
Di rumah Sakit.
Farah begitu khawatir sejak tadi menunggu Dokter memeriksa. Saat ia sedang duduk, Melihat Bima datang ia pun lekas berdiri.
"Farah, Kau tidak apa-apa kan?." Tanya Bima dengan khawatir, begitu takut dan khawatir saat Farah menelepon nya sembari menangis.
"Aku tidak apa-apa, tapi orang yang di dalam tidak sadarkan diri." jawab Farah dengan suara kecil menahan tangis nya.
Melihat Farah yang begitu sedih dan takut, ia lalu menari tubuh wanita itu ke pelukan nya, ia mendekap nya untuk menenangkan nya. Air mata Farah pun menetes.
Beberapa saat Dokter keluar dan mendekati Farah dan Bima, Dokter mengatakan kalau Pasien sudah Sadarkan diri setelah tadi tidak sadar, Farah Pun merasa sedikit lega apa lagi Dokter menambah kan tidak ada masalah besar, hanya luka kecil.
Farah dan Bima lalu masuk ke dalam Kamar itu. "Hai." Sapa Farah Dengan Ragu pada orang yang ia tabrak.
"Kau baik-baik saja kan?." Tanya Bima.
"Ok kok, Kamu bagaimana?." Saut Orang itu yang adalah laki-laki bernama Nando.
"Aku baik, terima kasih sudah menolong saya, maaf kalau membuat mu seperti ini." Ucap Farah.
Laki-laki itu mengangguk sembari tersenyum.
"Lain kali, jangan melamun sambil berjalan, itu berbahaya." Kata Nando. Farah pun mengiyakan.
Nanda lalu lekas berdiri dari tempat tidur nya membuat Farah dan Bima agak heran.
__ADS_1
"Mau kemana?." tanya Farah.
"Maaf, aku tak bisa lama-lama disini, aku ada interview siang ini." Kata Orang itu.
"biar saya antar, kamu pasti masih sakit." Kata Farah. namun Nando berlalu pergi dengan cepat.
Farah melihat Bima dan Bima pun mengangguk, membiarkan Nando pergi karena ia memang seperti nya sedang buru-buru.
•••
Di mobil.
Farah kini merasa lebih lega karena kecelakaan tadi tidak lah parah.
"Kau sudah baikan?." tanya Bima.
saat sampai di kantor, Bima dan Farah terkejut saat mereka melihat Nando sedang duduk bersama orang-orang yang akan menjalani interview.
Beberapa mata staf memandang Sinis Farah kembali karena Bima kini telah kembali. Mereka masih menganggap Farah adalah seorang Perusak hubungan orang, karena baru beberapa bulan bekerja sudah membuat Bos mereka pindah hati. Berbeda dengan Bima yang belum tahu apa yang terjadi, ia tampak biasa-biasa saja. sementara Farah memang sedikit tidak nyaman, tapi mencoba untuk biasa-biasa saja.
"Nando, kamu disini?." tanya Farah.
"wah kebetulan sekali bertemu disini, saya akan ikut interview lamaran kerja." Kata Nando.
"Kalau begitu kamu ikut saya, saya akan menginterview mu." Kata Bima dengan wajah datar tapi Tegas.
__ADS_1
Nando sedikit bingung karena sebelum nya ia di suruh interview disini, tapi Malah di ajak ke ruangan lagi, karena memang ia belum kenal siapa Bima.
Saat masuk ke ruangan Bima, Melihat tanda mengenal di rektur di atas meja, Nando pun akhir ny tahu kalau Bima adalah pemilik perusahaan ini.
"Wanita yang ada di luar itu, Dia adalah sekertaris Ku, dan juga istri ku, kau sudah menyelamatkan nya, dengan ini kau aku terima sebagai balas budi dan masa pencobaan kerja mu 3 bulan, aku harap kamu memberikan pekerjaan yang baik untuk perusahaan ini." Tutur Bima.
Nando tersenyum senang, karena ia lansung di terima kerja di perusahaan ini, tak lupa ia pun berjanji akan bekerja dengan baik dan maksimal.
Saat Nando keluar ia melihat Farah dan tersenyum. "Terima kasih Nona, saya akan bekerja dengan baik " Kata Nando.
Farah terheran dan tak mengerti apa yang di katakan Nando, ia merasakan tak melakukan apa-apa. tapi perkataan nya Farah tahu kalau Bima sudah menerima nya bekerja.
Saat Nando pergi, Farah pun masuk ke dalam ruangan Bima.
"Kau menerima nya bekerja disini?." tanya Farah.
"Iya, dia orang baik kan, apa salah nya kita memberikan nya kesempatan." Kata Bima.
Mendengar jawaban Bima, Farah pun tersenyum kecil dengan perasaan bangga.
"Tolong jangan terlalu khawatir dengan orang lain seperti tadi di rumah sakit, jangan terlalu sedih untuk orang lain, aku tidak suka." Kata Bima tanpa memandang Farah.
"Aku tadi hanya takut saja." Balas Farah.
"Selama ada aku, aku akan melindungi mu, jadi tak usah takut." Ucap Bima.
__ADS_1
"Baiklah. terima kasih." Farah tak dapat lagi berkata-kata, tidak memandang nya, hanya berkata saja Bima sudah membuat nya salah tingkah. ia lalu berlalu pergi dari ruangan Bima. Bima pun baru mengangkat kepala nya memandang wanita itu.