Lain kali kita akan datang kembali."Balas Reno. Farah mengangguk.


•••


Setelah puas.


Mereka pun kembali ke kantor, dalam perjalanan, Farah yang kelelahan pun tertidur di dalam mobil.


Bima yang kini menyetir mobil sesekali melihat Farah melalui kaca spion nya. Reno yang menyadari pun tersenyum.


"Kau suka pada nya?." Tanya Reno.

__ADS_1


"Tidak."


"Sudah lah, tidak usah bohong, aku bisa melihat dari sorot mata mu." Balas Reno.


"Aku hanya berfikir dia tidak senyebelin yang aku pikir, dia bisa jadi teman yang baik." Tutur Bima.


"Dia memang gadis yang menyenangkan"Balas Reno.


Kedua nya berbicara dengan suara yang agak pelan agar tidak membangunkan Farah.


•••


Saat sampai di kantor.


"Sayang." Kata Rossa menyapa Bima yang baru saja melangkahkan kaki nya masuk. Rossa memeluk Bima dengan manja.


Melihat Rossa, tentu saja kedua laki-laki itu menghela nafas malas, sementara Farah hanya diam saja dengan datar.


"Lepaskan!." Kata Bima membuat Rossa agak terkejut.


"Ada apa?, kenapa membentak ku?." Tanya Rossa.


"Kembalikan Kartu Kredit ku?, ATM dan cincin berlian yang bersemat di jari mu." Kata Bima.


"Kenapa?." Tanya Rossa.

__ADS_1


"Bima tak lagi mau jadi ATM berjalan mu, kalau kau ingin cari ATM berjalan maka cari lah dengan laki-laki mu itu Rossa." Kata Reno.


Rossa memandangi Bima, namun Bima tak ingin melihat wanita itu.


"Bim, dia menghina ku, kau tak ingin membela ku?." Tanya Rossa, namun Bima hanya diam saja.


"Aku kecewa sama kamu Bim." Kata Rossa, mengambil tas nya untuk segera pergi.


Namun Reno menahan nya. "kembalikan dulu yang di minta Bima." Kata Reno.


Dengan kesal Rossa pun mengambil kartu miliki Bima dan mengembalikan nya, Bahkan dengan berat hati ia juga mengembalikan cincin yang di berikan Bima sebagai tanda ia serius dan melamar nya. ia menaruh semua milik Bima di atas meja.


"Jangan datang dan mencari ku lagi" Kata Bima.


"Tapi aku masih tak mengerti kenapa kau lakukan itu pada ku Bim" Kata Rossa.


"Sudah berselingkuh asih tak mengerti juga?." Ucap Bima. Mendengar hal itu Rossa menelan Saliva nya dengan berat, ia lalu melihat Farah dan berfikir Farah yang memberitahu Bima.


"Itu Fitnah Bim, aku engak selingkuh." Kata Rossa masih ingin membela diri.


"Aku sudah melihat dengan jelas dengan mata ku, sekarang pergi dan jangan cari aku."Kata Bima. Rossa mengelengkan kepala tak mau pergi.


"Mau aku panggilkan Satpam Bim?." tanya Reno.


Mendengar Reno akan memanggil satpam untuk mengusir nya, Rossa pun dengan sangat terpaksa berjalan keluar karena tak ingin merasa malu di lihat oleh orang-orang.

__ADS_1


__ADS_2